EkonomiFeaturedInfokuPemerintahanRelationshipsUncategorized

Anggota Komisi II DPRD Kota Bandung, Monitoring Stok Bahan Pangan Menjelang Ramadan ke Pergudangan Bulog

0
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80?

KET FOTO: ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Bandung, M. Bagja Jaya Wibawa S.H., melakukan monitoring stok bahan pangan menjelang Ramadan, ke Pergudangan Bulog, Jalan Gedebage Selatan, Kota Bandung, Rabu, 26 Februari 2025. Robby/Humpro DPRD Kota Bandung.

BANDUNG, — BEREDUKASI.COM –ANGGOTA Komisi II DPRD Kota Bandung, M. Bagja Jaya Wibawa S.H., melakukan monitoring stok bahan pangan menjelang Ramadan, ke Pergudangan Bulog, Jalan Gedebage Selatan, Kota Bandung, Rabu, 26 Februari 2025. Monitoring tersebut dilakukan bersama Wakil Wali Kota Bandung H. Erwin dan dinas terkait.

Menurut Bagja, berdasarkan hasil monitoring stok bahan pangan relatif aman dalam menyambut Ramadan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terkait stok maupun harga komoditas pangan.

“Kita sudah mengecek dan Alhamdulilah stok bahan pangan di Kota Bandung tergolong aman dan terkendali,” ujar Bagja.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying atau berbelanja sesuai prioritas. Sebab stok bahan pangan di Kota Bandung yang masih terkendali.

“Saya juga berharap pemerintah dapat mengimbau kepada para pedagang agar tidak menjual komoditas bahan pangan di atas harga normal. Karena stok bahan pangan aman, artinya tidak akan mempengaruhi harga sehingga melonjak tinggi,” katanya.

Bagja menuturkan, terkait adanya bahan pangan yang mengalami kenaikan harga, maka disebabkan oleh berbagai variabel. Seperti stok yang kurang, cuaca yang tidak mendukung, panen tidak sesuai target dan lain sebagainya.

“Langkah konkret yang dilakukan Disdagin dalam mengantisipasi tersebut, dengan melaksanakan bazar murah, di mana masyarakat bisa mudah mengakses karena dilaksanakan di 30 kecamatan dan murah karena harganya di bawah pasar. Maka hal-hal tersebut yang akan menstabilkan harga ke depannya,” ujarnya. (Rio).

admin

H. Aries Supriyatna, S.H., M.H., Menerima Audiensi dari Aliansi Solidaritas (Peduli Pedagang Tradisional), Terkait Permasalahan Pasar Tradisional Gedebage

Previous article

KAI Daop 2 Menambah 2 Kereta Api Yaitu KA Pasundan Lebaran dan KA Kutojaya Selatan Untuk Angkutan Lebaran 2025

Next article

You may also like

More in Ekonomi