Home / Featured / Gerakan Budaya Wisata Ramah dari Kota Batu……..!

Gerakan Budaya Wisata Ramah dari Kota Batu……..!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — KERAMAHTAMAHAN adalah pesona Indonesia
yang menjadi “nadi” bangsa ini sejak berabad silam. Sikap rendah
hati, tenggang rasa, melayani, santun, lemah lembut dan menghormati antar
sesama. Menjadi ciri bangsa Indonesia ini pula, yang sejak dulu telah memikat
hasrat pelancong mancanegara. Keramah tamahan pun telah menjadi daya tarik
Wisata.

Sikap ini pula yang ditunjukkan
Walikota Batu, Jawa Timur, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si, ketika tampil
menyampaikan taklimat “nguri-uri” (Merawat) Budaya dan Pariwisata.

“Monggo rawuh” (Silahkan
Datang) ke Kota Batu. Nanti akan disambut oleh rekan-rekan dari Dinas
Pariwisata dengan sangat senang dan tangan terbuka. Insya Allah akan saya
terima di Pendopo Balaikota Among Tani,” ujarnya, di tengah hadirin yang akan
menyaksikan pergelaran Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur, di Anjungan Jawa
Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (21/04/19).

Meskipun leading sektor
pengembangan Pariwisata menjadi tugas Dinas Pariwisata dan Budaya. Namun
menurutnya, setiap pejabat harus mampu menjadi marketing.

“Sehingga potensi Wisata kita
makin dikenal. Semua komponen juga mesti terlibat. Tidak bertumpu pada OPD
(Organisasi Perangkat Daerah) tertentu saja,” tegas Dewanti.

Pariwisata Kota Batu merupakan
salasatu yang terbesar di Indonesia. Objek wisatanya sangat beragam dari
sejarah, retail, pendidikan, hingga kawasan alam. Jumlah kunjungan wisatawan ke
kota ini, merupakan salasatu yang terbesar bersama dengan Bali dan Yogyakarta.

“Kota Batu ini kota kecil. Hanya
tiga Kecamatan, 19 Desa, lima Kelurahan. Tahun ini Kota Batu akan berusia 18
tahun. Penduduknya hanya 210 jiwa. Tapi alhamdulillah kami bisa mendatangkan
wisatawan tahun lalu sekitar 7,2 juta jiwa. Itu luar biasa,” ujar Dewanti
bangga.

Kota Batu, lanjut Dewanti,
menyimpan sejuta eksotisme. Ada Jatim Park, Batu Secret Zoo dan Eco Green Park.
Paling legendaris, kata Dewanti, adalah Slecta, merupakan obyek Wisata Buatan.

“Bentar lagi musim kemarau. Jika
musim kemarau Kota Batu justru lebih dingin mencapai 10 derajat celcius. Jadi
tidak perlu gunakan AC, karena seluruh Kota Batu saya pasangin AC. Jadi kalau
datang pertengahan tahun, jangan lupa bawa jaket,” ujarnya berkelakar. (HKS)

About admin

Check Also

Karnaval Fashion Kreasikan Barang Bekas atau Sampah yang di Daur Ulang…….!

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — DINAS Pendidikan Kabupaten Purwakarta menyelanggarakan Karnaval Pakaian Daur Ulang yang diikuti oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *