Home / Featured / 15 ASN Terjaring Sidak GDA, Disanksi Pengurangan TKD 10 Persen……..!

15 ASN Terjaring Sidak GDA, Disanksi Pengurangan TKD 10 Persen……..!

Bandung, BEREDUKASI.Com — AWAL gebrakan berhasil menjaring 15
ASN. Inilah Operasi Pertama Tim Gerakan Disiplin Aparatur (GDA) untuk
menertibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung yang berkeliaran saat
jam kerja.

Operasi Tim GDA dipimpin Wakil
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Selasa (14/5/19). Operasi menyasar dua pusat
perbelanjaan, yaitu Pasar Baru di Jl. Oto Iskandar Dinata (Otista) dan Baltos
di Jl. Tamansari, Bandung.

Para ASN yang terjaring berkilah
dengan mengutarakan beragam alasan. Namun tim GDA yang terdiri dari
Inspektorat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Badan Kepegawaian
Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) tetap menindaknya.

“Tadi yang terjaring beralasan
jam istirahat. Tapi tadi kita temukan setelah jam istirahat,” kata Kang Yana di
sela-sela operasi.

Para ASN yang terjaring ini
didata dan diberikan imbauan. Selanjutnya, hasil pendataan akan dilaporkan
kepada atasan masing-masing ASN dan dijatuhi sanksi pengurangan Tunjangan
Kinerja Dinamis (TKD) sebesar 10 Persen.

Kang Yana berharap, para ASN yang
lain tidak mengikuti kesalahan para ASN yang terjaring. Namun ia memastikan,
operasi akan terus digelar dan akan menyasar tempat lainnya.

Kepala BKPP Kota Bandung, Yayan
Ahmad Brilyana menyatakan, “Bahwa Tim GDA akan terus Sidak secara rutin.
Kegiatan ini bukan sekadar gertak”.

“Jangan dianggap anget-anget tai
ayam, karena kita menghadapi berbagai macam pekerjaan. ASN itu harus memberikan
pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Yayan mengungkapkan, aturan jam
kerja sudah sangat jelas, termasuk perubahan selama Ramadhan.  Karenanya, jangan mencuri kesempatan untuk
berkeliaran.

Yayan juga mengingatkan, tugas
utama para ASN adalah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Karenanya, guna mengoptimalkan tugas tersebut, diharapkan agar ASN lebih
disiplin dalam bekerja.

“Di samping itu kan ASN sudah
digaji, dikasih TKD. Itu uangnya, uang rakyat. Jadi harus melayani masyarakat.
Kita harus malu pada masyarakat,” tegas Yayan. (Red)

About admin

Check Also

Karnaval Fashion Kreasikan Barang Bekas atau Sampah yang di Daur Ulang…….!

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — DINAS Pendidikan Kabupaten Purwakarta menyelanggarakan Karnaval Pakaian Daur Ulang yang diikuti oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *