
Semarak HJKB di SDN 133 Jalan Anyar, Kota Bandung, Siswa Belajar Mencintai Bandung Lewat Budaya Sunda
BANDUNG, BEREDUKASI.COM – BANYAK cara mengenalkan Kota Bandung kepada anak-anak. Di SDN 133 Jalan Anyar Kota Bandung. Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB), menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal Kotanya melalui Sejarah, Kesenian hingga Permainan Tradisional Sunda.
Kegiatan yang berlangsung Jumat, (25/9/2026) itu melibatkan para Siswa, Guru hingga Orang tua. Berbagai penampilan disiapkan dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan. Agar para siswa, dapat mengalami langsung Nilai Budaya yang diperkenalkan.

Kepala SDN 133 Jalan Anyar Kota Bandung, Wiwin Nurhayati mengatakan, pendekatan tersebut dipilih karena siswa Sekolah Dasar. Lebih mudah memahami sesuatu, melalui apa yang mereka lihat dan alami.
“Karena kami berada di jenjang Sekolah Dasar, upaya yang bisa kami laksanakan dibuat sesederhana mungkin, tetapi tetap bermakna bagi para siswa. Para siswa mencerna sesuatu secara visual dan melalui pengalaman. Supaya mereka mengenal, mengalami, kemudian menyayangi dan peduli terhadap Kota Bandung,” papar Wiwin.
Kegiatan dimulai dengan do’a untuk Kota Bandung, dilanjutkan Pembacaan Sejarah Kota Bandung oleh siswa. Kemeriahan kemudian berlanjut melalui Flashmob yang diikuti Siswa dan Guru.
Panggung Sekolah juga diisi beragam Kesenian. Siswa menampilkan Permainan Angklung, Tari Mojang Priangan, Pupuh hingga Senam Pencak Silat.
Ada pula penampilan yang berbeda, dari seorang siswa kelas 1. Siswa ini penyandang Disabilitas yang memiliki ketertarikan sangat besar. Terhadap Wayang Golek, bahkan mendapat kesempatan tampil sebagai Dalang Cilik.
Di hadapan teman-temannya, ia memperkenalkan sejumlah Tokoh Pewayangan. Bagi sekolah, penampilan tersebut, bukan hanya bagian dari Pertunjukan Budaya, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak.
“Kami punya Dalang Cilik kelas 1. Ada siswa kami yang Disabilitas, tetapi memiliki kecintaan yang besar terhadap Seni Wayang Golek. Kami tampilkan sebagai Penyemangat, membangun kepercayaan dirinya. Sekaligus mengenalkan nama-nama Wayang kepada seluruh siswa,” tandas Wiwin.
Kegembiraan siswa berlanjut melalui Kaulinan Barudak/Kaulinan Urang Lembur. Berbagai Permainan Tradisional Sunda, diperkenalkan, diantaranya Paciwit-ciwit Lutung dan Oray-orayan. Permainan disesuaikan dengan tingkatan kelas, agar dapat diikuti para siswa.
Wiwin mengatakan, pengenalan terhadap Kota Bandung tidak hanya berkaitan dengan tempat maupun bangunan yang menjadi penanda Kota. Nilai, Kebiasaan dan Budaya masyarakat juga. Merupakan bagian dari Identitas Bandung yang perlu dikenalkan sejak dini.
“Bandung bukan sekadar tempat. Guru, siswa dan Orang tua sebagai warga. Turut membentuk Budaya dan nantinya, Melestarikan Budaya-budaya positif yang ada di Bandung,” jelasnya.
Kepedulian terhadap Kota, lanjut Wiwin, juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sekolah turut mendorong program yang berkaitan dengan Pelestarian Lingkungan, termasuk Pengelolaan Sampah.
Keterlibatan Orang tua terlihat dalam peringatan HJKB tersebut. Komite Sekolah memberikan ruang bagi UMKM yang dijalankan Orang tua siswa untuk menawarkan berbagai makanan, termasuk makanan khas Sunda yang dikreasikan. Agar sesuai dengan selera anak-anak.
Melalui kegiatan tersebut, Peringatan Hari Jadi Kota Bandung di Lingkungan Sekolah. tidak hanya menjadi acara perayaan. Siswa diperkenalkan pada Sejarah, Budaya dan persoalan kotanya. Melalui pengalaman yang dapat mereka rasakan secara langsung. (HKS).




