FeaturedPendidikanSMA/SMK

FIKOM UNISBA dan SMA PGII Bandung Dorong Ketahanan Keluarga di Era AI, Melalui Penguatan Komunikasi Orang Tua dan Remaja

BANDUNG, BEREDUKASI.COM — PERKEMBANGAM Artificial Intelligence (AI), menghadirkan banyak kemudahan bagi kehidupan manusia, termasuk bagi remaja.

Namun di balik manfaat tersebut, muncul Fenomena Baru ketika AI mulai digunakan. Tidak hanya sebagai alat belajar, tetapi menjadi tempat berbagi cerita, mencari dukungan emosional, hingga ruang percakapan personal bagi remaja.

Menjawab Fenomena tersebut, Universitas Islam Bandung melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Bandung (LPPM UNISBA). Menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang di usung oleh Tim dari Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM UNISBA) bekerja sama dengan SMA PGII Bandung. Menyelenggarakan kegiatan PkM bertajuk “Revitalisasi Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi Ketergantungan Remaja terhadap AI Companion dengan Metode Luqmanul Hakim”, pada Selasa (12/5/2026). Dihadiri siswa kelas X sebanyak 90 orang siswa dan Sabtu (23/52026) yang dihadiri Orang tua siswa, keduanya bertempat di Aula SMA PGII 1 Jl. Penata Yudha Bandung.

Rangkaian kegiatan juga menjadi momentum penguatan kerja sama antara FIKOM UNISBA dan SMA PGII Bandung. Melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA). Sebagai bentuk Kolaborasi berkelanjutan di Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada amasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan Fakultas Ilmu Komunikasi UNISBA disampaikan oleh Ketua Tim PkM Indri Rachmawati, S.Sos., M.I.Kom., dalam sambutannya disampaikan. Bahwa perkembangan teknologi harus direspons melalui penguatan relasi manusia, khususnya dalam lingkungan Keluarga.

“Teknologi tidak dapat menggantikan kehangatan komunikasi dalam keluarga. Ketika anak merasa didengar, dipahami dan diterima. Keluarga akan tetap menjadi ruang aman utama bagi mereka,” jelas Indri Rachmawati.

Program ini dikembangkan dari perspektif Ilmu Komunikasi, khususnya Komunikasi Keluarga dan Komunikasi Pendidikan, yang diperkuat dengan pendekatan Psikologi Komunikasi. Serta nilai-nilai Islam melalui Metode Luqmanul Hakim.

Sasaran kegiatan melibatkan Orang tua dan siswa SMA, melalui berbagai aktivitas seperti Literasi AI, penguatan komunikasi keluarga, psikologi komunikasi remaja, regulasi emosi, hingga pengembangan ruang aman bercerita dalam keluarga (Family Safe Space).

Tim PKM juga memperkenalkan Model Komunikasi Keluarga 5R (Respect, Reflect, Respond, Regulate, Reinforce). Sebagai pendekatan praktis yang dapat diterapkan Orang tua, dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan remaja di Era Digital.

Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan kesadaran siswa mengenai pentingnya keluarga, sebagai Sumber Dukungan Emosional Utama. Serta meningkatnya pemahaman mengenai penggunaan AI secara sehat dan bijak.

Melalui kegiatan ini, UNISBA Khususnya Tim PkM Fikom UNISBA berharap, penguatan Komunikasi Keluarga, dapat menjadi strategi preventif dalam menghadapi tantangan Perkembangan Teknologi. Sekaligus memperkuat ketahanan keluarga, di tengah perubahan Sosial yang semakin cepat. (***).

Related Articles

Back to top button