Published On: Sab, Mar 2nd, 2019

Sidrotul Muntaha Lebih Termotivasi dari Latihan Tahfidz Otodidak……!

Share This
Tags

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — PROGRAM Kemenag Purwakarta di bidang Pendidikan Islam sudah menggeliat. Hal tersebut sudah dibuktikan dengan adanya pembentukan kelas yang khusus, diperuntukan untuk penghafal Al Qur’an (Tanfidz) ditingkat Madrasah Tsanawiyah (MTS), juga di tingkat Madrasah Aliyah (MA).

Program kelas Tanfidz tersebut, tentunya sangat menunjang dan dapat dirasakan langsung manfaatnya bagi para Santrinya.

Seperti diungkapkan oleh salasatu Santrinya yang duduk di bangku MTS Al-Muhajirin Purwakarta yang bernama Sidrotul Muntaha.

Menurut Sidrotul Muntaha, program Kemenag Purwakarta tersebut  memotivasinya untuk kembali mau menghafal ayat suci Al Qur’an setelah sempat sebelumnya terhenti dan vakum sama sekali.

“Sebelumnya saya Pertamakali menghafal Al Qur’an itu dulu pas kelas 3 SD. Itu pun belajarnya otodidak sampai kelas 6. Karena saat itu mau menghadapi UN. Jadi menghafal Al Quran terhenti lama,” jelas Sidrotul Muntaha.

Dan diakui juga, menghafal Al Qur’an baru kembali dilakukan. Setelah melanjutkan lagi sekolah di MTS Al- Muhajirin Purwakarta. Dengan begitu kevakumannya menghafal Al Qur’an  berlangsung selama satu tahun lebih.

Anak laki-laki kelahiran Jakarta, 29 Desember 2003 dan besar di Teluk Jambe, Karawang ini. Mengaku ketertarikan menghafal Al Qur’an, karena sering melihat vidio.

“Tadinya sering melihat para Qori di video dari sana saya jadi tertarik menghafal Al Quran,” terangnya.

Selama menghafal Al Qur’an di Pesantren dan di Madrasah, dirinya langsung mendapat bimbingan dari Guru yang kompeten.

“Awalnya menghafal secara Otodidak, tapi sekarang dibimbing langsung sama Ustadz Asep Maruf,” katanya lagi.

Dirinya mengakui terus terang, bahwa tidak jarang mendatangi langsung ke rumah Guru Tahfidz nya untuk belajar.

“Bukan cuman menghafal sih, tapi belajar jadi ahli Qor’i juga sama beliau,” imbuhnya lagi.

Selama belajar menjadi seorang Qor’i, Sidrotul Muntaha rajin meminum ramuan tradisional pemberian gurunya. Yang mana ramuan tersebut berfungsi untuk menggurah suara. Agar bisa narik nafas yang pajang waktu membaca ayat Al Qur’an.

Kini Sidrotul Muntaha mengaku telah hafal sebanyak 12 Juz ayat Al Qur’an. Namun menurut teman-temannya banyak yang mengatakan, bahwa Sidrotul Muntaha sudah hafal 30 Juz.

Dalam mempelajari ilmu Qiro’ah Sidrotul Muntaha lebih menyukai lagam khas Hijaz. Menurutnya lagam Hijaz untuk belajar Qiro’ah adalah lagam yang standar.

“Kalau lagam Hijaz itu cocok buat saya, karena tidak terlalu berat atau terlalu ringan saat dicoba,” kata Sidroltul Muntaha yang mejadi salasatu Perwakilan dari Purwakarta di Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) 2019 tingkat MTD Se-Provinsi Jabar. (Naurid Ilyasa)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>