Home / Featured / Audina “Galuh Banjar Kota Banjarmasin 2017” Maksimalkan Setiap Kesempatan…..!

Audina “Galuh Banjar Kota Banjarmasin 2017” Maksimalkan Setiap Kesempatan…..!

Bandung, BEREDUKASI.Com — SENYUM hangat terpancar dari Galuh Banjar Kota Banjarmasin 2017, Audina Hariyani Gazali atau yang akrab disapa “Audina” untuk berbagi cerita seputar kehidupannya.

“Saya memiliki motto hidup yaitu bekerjalah dengan maksimal dalam setiap kesempatan. Karena kita tidak tahu usaha mana yang akan membawa kita ke jalan kesuksesan,” terang 20 Besar Finalis Putri Kalimantan Selatan 2015 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2012.

Gadis yang lahir di Kota Banjarmasin, 11 Juni 1996 ini juga berkata. Bahwa jangan lupa untuk berdo’a sebelum dan sesudah berusaha, agar diberikan yang terbaik dari Tuhan.

“Last but not least, jadilah manusia yang bermanfaat untuk orang lain,” ulasnya.

Ditanya mengenai hobi, penyuka warna biru muda dan hijau tosca. Bercerita bahwa ia sedang belajar Design untuk keperluan publikasi media sosial. Dari sejak kecil ia memang senang menggambar.

“Saya rasa kemampuan Design untuk keperluan medsos ini sangat berguna di era digital. Kita perlu kemampuan yang bisa menarik orang lain untuk melihat ke arah kita, sebuah konten yang baik juga perlu tampilan yang menarik untuk dilihat orang lain. Selain itu saya juga suka membuat kreasi kerajinan tangan, membaca, olahraga dan jalan-jalan,” urainya.

Dari membuat kerajinan tangan, lanjut Audina ia bisa jadi lebih terampil dan kreatif. Sedangkan dari hobi membaca dan jalan-jalan ia merasa bisa lebih banyak bersyukur, menambah pengetahuan. Dan pelepas penat dari rutinitas sehari-hari.

“Adapun makanan favorit saya adalah bingka barandam, bingka kentang, mie habang, nasi sop banjar, rendang, sate ayam, soto lamongan, nasi uduk dan ayam goreng,” terangnya.

Mengenai cita-cita, pemilik tinggi badan 165 Cm ini berkata bahwa ia ingin menjadi seorang Psikolog. Karena ia merasa bahwa setiap manusia itu unik dan dalam menghadapi sesuatu memiliki respon yang berbeda-beda. 

“Terkadang ada yang belum bisa maksimal dalam merespon permasalahan mereka. Disinilah Psikolog itu bisa masuk. Apalagi mengingat bahwa saat ini, permasalahan manusia itu semakin kompleks dan persaingan juga terus meningkat. Saya berharap dengan menjadi seorang Psikolog bisa meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental, membantu orang lain dalam menguraikan permasalahan. Sehingga bisa menemukan titik terang serta solusi dan membantu orang lain untuk memaksimalkan kemampuan dirinya,” papar lulusan Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat.

Audina yang kerap aktif dalam kegiatan sosial ini, juga bercerita bahwa ia mengidolakan Dwi Handayani Syah Putri, Selebgram yang membuatnya berani untuk melangkahkan kaki di Pemilihan Duta Wisata, menjadi orang yang kreatif, menjadi diri sendiri, positif, dan selalu mensyukuri hidup.

“Saya juga mengidolakan Mahmud Ahmadinejad, berawal dari Resensi Buku Biografi, saya menjadi kagum dengan beliau yang awalnya hanya seorang anak pandai besi. Bisa menjadi seorang pemimpin. Setelah jadi Presiden pun beliau memilih untuk menjadi sosok yang sederhana,” tambahnya yang juga memgagumi sosok Siti Khadijah.

Ia juga mengatakan bahwa ia mudah terinspirasi dengan orang-orang yang ia temui, karena menurutnya setiap manusia memiliki cerita inspiratifnya masing-masing.

“Beberapa waktu lalu, saat sedang mengerjakan tugas akhir skripsi, ada seorang subjek yang kehilangan fungsi pergerakan kakinya, atau bisa dibilang lumpuh. Awalnya beliau ini memang sempat mengalami percobaan bunuh diri, tapi setelah itu beliau bangkit dari keterpurukan dan aktif dalam kegiatan sosial disekitarnya dan bisa bermanfaat untuk orang lain,” paparnya.

Bagi Audina, hidup ini adalah proses pembelajaran seumur hidup. Jangan takut untuk membuat kesalahan, karena dari sana kita bisa belajar lebih banyak. Dalam hidup kita memiliki kebebasan untuk memilih entah bertentangan atau beragam pilihan apapun itu. Pasti memiliki konsekuensinya masing-masing, yang bisa kita lakukan adalah bekerja keras berdamai dengan konsekuensinya.

“Saat ada masalah, saya percaya akan ada kemudahan yang mengiringinya. Dan saat ada masalah giliran kita untuk berjuang berdamai dengan permasalahan,” tandas anak tunggal ini.

Audina berharap bahwa kedepannya ia bisa mencintai dan menghargai diri sendiri. Sehingga bisa lebih baik lagi dalam menghargai orang lain. Semoga kita juga bisa lebih disiplin dan lebih banyak bertindak saat mengahadapi masalah. (Tiwi Kasavela)

About admin

Check Also

Tips Mendekorasi Rumah Dengan Ornamen Stainles “Ala” Pak Ali Rusman…….!

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — RUMAHKU Istanaku, slogan itu merepresentasikan rumah adalah cerminan kehidupan sebuah keluarga. Tidaklah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.