FeaturedPendidikanSD

SDN 167 Mengger Girang Kota Bandung, Terus Menunjukkan Komitmennya Dalam Menghadirkan Pembelajaran yang Kreatif dan Inovatif

BANDUNG, BEREDUKASI.COM – SDN 167 Mengger Girang Kota Bandung yang sekarang ini Kepala Sekolahnya, Isma Nur Fenty Pane, S.Pd.,M.M. Terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang Kreatif dan Inovatif.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah PejHuANG (PEmbelaJaran Huruf Hijaiyah Asyik dengan Ngoding Interaktif). Berupa Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) yang digagas oleh Ela Nurlelasari, S.Pd.I.

PejHuANG lahir dari kebutuhan nyata di kelas, khususnya dalam membantu siswa yang masih berada pada level kemampuan Iqro Dasar. Serta siswa yang kerap tertukar dalam mengenali dan menuliskan Huruf Hijaiyah yang memiliki kemiripan bentuk.

Pendekatan pembelajaran konvensional yang mengandalkan pengulangan dan salin-menulis, dinilai belum cukup memberikan jangkar visual bagi siswa. Kondisi tersebut mendorong lahirnya pendekatan pembelajaran yang lebih Aktif, Visual, dan Menyenangkan.

Melalui PejHuANG, pembelajaran huruf Hijaiyah dipadukan dengan logika komputasional. Dengan menggunakan pendekatan Unplugged Coding. Menariknya, metode ini tidak bergantung pada Gawai, Internet atau Laboratorium Komputer. Justru diajak menjadi “Programmer Cilik”, melalui LKPD Fisik yang menggunakan Kode Warna dan Bentuk Visual.

Dalam proses pembelajaran, siswa diajak mengenali pola, menerjemahkan kode (Decoding), menyusun urutan (Sequencing). Kemudian menuliskan Huruf Hijaiyah secara langsung.

LKPD tersebut, tidak hanya berfungsi sebagai Lembar Tugas, tetapi menjadi Media Belajar, Arena Latihan, Portofolio. Bahkan sekaligus Instrumen Asesmen Gormatif bagi Guru untuk memetakan kesalahan siswa secara lebih tepat.

Penerapan PejHuANG menunjukkan respons positif dari para siswa. Hasil refleksi menunjukkan 92,9 persen siswa merasa senang mengikuti pembelajaran, 89,3 persen. Menilai Kode Warna dan bentuk sangat membantu membedakan Huruf Hijaiyah yang serupa dan 96,4 persen menyatakan ingin kembali belajar menggunakan metode tersebut.

Pendekatan ini juga turut mendukung penurunan jumlah siswa pada level Iqro Dasar dalam pemetaan BTAQ sekolah.

Inovasi PejHuANG kemudian memperoleh pengakuan dalam Bandung Innovation Festival 2026 bertajuk “Accelerating Impact Through Innovation”. Bahkan SDN 167 Mengger Girang Kota Bandung ini, tercatat sebagai Penerima Penghargaan Top 25 Proposal Inovasi Terbaik. Melalui inovasi “PEmbelaJaran Huruf Hijaiyah Asyik dengan Ngoding Interaktif”.

Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi pembelajaran yang berangkat dari kebutuhan nyata siswa. Memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.

Ela Nurlelasari, S.Pd.I juga, tercatat sebagai peserta dalam Bandung Innovation Festival 2026 “Accelerating Impact Through Innovation”.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari ruang berbagi praktik baik dan pengembangan inovasi pendidikan.

Bagi SDN 167 Mengger Girang, capaian Top 25 bukan sekadar penghargaan. Tetapi menjadi Motivasi untuk terus membangun Budaya Inovasi di lingkungan sekolah.

PejHuANG menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dapat dikemas secara kreatif dengan memadukan nilai Keagamaan, Permainan Pola, Logika Komputasional dan aktivitas Visual. Tanpa harus bergantung pada perangkat Digital.

Ke depan, PejHuANG diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi model pembelajaran yang semakin efektif dan mudah direplikasi.

Dari SDN 167 Mengger Girang, inovasi ini menunjukkan bahwa Ruang Kelas dapat menjadi Laboratorium Kreativitas, Tempat Guru dan siswa, bersama-sama menemukan cara belajar yang lebih Menarik, Percaya Diri dan Bermakna. (Red)

Related Articles

Back to top button