Breaking News
Home / Ragam Informasi / “KerLiP” Fokus Membangun Masyarakat….!

“KerLiP” Fokus Membangun Masyarakat….!

Bandung, BEREDUKASI.Com — MENGEMBANGKAN pendidikkan adalah hal yang utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam berbagai aspek.

Jika hak-hak di bidang pendidikkan sudah terpenuhi, maka perkembangan IPTEK akan semakin maju. Hal tersebut juga yang menjadi sorotan “KerLiP  (Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan”.

“KerLiP” berupaya terus membangun masyarakat lewat pendidikkan yang optimal. Tentu saja bukan sebatas intelektualisme saja, tapi pendidikkan karakter, Cinta Tanah Air dan kepedulian terhadap sesama.

Yanti Sriyulianti, selaku Ketua “KerLiP” menjelaskan. Bahwa “KerLiP” dibentuk, 25 Desember 1999 di Bandung, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Serta memiliki Badan Hukum tahun 2004.

Awal mulanya “KerLiP” yaitu mengembangkan model pendidikkan Formal dan Informal. Memiliki prisip untuk kepentingan anak dan perempuan.

Fokus utama “KerLiP” yaitu untuk memenuhi hak pendidikan, terutama anak dan kaum perempuan. Merangkul anak, keluarga juga komunitas yang terpinggirkan. Tentunya perlindungana anak juga menjadi prioritas utama.

“Selaras dengan tujuan utamanya untuk memastikan. Bahwa anak-anak dan kawula muda bisa menjadi mitra dalam mewujudkan sekolah yang Bersih, Sehat, Inklusi, Aman dan Ramah,” tutur Yanti di sela-sela kesibukannya.

Yanti juga menerangkan, sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh “KerLiP”. Salasatunya tahun 2000 yaitu menggiatkan “Aksi Sepekan Pendidikkan Untuk Semua”.

Kampanye ini dilaksanakan, tentu saja untuk mendorong pemerintah agar bisa memenuhi hak masyarakat dalam berbagai bidang dan salasatunya advokasi .

“KerLiP juga menjunjung nilai-nilai Kebersamaan, Partisipatif dan Berkeadilan Sosial. itulah yang menjadi pendorong kami untuk terus berupaya dengan gigih dalam membangun masyarakat,” jelas Yanti.

“KerLiP” memiliki “visi” untuk tahun 2019, dapat menjadi gerakan sosial yang kritis keluarga, peduli pendidikkan dan mendorong pemenuhan hak hidup bermartabat, perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan di bidang pendidikan, lingkungan hidup dan kebencanaan. Juga mengembangkan model  Kampanye dan Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana Terintegrasi. Juga adanya GERASHIAGA (Gerakan Aman, Sehat, Hijau, Inklusi, dan Ramah Anak dengan dukungan Keluarga).

“KerLiP” fokus memperhatikan generasi muda, karena mereka adalah aset yang sangat penting untuk dibenahi. Mengingat generasi “milineal” saat ini, sangat mudah dalam mengakses informasi yang sumbernya ada di mana saja. Sala satu pembinaan yang efektif bisa lewat sekolah.

Selain itu “KerLip” juga sudah melaksanakan  penyusunan deteksi warna sekolah dengan tema “Gembirakah Aku di Sekolah Hari ini..?” Dimana instrumennya disusun  oleh Tim Libang “KerLiP” bersama anak-anak di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Lalu dikonsultasikan kembali ke perwakilan para siswa didik SMAN 18 Bandung dan SMAN Nasional Bandung.

“Ada juga gerakan “Literasi Sejarah”, mewujudkan sekolah ramah anak bersama masyarakat, orang tua dan sekolah/madrasah. Dan saat ini sedang membangun pendidikan keluarga di SMA Pasundan dan SLB Padjajaran,” papar Yanti.

Selain Pendidikan, satu hal yang disoroti oleh “KerLip” adalah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Narkoba dan Pornografi. Karena hal tersebut dianggap sangat mengancam kelangsungan hidup bagi anak-anak.

“Untuk itu “KerLiP” mengupayakan pencegahan dan penanganan tindakan kekerasan.

Bulan Oktober 2017 kemarin. “KerLip” juga melaksanakan sosialisasi, mengenai TPPO yang pesertanya dari aparatur pemerintah dan Kecamatan serta kelurahan di Cianjur. Harapannya tentu saja, memberikan kesadaran agar lebih waspada dan bisa berpartisipasi aktif agar warga tidak terlibat dalam TPPO. Karena saat ini Kasus TPPO khususnya di Jawa Barat juga meningkat.” terang Yanti

Dalam pergerakannya “KerLiP” juga mengupayakan koordinasi di Tingkat Nasional yang anggotanya terdiri dari Tim Pokja TPPO KTPA Kemensos dan Mitra Kemendikbud.  Juga bekerjasama dengan Migrant Care, KPAI khususnya Komisioner Trafficking. DP3AKB Jabar juga memberi dukungan moral, selain dari koordinasi dengan Dinsos dan Disdik Jabar.

Sumber daya manusia, adalah hal yang sangat penting untuk  membentuk masyarakat yang sejahtera. Dan salahsatunya bisa dibangun sejak dini, karena itu pendidikan haruslah baik, karena hal itu merupakan basis bagi pemenuhan hak asasi warga negara. Peduli di bidang pendidikkan tentunya, akan membuat anak-anak dan remaja, menjadi mitra yang mengakhiri kemiskinan, terutama kemiskinan moralitas.

Upaya praktis dari “KerLiP” juga, mengadakan acara  “GEMBIRA Bersama “KerLiP”. Misalnya melewati kegiatan Penggunaan Ensiklopedia Lintas Sejarah Indonesia lewat Literasi Visual (ELSI) yang merupakan Lembar Inspirasi Belajar Ramah Anak (LIBRA). Dimana ada pustaka favorit keluarga, pengenalan tokoh bangsa juga para pahlawan. Bahkan ada juga pembelajaran karakter terhadap sosok pelopor, pejuang juga tokoh kebangkitan bangsa. Kegiatan ini diharapkan nantinya bisa membangkitkan kesadaran dan semangat Nasionalisme.

Harapan ke depan tentu saja semoga “KerLiP”, bisa membangun kesadaran kritis untuk masyarakat. Dimana memenuhi kebutuhan anak-anak dan perempuan adalah target kami. Tentunya membangun generasi muda, agar mau ikut berupaya besama-sama peduli terhadap hak hidup bermartabat terutama pendidikan.” pungkas Yanti. (Tiwi Kasavela)

About admin

Check Also

Kata Adam, “Purwakarta Itu Iklim Cotton Fashionable”…….!

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — PERTUMBUHAN Perekonomian Kabupaten Purwakarta, dewasa ini turut membawa serta gaya berpakaian masyarakat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.