Home / Featured / “PSBB Proporsional” Kota Bandung, Rumah Ibadah Boleh Buka…….! 

“PSBB Proporsional” Kota Bandung, Rumah Ibadah Boleh Buka…….! 

Bandung, BEREDUKASI.Com — PEMERINTAH Kota Bandung akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional. Salasatu hal terpenting, Rumah Ibadah boleh menggelar Peribadatan.

Hal itu berdasarkan hasil evaluasi PSBB Kota Bandung dan hasil rapat terbatas Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda),

Wali Kota Bandung Oded M. Danial akan segera mengeluarkan peraturan baru untuk mempertegas kondisi ini.

“Kota Bandung akan melaksanakan PSBB Proporsional. PSBB ini akan dimulai dari Komunitas yang dampak dan potensi penularan virusnya paling rendah. Lalu akan kita evaluasi terus sehingga secara bertahap akan terus berubah,” ungkap Oded, saat konferensi pers usai rapat terbatas di Balai Kota Bandung, Jumat (29/5/2020).

PSBB Proporsional yang dimaksud adalah menambah Sektor-Sektor yang dikecualikan pada pembatasan sosial. Berdasarkan kesepakatan para Pimpinan Daerah, Komunitas yang akan diperbolehkan beroperasi pertama kali adalah Rumah Ibadah.

“Tempat Ibadah (boleh dibuka), namun akan dibatasi 30%. Semuanya (dilaksanakan) dengan Protokol Kesehatan,” jelas Oded.

Sektor lain yang akan diperbolehkan adalah perkantoran, baik lembaga milik Pemerintah maupun Swasta. Pertokoan Mandiri juga akan dipersilakan beroperasi. Namun, Pemkot Bandung masih belum mengizinkan Mall dan Pusat Perbelanjaan beroperasi.

Oded juga menekankan, agar tetap mempertahankan jumlah aktivitas di sektor yang dikecualikan maksimal sebesar 30%. Misalnya, jika Restoran akan memperbolehkan makan di tempat, maka hanya 30% kapasitas tempat duduk itu yang diperkenankan untuk dibuka.

Selain itu, titik pengecekanya di perbatasan akan dihilangkan. Petugas kepolisian akan mengalihkan penjagaan untuk memastikan Sektor-Sektor yang dikecualikan melaksanakan protokol yang sudah ditetapkan.

Sekolah juga belum akan dibuka selama masa PSBB Proporsional ini. Menurut Oded, sekolah justru adalah Sektor Terakhir yang akan dikecualikan dari PSBB. Hal itu mengingat adanya kekhawatiran terjadi penularan di sekolah.

Di sisi lain, Oded pun menegaskan, meskipun PSBB Proporsional ini diberlakukan, Jaring Pengamanan Sosial tetap akan berjalan seperti biasa. Para penerima bantuan akan tetap mendapatkan haknya sampai bulan Juli 2020.

“JPS itu harus terus dilaksanakan. Kalau itu tidak boleh berhenti,” tegasnya. (nur/ris).

About admin

Check Also

Melibatkan Sekolah Swasta Saat Membuat Perencanaan Bidang Pendidikan………!

Bandung, BEREDUKASI.Com — KETUA Pembina Yayasan PGII, Djaman Satori berharap Pemerintah Kota Bandung. Melibatkan Sekolah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.