Nanda “Duta Ekonomi Syariah Bank Indonesia 2017” Proaktif dan Visioner

BANDUNG, BEREDUKASI.Com — Meskipun sangat sibuk dengan berbagai kegiatan, namun hal tersebut tidak pernah menghambat seorang gadis cantik asal Bandung untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan dan memiliki banyak prestasi di dalam hidupnya. Namanya, Ananda Suci Munggaran, atau yang biasa dipanggil “Nanda”.

Mantan Mojang Jawa Barat tahun 2015 ini juga sekarang terpilih sebagai Juara 1 Duta Ekonomi Syariah Regional Jawa dan Juara 1 Duta Ekonomi Syariah Jawa Barat.  Sebelumnya bahkan ia juga pernah menjadi Graduates Young Leaders for Indonesia Regional Program, 2nd Runner-Up Duta Bahasa Jawa Barat 2014, Mojang Wakil I (Runner-Up) Pemilihan Mojang Jajaka Kota Cimahi 2014, Juara I Indonesia FISIP Summit Essay Competition dan Grand Finalist of World Muslimah 2013

Lalu apa yang membuat Nanda begitu aktif dalam berbebagai hal, bahkan meraih prestasi?

“Saya ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk masyarakat, dan ini merupakan proses dari yang saya lakukan. Saya berharap di masa yang akan datang dapat membangun yayasan sendiri yang bergerak di bidang kepemimpinan dan peningkatan soft skill anak muda Indonesia, khususnya anak muda yang ingin menjadi Duta atau “Ambassador” di lingkungannya.” Tutur gadis yang hobi membaca buku, berolah raga dan traveling ini.

Nanda juga bercerita bahwa awalnya dia tidak menyangka dapat menjadi pemenang Duta Ekonomi Syariah Bank Indonesia 2017. Namun dia percaya bahwa ini merupakan amanah besar baginya untuk mempelajari dan menyebarkan lebih luas kepada masyarakat mengenai ekonomi syariah.

“Motivasi terbesar pada saya mengikuti ajang ini adalah karena saya ingin membunuh rasa penasaran tentang perkembangan ekonomi syariah yang sedang “hype” belakangan ini. Dan alhamdulillah selama beberapa bulan dibina oleh Bank Indonesia, saya mendapatkan banyak “insight” yang sebelumnya tidak saya ketahui mengenai ekonomi syariah dan bagaimana perkembangannya di Indonesia dan dunia.” Tutur mojang kelahiran Bandung, 23 Juli 1993.

Nanda pun menjelaskan bahwa ia sedang mencoba menyalurkan semangat ekonomi syariah melalui sosial media. Salah satunya ia juga telah meluncurkan program di YouTube yang diberi nama “Halal Talks”. Harapannya dengan adanya channel ini akan menjadi sumber pengetahuan juga untuk masyarakat awam yang ingin lebih memahami tentang industri halal dan syariah.

Lantas siapa saja orang atau tokoh yang menginspirasi Nanda?

“Banyak sekali tokoh yang menginspirasi saya, karena saya orang yang gemar mengambil pelajaran dari banyak tokoh inspiratif, khususnya tokoh-tokoh di Indonesia.” Ujar lulusan Universitas Padjajaran, Jurusan Hubungan Internasional ini.

Nanda juga berkisah bahwa karena ia berdarah Sunda dan Sumatera (Mandailing), maka dirinya memiliki dua tokoh wanita favorit yang menginspirasnya serta dapat  merepresentasikan dua budaya tersebut. Dari Sunda ia mengagumi Ibu Inggit Garnasih, dan dari Sumatera ia mengagumi Laksamana Malahayati.

“Dua figur wanita tersebut berasal dari generasi yang berbeda dan merepresentasikan karakter yang berbeda pula. Dari Inggit Garnasih, saya mempelajari kelembutan dan ketegarannya. Dari Malahayati, saya mempelajari keberanian dan kecerdasannya.” Ucap gadis yang bekerja sebagai Investor Relations di sebuah BUMD Jawa Barat yang bergerak di bidang transportasi dan penerbangan ini.

Agar selalu semangat, Nanda juga selalu menanamkan motivasi dalam diri setiap tahunnya. Yaitu membuat tujuan-tujuan tertentu yang ingin dia raih. Tentunya dengan selalu memegang prinsip hidup yang ia dapatkan dari Bung Karno, yaitu “Rose never propagandize its fragrance, but its own fragrance spread surrounding”.  Yang artinya “Tidak perlu memberitahu orang lain tentang kehebatan kita, karena orang lain akan mengetahuinya dengan sendirinya. Setinggi apapun kita, harus tetap membumi.”

“Pesan saya, untuk pemuda adalah jangan takut untuk berada di luar zona nyaman. Hidup tidak akan selamanya membuatmu nyaman, pasti ada “ups and downs” nya. Kesuksesan akan diraih oleh orang yang berkarakter dan memiliki daya juang tinggi, dan biasanya orang yang memiliki karakter seperti itu ditempa oleh ketidaknyamanan. Belajar ikhlas untuk bersusah-susah di hari muda, dan bersenang-senang di hari muda dan hari tua,” ungkapnya penuh semangat. (Tiwi Kasavela)

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.