Home / Featured / Pemkab Purwakarta Larang ASN Purwakarta Gunakan Gas Melon…..!

Pemkab Purwakarta Larang ASN Purwakarta Gunakan Gas Melon…..!

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — PEMKAB Purwakarta telah menyiapkan
sanksi bagi ASN yang masih menggunakan Gas Bersubsidi. Terlebih adanya aturan
mengenai sasaran Subsidi Elpiji ini juga tertuang dalam Pasal 20 ayat (2)
Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 terkait sasaran pengguna Gas Subsidi
maksimal pendapatan sebesar Rp.1,5 juta.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna
Mustika bahkan bersikap tegas akan memberikan sanksi bagi ASN yang terbukti
masih menggunakan LPG Bersubsidi. Terlebih sesuai aturan peruntukan penggunaan
LPG bersubsidi kalaupun terbukti akan ditindak melalui BKPSDM.

“Tadi sudah ada kategorinya
nah, kalau di cek dari ASN yang penghasilannya lebih dari 1,5 juta. Artinya
sudah tidak berhak lagi. Semua ASN di Purwakarta dilarang menggunakan Gas
Subsidi. Kalaupun terbukti maka sanksinya adalah potongan tunjangan
kinerjanya,” kata Anne disela-sela Deklarasi ASN Gunakan LPG Non-Subsidi,
di Bale Yudhistira Purwakarta, Senin (15/7/19).

Terkait pengawasan, Anne
mengatakan bahwa akan melibatkan masyarakat serta pangkalan gas. Selain itu ASN
harus melampirkan bukti tidak menggunakan gas bersubsidi.

Apalagi menurut Anne, ASN akan
mudah diketahui terutama di lingkungan masyarakat. Sehingga pihaknya
mempersilakan melaporkan, apabila diketahui ASN menggunakan Gas Non Subsidi.

“Ada laporan dan ada bukti
silahkan laporkan ke kami. Nanti saya akan menindak melalui BKPSDM, selain itu
di kroscek harus berkeliling dari Dinas maupun dari Pertamina atau di bawah
organisasinya,” ungkap Bupati yang biasa disapa Ambu ini.

Bukan hanya ASN, Anne juga akan
menindak pangkalan yang terbukti menjual Has Subsidi tidak untuk peruntukannya.
Bahkan dirinya meminta agar semua pihak terkait,l untuk melakukan pengawasan
serta sosialisasi baik pada masyarakat maupun Pangkalan.

“Saya meminta, kalau nanti
ada yang nakal pangkalannya menjual yang bukan peruntukannya. Saya minta izin
usahanya pangkalan itu dicabut. Kan sudah jelas mereka tahu. Daftar, nama
penerima gas elpiji sudah terdaftar di RT/RW,” jelas Anne.

Sedangkan menurut Unit Manager
Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR)
III Dewi Sri Utami mengungkapkan, pada tahun 2019, pengguna LPG Non Subsidi di
Kabupaten Purwakarta mencapai 10% dari total konsumsi LPG. Baik LPG Subsidi
(Public Service Obligation/PSO) 3 KG maupun LPG Non Subsidi yakni Bright Gas
5,5 KG 12 KG dan 50 KG. Total konsumsi LPG di Purwakarta sekitar 730 ribu
tabung per bulan.

Dewi berharap, konsumsi dari ASN
diharapkan bisa meningkatkan pengguna LPG Non Subsidi menjadi 20%.

“LPG Subsidi 3 KG sesuai
peraturan pemerintah diperuntukkan untuk masyarakat miskin. Karena itu kuota
untuk tiap daerah dibatasi sesuai dengan ketentuan Pemerintah. Kami menghimbau
masyarakat yang tidak berhak untuk menggunakan produk LPG Non Subsidi, sehingga
penggunaan LPG 3 KG benar-benar tepat sasaran,” jelas. (Wief)

About admin

Check Also

Karnaval Fashion Kreasikan Barang Bekas atau Sampah yang di Daur Ulang…….!

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — DINAS Pendidikan Kabupaten Purwakarta menyelanggarakan Karnaval Pakaian Daur Ulang yang diikuti oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *