Home / Featured / Prodi Hukum Ekonomi Syariah UIN Bandung Sukses Pertahankan Akreditasi “A” BAN-PT………!

Prodi Hukum Ekonomi Syariah UIN Bandung Sukses Pertahankan Akreditasi “A” BAN-PT………!

Bandung, BEREDUKASI.Com — PROGRAM Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), UIN SGD Bandung meraih akreditasi “A”. Seiring telah dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nomor SK 2851/SK/BAN-PT/Ak-PPJ/S/V/2020, tertanggal 5 Mei 2020.

Dekan FSH Dr. Fauzan Ali Rasyid, M.Si yang saat itu didampingi Wakil Dekan I Dr. H. Syahrul Anwar, M.Ag; Wakil Dekan II Dr. H. Ateng Ruhendi, M.Pd; Wakil Dekan III Dr. H. Aden Rosadi, M.Ag dan Ketua Jurusan HES Dr. Jaenudin, M.Ag; di Kampus FSH UIN Bandung memeberikan komentar.

“Alhamdulillah, kami telah meraih akreditasi “A”, dengan Nilai 366, setelah ada keputusan dari Direktorat BAN-PT nasional bulan lalu,” ujar Fauzan Ali pada Jumat (19/6/2020).

Menurut Dekan FSH, pencapaian yang luar biasa ini membuktikan bahwa FSH mampu mempertahankan kualitas akademik, meskipun di masa darurat Covid-19.

“Kita hanya perlu optimis dan siap mengikuti Asesmen Sertifikasi dari The ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA),” tandasnya.

Dekan menyatakan nilai akreditasi istimewa yang diraih Jurusan Muamalah ini. Berkat kerja keras, usaha, soliditas dari civitas akademika.

“Atas nama Fakultas kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, Stakeholder, Universitas, Pimpinan, Dosen, Tenaga Kependidikan, Mahasiswa dan Alumni,” ujarnya.

Dengan adanya perolehan Akreditasi ini, semoga membawa berkah bagi keluarga besar FSH dan UIN SGD Bandung. Sekaligus semakin meningkatkan kepercayaan Publik kepada Prodi HES ini. Dan, ke depannya Prodi HES dapat memperkuat jejaring dengan dunia usaha dalam mengisi era Industry 4.0.

“Tugas berikutnya adalah bagaimana prodi lainnya, Hukum Tata Negara dan Hukum Keluarga. Jun mampu mempertahankan nilai A, mengikuti jejak HES, Ilmu Hukum, Hukum Pidana Islam, dan Perbandingan Mazhab dan Hukum, yang memperoleh akreditasi yang sama yaitu “A”,” katanya.

Ditanya tentang proses kegiatan akademik, Dekan menjelaskan bahwa sisi positif masa Covid-19 ini proses akademik bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal, dari mulai perkuliahan, praktikum, proses bimbingan, UTS, UAS, Komprehensif dan munaqosah.

“Pada masa Covid-19 secara total, kita menggunakan sistem Daring, padahal sebelumnya hanya mencanangkan 30 Persen,” pungkas Dr. Fauzan. (MIF).

About admin

Check Also

Melibatkan Sekolah Swasta Saat Membuat Perencanaan Bidang Pendidikan………!

Bandung, BEREDUKASI.Com — KETUA Pembina Yayasan PGII, Djaman Satori berharap Pemerintah Kota Bandung. Melibatkan Sekolah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.