23.4 C
Indonesia
Saturday, 16 October 2021

50.000 Warganet Minta BPOM Lindungi Bayi Dan Ibu Hamil Dari Paparan BPA…….!

Jakarta, BEREDUKASI.Com — LEBIH dari 50 ribu warganet menandatangani Petisi yang diinisiasi oleh Perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL).

Petisi tersebut mengajak masyarakat bersama mendukung BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Agar mengeluarkan peraturan Label Peringatan Konsumen galon guna ulang yang mengandung BPA.

“Tujuannya melindungi konsumen usia rentan agar air yang dikemas dalam galon guna ulang tidak dikonsumsi Bayi, Balita dan Janin pada Ibu Hamil,” terang Ketua Umum Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL), Roso Daras kepada wartawan, di Jakarta, Jum’at (5/2/2021).

Roso Daras melihat jumlah partisipasi warga yang ikut menandatangani petisi tersebut. Menunjukkan masyarakat mulai mengerti akan bahaya BPA. Mereka secara nata ikut berkontribusi menyebarkan informasi tentang bahayanya BPA kepada pihak lain.

“Semakin banyak yang mengetahui tentu saja akan semakin banyak Bayi, Balita dan Janin yang terbebas dari paparan BPA,” ungkapnya.

Lembaga Nirlaba yang dikelolanya, kata Roso Daras, merasa perlu ikut melindungi kesehatan masyarakat dengan Zero Toleransi terhadap zat BPA, diantaranya melalui kebijakan Label Peringatan Konsumen.

Dasar pembuatan Petisi tersebut, kata Roso, dilakukan dengan mencermati. Bahwa selama ini Indonesia dinilai lalai terhadap Bahaya BPA. Yang terkandung dikemasan galon isi ilang polikarbonat yang mengandung BPA.

“Sementara Dunia Kesehatan International telah menyampaikan paparan bahaya BPA. Karena itu kami mengajukan Petisi untuk memberikan peringatan konsumen pada label kemasan galon isi ulang yang mengandung BPA,” terangnya.

Kemasan galon isi ulang yang terbuat dari bahan plastik polikarbonat mengandung zat BPA berbahaya. Yang dapat larut dalam air. Kemasan yang mengandung zat BPA berbahaya ini ditandai dengan logo “Segitiga No.7”

Karena itu, Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) memandang label peringatan konsumen ini perlu dicantumkan. Dalam kemasan galon isi ulang BPA untuk melindungi masyarakat. Mengingatkan tentang bahayanya paparan zat BPA yang dapat mengakibatkan terganggunya hormonal, perkembangan organ tubuh, perilaku, serta gangguan kanker di kemudian hari.

Di banyak Negara penggunaan BPA sudah dilarang. Khususnya di sejumlah di Negara Eropa, antara lain : Austria (2011), Belgia (2012), Swedia (2012), Prancis (2012), Canada (2012), Denmark (2013), dan negara lainnya.

Tahun 2018 lembaga internasional, yaitu SGS (Societe Generale de Surveillance) mengeluarkan kompilasi regulasi dunia pelarangan BPA yang kontak dengan kemasan pangan.

Di tahun yang sama, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan pedoman bimbingan teknis. Perizinan perbekalan kesehatan rumah tangga. Salasatunya Botol Bayi harus ada Sertifikat Bebas BPA.

Bahkan awal Januaru 2021 peneliti dari Thailand, Amerika Serikat dan Jepang merilis, bahwa BPA menyebabkan risiko Autisme. The Food and Drug Administration (FDA) of the Philippines, juga mengeluarkan larangan BPA untuk Botol Bayi.

JLPPI (Jejaring Labolatorium Pengujian Pangan Indonesia), juga menyampaikan. Bahwa Regulasi Migrasi BPA masih sangat minim. Padahal bahaya BPA selalu membayang-bayangi konsumen tertuma produk yang terbuat dari Plastik Polikarbonat.

“Jadi sangat disayangkan di Indonesia peraturan BPA belum diatur secara ketat. Karena itu sebaiknya kemasan galon guna ulang diberi label BPA agar tidak di konsumsi oleh Bayi, Balita dan Janin yang dikandung Ibu Hamil,” tegas Roso.

“Melaksanakan Fungsi Edukasi”
Terkait Visi dan Misi perkumpulan Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL), terang Roso, ingin melaksanakan fungsi edukasi bagi masyarakat terhadap isu-isu kesehatan dan lingkungan. Visinya adalah kesehatan dan lingkungan yang baik menjamin kesejahteraan bangsa.

Organisas ini dibentuk, 10 November 2019. Misinya membangun Sarana dan Prasarana Pelatihan Jurnalis Kesehatan dan Lingkungan.

“Mewujudkan tata kelola organisasi profesi yang profesional dan akuntabel. Mendorong lahirnya kebijakan publik yang pro terhadap isu kesehatan dan lingkungan,” terang Roso Daras. (Eddie Karsito).

Related Articles

JB TEAM Pemprakarsa Renovasi Rumah Tidak Layak Huni, Secara Swadaya Masyarakat

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- RUMAH tidak layak huni milik keluarga Amin (49) di Kampung Puteran Kaler RT.04. RW.02, Desa Puteran, Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, Jawa...

Tursyina Kegiatan Menyalurkan Hobi Mengendarai Motor, Tapi Dengan Niat Ibadah

YOGYAKARTA, BEREDUKASI.Com -- HOBI mengendarai motor tidaklah dilarang. Sebagaimana Rasulullah yang hobi berkuda. Hanya saja setiap harta, perbuatan yang kita miliki dan lakukan pasti...

Program Desa Wisata Menteri Sandiaga Uno, Mewujudkan Harapan dan Mimpi Warga Desa

PANGANDARAN, BEREDUKASI.Com -- DESA Wisata program yang memajukan pedesaan dan ekonomi masyarakat. Potensi yang ada suatu desa menjadi perhatian kementrian Parwisata dan Ekonomi Kreatif...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

JB TEAM Pemprakarsa Renovasi Rumah Tidak Layak Huni, Secara Swadaya Masyarakat

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com -- RUMAH tidak layak huni milik keluarga Amin (49) di Kampung Puteran Kaler RT.04. RW.02, Desa Puteran, Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, Jawa...

Tursyina Kegiatan Menyalurkan Hobi Mengendarai Motor, Tapi Dengan Niat Ibadah

YOGYAKARTA, BEREDUKASI.Com -- HOBI mengendarai motor tidaklah dilarang. Sebagaimana Rasulullah yang hobi berkuda. Hanya saja setiap harta, perbuatan yang kita miliki dan lakukan pasti...

Program Desa Wisata Menteri Sandiaga Uno, Mewujudkan Harapan dan Mimpi Warga Desa

PANGANDARAN, BEREDUKASI.Com -- DESA Wisata program yang memajukan pedesaan dan ekonomi masyarakat. Potensi yang ada suatu desa menjadi perhatian kementrian Parwisata dan Ekonomi Kreatif...

Hasil Raker PWI, Salasatunya Pembentukan Secara Formil LBH PWI Kota Bandung.

PANGANDARAN, BEREDUKASI.Com -- DALAM Pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bandung. Akhirnya dapat menghasilkan proyeksi program ke depan yang...

Meriahnya Pasundan Ride bank bjb 2021

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- bank bjb mendukung salah satu event sepeda terbesar di Kota Bandung, Pasundan Ride, yang diselenggarakan pada Sabtu 9 Oktober 2021 hingga...