Home / Featured / Wisuda Ponpes Tahfidz SMP Ar-Rasyid Angkatan Ke-II Langkah Konsisten Bumikan Al-Qur’an…..!

Wisuda Ponpes Tahfidz SMP Ar-Rasyid Angkatan Ke-II Langkah Konsisten Bumikan Al-Qur’an…..!

Cibinong, BEREDUKASI.Com — DITENGAH hiruk pikuk berbagai
pengaruh globalisasi, Ponpes SMP Ar-Rasyid Cibinong, Kabupaten Bogor. Terus
membumikan Al-Qur’an dengan menggelar Wisuda SMP Tahfidz Angkatan Ke II di Gedung
Pusat Inovasi Lipi, Jl. Raya Bogor No.175 Nanggewer Mekar, Cibinong, Kabupaten
Bogor.

Pada hari Rabu (1/5/19) menjadi
hari yang sangat menggembirakan bagi 49 siswa kelas IX Tahfidz SMP Ar-Rasyid
Cibinong Kabupaten Bogor. Tidak hanya para siswa yang bergembira, juga para
orangtua dan guru serta seluruh keluarga besar Ponpes Ar-Rasyid.

Acara Wisuda yang bertema “Wisuda
Angkatan Ke-II dan Silaturrahim Pondok Pesantren Tahfidz Ar-Rasyid” ini
dihadiri oleh seluruh siswa-siswi/santriwan-santriwati serta dari tamu
undangan.

Pembukaan acara ini diawali
dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars Muraja’ah, Pembacaan ayat
suci Al-Qur’an, Sambutan dari Ustadz Taufik Hidayat dan Ustadz Khairil Anwar
serta Kepala Sekolah Ibu Afiyatun Hasanah S.Pd dan lain sebagainya. Dilanjutkan
denganl Prosesi Penerimaan Ijazah, Penampilan dari
Siswa-Siswi/Santriwan-Santriwati, serta Pemberian Penghargaan untuk
Santriwan-Santriwati yang Berprestasi.

“Wisuda SMP ini merupakan yang
kedua kali dilaksanakan oleh Ponpes Ar-Rasyid. Sehingga harapan kami
kedepannya, bisa menjadi dua kali lipat dari jumlah yang sekarang. Dan pastinya
membutuhkan tenaga & pikiran serta proses yang sangat panjang. Dalam
membimbing siswa untuk menjadi seorang Hafidz dan Hafidzhoh untuk bekal di dunia
dan akhirat kelak,” papar Ustadz Khairil Anwar, Mudir Pondok.

Sementara itu Ibu Afiyatun
Hasanah S.Pd, Kepala Sekolah SMPT Ar-Rasyid dalam sambutannya mengungkapkan, “3
Tahun yang lalu bapak/ibu wali murid menyerahkan putra-putrinya kepada kami.
Dan sekarang waktunya kami mengembalikan putra-putri bapak/ibu semua. Walaupun
perasaan kami yang campur aduk ini, masih belum bisa melepasnya. Dan rasa haru
dan bangga pada hari ini, ada 49 siswa kami bisa melakukan prosesi Wisuda.
Dengan berbagai proses yang kami lakukan selama ini”.

Selain itu juga, Ibu Afi
mengatakan, bukan saatnya lagi orangtua dan guru memerintahkan anak-anaknya
untuk menghafal Al-Qur’an. Karena orangtua dan guru harus bisa menjadi contoh
bagi mereka. Namun menurut Ibu Afi, sejarah mengatakan, dari banyak pertarungan
lazimnya dimenangkan oleh para penghafal Quran. Hanya orang yang menghafal
Quran yang siap memimpin di depan.

“Maka jangan jauhkan Al Quran,
hadirkan energi itu dalam kehidupan, terus berinteraksi dengan Al Quran, hingga
suatu saat nanti berdiri memimpin di depan. Orang-orang yang kuat secara
fikriyah akan mampu dikalahkan oleh orang-orang yang kuat ruhiyah,” ucap Ibu
Afi.

Wisuda SMP Tahfidz Qur’an ini,
bertujuan agar seluruh siswa-siswi serta elemen masyarakat tumbuh dan semangat
dalam menghafal Al-Qur’an. Sehinga terwujud generasi Qur’ani. Dan salasatu cara
untuk membangkitkan motivasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an,” imbuh Ibu
Afi, cara terus mempublikasikan gerakan-gerakan menghafal Al-Qur’an kepada
masyarakat.

Harapan kedepan SMP Tahfidz
Ar-Rasyid semakin berkembang dan mampu mencetak generasi bangsa yang berjiwa
Qur’ani dan akhlakul karimah. Sehingga tercipta masyarakat madani. Hal ini
menegaskan betapa pentingnya pendidikan di sekolah yang berbasis akhlak mulia.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren
Tahfidz Ar-Rasyid, Ummi Mira tidak bisa hadir dalam acara tersebut. Karenakan
beliau sedang melakukan ibadah haji. Beliau dihubungi via “live video
call” oleh salasatu Panitia Pelaksana. Dan beliau menyampaikan pada Doktrin
Leadership, ini selalu ditanamkan sekolah. Agar selalu menjadi pegangan di
manapun siswa lulusan berada.

“Selayaknya mereka senantiasa
mengingat semua ilmu yang telah kami berikan. Baik dalam bidang Aqidah, Akhlak,
Ibadah, Muamalah, serta ilmu-ilmu lainnya,” jelasnya.

Beda dengan sambutan Pembina
Yayasan Pesantren Tahfidz Ar-Rasyid, Ustadz Muhammad Januar, S.Pd. Wajib bagi
mereka untuk menyampaikan ilmu yang telah didapat. Merupakan jalan yang benar
kepada orang lain. Untuk itu kemampuan ilmu Da’wah harus terus diasah. Baik
Da’wah Umum di majelis ilmu maupun khusus pendekatan pribadi.

“Selayaknya kita yang lebih dulu
tahu dan berani menyampaikan yang kita tahu dari jalan hidup yang benar ini
(Islam). Agar menjadi garda terdepan dalam memberikan contoh kepada masyarakat.
Yakni dengan menjadi pelaksana awal tiap konsep hidup yang kita sampaikan. Amat
besar kebencian di sisi Allah SWT, jika kita mengatakan yang tidak kita
perbuat, sesuai firman-Nya dalam Surah Ash-Shaff ayat ke 3,” harapnya.

Salasatu Santri kelas IX bernama
Ahmad Melvin Pradipta mengucapkan banyak terima kasih kepada semua Guru, Ustadz
serta Ustadzah yang telah mendidik dengan ikhlas dan sabar. Sehingga dirinya
bersama teman-teman mampu melewati proses.

“Semoga menjadi amal jariah dan
berkah,” ujarnya. (A.H)

About admin

Check Also

Sweeping Di Pintu Lintas Batas RI-PNG…….!

Distrik Waris Papua, BEREDUKASI.Com — PERBATASAN wilayah adalah koridor utama dan harga diri bangsa yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *