
Kolaborasi PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), Resmi Menjadi Program untuk Dorong Inovasi Logistik Nasional
BANDUNG, BEREDUKASI.COM – PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) secara resmi memperluas kolaborasi strategisnya dengan dunia akademis melalui kerjasama dengan (FTI) ITB. Acara ini berlangsung di Laboratorium Logistik, Fakultas Teknik Industri (FTI) ITB, Jawa Barat.
Kehadiran SPIL di ITB menandai langkah penting dalam menghubungkan keahlian teknis antara praktisi dengan tim akademisi, melalui beberapa program. Seperti penelitian bersama dan ada program lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan solusi inovatif guna menjawab tantangan Sektor Pelayaran dan Logistik di Indonesia yang kian kompleks.
Acara peresmian ini diisi dengan rangkaian agenda resmi, meliputi serah terima Maket Kapal, prosesi pertukaran plakat, hingga peninjauan langsung fasilitas Laboratorium Logistik yang akan menjadi Pusat Kolaborasi ini.
Dalam acara tersebut, ITB diwakili oleh Prof. Ir. Tirto Prakoso, S.T., M.Eng., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Teknik Industri ITB. Sementara itu, PT SPIL diwakili oleh Dominikus Putranda Romo Ganggut, selaku General Manager Human Capital & Corporate Affairs PT SPIL. Kolaborasi ini berfokus pada empat pilar utama yaitu:
1. Optimasi Logistik: Pemanfaatan teknologi canggih dan metodologi Industrial Engineering untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok.
2. Penerapan Kecerdasan Buatan (AI): Pengembangan riset berbasis data dan AI untuk mendukung pengambilan keputusan strategis di industri maritim.
3. Riset Kolaboratif: Integrasi riset antara dosen, peneliti ITB, dan tim ahli dari PT SPIL.
4. Pengembangan Talenta: Program magang berbasis proyek bagi mahasiswa ITB untuk terlibat dalam penyelesaian masalah nyata di industri.
Prof. Ir. Tirto Prakoso, S.T., M.Eng., Ph.D., Dekan FTI ITB, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari implementasi link and match antara universitas dan industri.
“Kehadiran SPIL di Laboratorium Logistik kami akan memberikan akses bagi mahasiswa dan peneliti untuk berinteraksi langsung dengan data dan kasus riil di lapangan. Kami berharap kolaborasi ini menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aplikatif bagi industri logistik nasional,” ujarnya.
Di sisi lain, Dominikus Putranda Romo Ganggut, General Manager Human Capital & Corporate Affairs PT SPIL, menekankan pentingnya sinergi ini dalam mempercepat digitalisasi logistik.
ITB memiliki reputasi luar biasa dalam pengembangan teknologi dan efisiensi industri. Melalui program ini, SPIL berkomitmen untuk terus mendukung Ekosistem Riset yang mampu melahirkan solusi-solusi disruptif, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan di Sektor logistik.
Peresmian ini ditutup dengan sesi Diskusi dan ramah tamah antara jajaran pimpinan ITB, manajemen PT SPIL, serta awak media. Dengan adanya program ini di Bandung, diharapkan tercipta standar baru dalam kolaborasi riset yang memperkuat industri logistik Indonesia. (***).




