EkonomiFeaturedKesehatanPemerintahan

Mendukbangga, Pamerkan Kinerja TPK Kepada Menko PMK

SUBANG, BEREDUKASI.COM — GEGAP gempita 3000 Tim Pendamping Keluarga (TPK) Se-Kabupaten Subang. Sambut Kunjungan Kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN yang mengajak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Subang, Jawa Barat, Senin (2/11/2026).

Menghadiri “Temu Kader TPK, Penguatan Gizi Keluarga Melalui Distribusi dan Edukasi MBG 3B”. Wihaji kembali menegaskan, peran penting Tim Pendamping Keluarga dalam upaya Pencegahan Stunting sejak dini.

“Apa tugas TPK ? Mendampingi Keluarga. Mendampingi siapa ? Mulai dari Calon Pengantin, Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), Bayi di Bawah Dua Tahun (Baduta), Bayi di Bawah Usia Lima Tahun (Balita), Remaja hingga Lansia. Semuanya dijaga agar jangan sampai Stunting,” jelas Wihaji di hadapan Menko PMK.

Ada satu lagi tambahan kerja TPK, sambung Wihaji. “Membantu mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Khusus Bumil, Busui, dan Balita Non-Paud”.

Di hadapan Menko PMK, Wihaji menegaskan, bahwa ibu-ibu Kader TPK ini adalah Garda terdepan upaya Pencegahan Stunting.

Wajah sumringah tak bisa disembunyikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sugiono. Ini adalah kali pertama dia melihat ribuan TPK berkumpul di GOR Gotong Royong, Subang. Ini juga kali pertama Sugiono, meninjau langsung Keluarga Risiko Stunting dan melihat langsung kinerja para TPK di lapangan.

“Ibu-ibu yang hadir ini adalah bagian dari cita-cita besar Bangsa ini. Kita adalah Bangsa yang besar yang terus berupaya untuk bisa sejajar dengan Bangsa-bangsa lain, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah,” ungkap Sugiono berapi-api.

Sugiono, yaang baru saja menjabat sebulan sebagai Menko PMK ini. Menjelaskan bahwa “Mimpi Besar” bangsa ini. Tiak akan bisa terwujud, jika kita tidak bisa menghasilkan Generasi yang Sehat, Cerdas, unggul dan Berdaya Saing.

“Terima kasih untuk para Kader TPK. Tugas kami dari Kemenko PMK selanjutnya adalah memastikan. Bahwa kerja keras TPK dalam upaya Pencegahan Stunting, bisa dilakukan dengan baik dan memperlancar kinerja ibu-ibu semua,” janji Sugiono.

Sebelumnya, masih di hari yang sama. Wihaji mengajak Sugiono berkeliling ke beberapa lokasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Subang. Mereka menjumpai keluarga dengan kondisi-kondisi yang tidak ideal, dalam keadaan menyusui atau punya Balita dalam keluarga. Dengan kondisi rumah tidak layak huni, Sanitasi terbatas dan lingkungan yang tidak sehat.

Upaya meninjau langsung kondisi masalah di lapangan ini, seperti dituturkan Wihaji. Adalah upaya penyelesaian masalah yang Sat Set, sesuai arahan Presiden.

“Jangan banyak Diskusi, jangan terlalu banyak rapat-rapat. Datangi masalah langsung dan selesaikan apa yang bisa diselesaikan,” ungkapnya lugas. (***).

Related Articles

Back to top button