Home / Featured / Program Magister S2 UIN Bandung Kunjungi “Bilik Kamar” DPR-RI…….!

Program Magister S2 UIN Bandung Kunjungi “Bilik Kamar” DPR-RI…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — HARI Selasa (6/11/18), Program Magister S2 UIN (Universitas Islam Negeri) Bandung, mungunjungi “Bilik Kamar” Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

Meskipun dijadwalkan oleh pihak DPR-RI acara dimulai pukul 08.00, namun baru dapat di laksanakan pada pukul 09.00 dan tidak di hadiri perkawakilan anggota Dewan. Namun acara tetap berjalan dengan lancar di tangani oleh Humas Setjen DPR-RI, Ibu Erna Agustina, S.Sos.

“Suatu cara pengayaan matakuliah dan edukasi, dalam rangka memperluas subjek dan objek ajar. Juga sebagai ajang mencari inspirasi untuk memenuhi bahan tugas akhir dan sebagai bentuk dukungan UIN (Universitas Islam Negeri) Bandung kepada DPR RI. Harapan kami dengan kunjungan ini, semoga bermakna sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat,” ungkap Dr. H. Tatang Astarudin, S.Ag, S.H, M.Si, Ketua Jurusan Ilmu Hukum UIN Bandung.

Drs. H. Tatang Astarudin, berpesan dalam sambutannya, “Nikmati saja perjalanannya, jangan merasa di rendahkan. Ini program spontan dalam rangka pengayaan wawasan perluasan sumber ajar”.

Erna Agustina S.Sos. Kepala bagian Sub Humas DPR-RI dalam pemaparannya. Mereka menampilkan prestasi institusi DPR RI dari waktu ke waktu. Sebagai upaya mendorong legislasi yang berkualitas dan membangun sistem pendukung yang memadai. Untuk fungsi-fungsi DPR RI supaya semakin berkualitas, “Berkontribusi kepada negara bisa dengan mempelajari fungsi DPR. Dan kami memiliki website www.dpr.go.id, untuk mewadahi masyarakat yang ingin mengaspirasikan pendapatnya”.

Karena tahun ini adalah tahun politik, beliau menghimbau untuk kontribusi rakyat pada negara. Ada banyak hal salasatunya adalah dengan tidak “golput”, “Kita dalam hal ini, sebagai rakyat memiliki power untuk memilih pemimpin 2019. Karena rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi”.

Andam Perwitasari, Pranata Humas DPR-RI mengatakan, “Mulai dari kita mendapat kertas pilihan, kemudian membuka kertas untuk mencoblos di bilik suara, melipat dan memasukan suara kita ke kotak suara. Mungkin tidak lebih dari 5 menit tapi itu menentukan masa Indonesia 5 tahun kedepan”.

“Buta paling buruk adalah buta politik, abainya warga negara terhadap politik. Maka dampaknya adalah dengan lahirnya anak terlantar dijalanan, prostitusi, pendidikan yang buruk dan pekerja asing dari luar negeri,” pungkas Andam Perwitasari, dalam sambutanya sebelum acara diskusi dimulai. (MIF)

About admin

Check Also

MoU BKKBN Jabar Dengan PWNU Fatayat Jawa Barat “Sepakat Kembangkan Sekolah Pranikah”…….!

Bandung, BEREDUKASI.Com – SEJATINYA semua organisasi memerlukan regenerasi. Bertempat di Auditorium Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.