Home / Featured / Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Di Kalangan Santri Di Purwakarta….!

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Di Kalangan Santri Di Purwakarta….!

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — KEMENTERIAN Perindustrian melalui
Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) berupaya
menumbuhkan Wirausaha baru di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, melalui
Program Wira Usaha Baru (WUB) Santri Bidang Industri.

Direktur Jenderal IKMA Gati
Wibawaningsih S.teks,MA mengatakan, Pondok Pesantren dapat berperan strategis
dalam mendukung pertumbuhan Industri di Indonesia.

“Pondok Pesantren
memiliki  peran sebagai “Agent of
Development” yang sangat penting dan strategis. Dalam mengembangkan sumber daya
masyarakat di pedesaan. Sehingga menjadi sarana yang penting dalam pemberdayaan
ekonomi masyarakat,” terangnya.

Berdasarkan sensus Kementerian
Agama di tahun 2014-2015, jumlah Pondok Pesantren di Indonesia. Diperkirakan
sebanyak 28.961 yang tersebar di seluruh Provinsi dengan total Santri sekitar
4.028.660 Santri. Gati menerangkan penyaluran bantuan untuk Ponpes
Al-Muhajirin, berdasarkan potensi yang ada di Pesantren itu.

“Pondok Pesantren
Al-Muhajirin Purwakarta, menjadi salasatu fokus penumbuhan Wirausaha Industri,
dimana potensi yang dimiliki Pondok Pesantren dengan jumlah Santri lebih dari
4.000 orang. Dan sudah memiliki Unit Bisnis dibidang Percetakan, Konveksi, Peternakan
Ikan dan Pertanian. Serta lokasi Pondok Pesantren yang berada disekitar
pemukiman penduduk sangat strategis untuk berwirausaha dibidang tersebut,”
kata Gati, beberapa waktu yang lalu.

Program Penumbuhan Wirausaha Baru
IKM di Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta. Diberikan dalam bentuk
bimbingan teknis serta fasilitasi mesin/peralatan Produksi Roti.

“Pada kegiatan bimbingan teknis
ini, diawali dengan materi kewirausahaan yang diikuti 100 orang peserta.
Sedangkan untuk materi teknis Produksi Pengolahan Roti, GMP dan Kemasan diikuti
oleh 20 orang peserta sampai dengan tanggal 13 Juli 2019.” tutur Dirjen IKMA.

Tidak hanya WUB di AL-Muhajirin,
dibentuk juga program Santripreneur oleh Ditjen IKMA pada tahun 2013 hingga
tahun 2018 telah membina sebanyak 22 Pondok Pesantren. Dengan lebih dari 3000
Santri, telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan.

“Cakupan ruang lingkup pembinaan
kami diantaranya Pelatihan Produksi dan bantuan mesin/peralatan di bidang
olahan pangan & minuman (Roti dan Kopi), Perbengkelan Roda Dua, Kerajinan
Boneka dan Kain Perca, Konveksi Busana Muslim dan Seragam, Daur Ulang Sampah
dan Produksi Pupuk Organik Cair,” terang Gati, kepada BEREDUKASI.Com

Diacara yang sama Kepala Bidang
Perindustrian Diskoperindag Purwakarta, Tiktik Kartika Wulansari, SE. MAP.
Dalam sambutan acara mengapresiasi bantuan tersebut, terlebih pemanfaatan
bantuan yang di berikan sangat membantu meningkatkan Produksi Industri Kecil,
Menengah, Aneka dan Wira usaha baru.

“Kami mengucapkan
terimakasih untuk kehadiran Dirjen IKMA Ibu Gati Wibawa Ningsih S.teks, MA.
Juga untuk pemberian Program Wira Usaha Baru kepada pelaku usaha di Kabupaten
Purwakarta,” terang Tiktik Kartika Wulansari.

Pondok Pesantren juga memiliki
potensi pemberdayaan ekonomi, mengingat sudah banyak Pondok Pesantren yang
mendirikan Koperasi, mengembangkan berbagai unit bisnis atau industri berskala
kecil dan menengah serta memiliki inkubator bisnis.

Dengan jumlah Pondok Pesantren
dan Santri yang cukup besar. Pondok Pesantren memiliki potensi yang strategis,
untuk mendukung pembangunan Ekonomi Nasional, salasatunya melalui Penumbuhan
Wirausaha Industri Baru di lingkungan Pondok Pesantren. (Wief)

About admin

Check Also

Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Kejurnas Kempo 2019……!

Bandung, BEREDUKASI.Com — KOTA Bandung akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Kempo 2019. Yang digelar pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *