22.4 C
Indonesia
Sunday, 24 October 2021

Awas, Makanan Ultra Proses Tingkatkan Obesitas Serta Beberapa Penyakit Lainnya……..!

Bandung, BEREDUKASI.Com – MAKANAN Ultra Proses, selain murah dan tahan lama, juga diminati karena harganya yang murah. Namun di sisi lain, dapat meningkatkan risiko Obesitas dan sepertiga penduduk Indonesia sudah mengalaminya.

“Upaya bersama dapat dilakukan dengan memperbaiki formulasi makanan ultra proses, memberikan label yang sesuai, hingga regulasi marketing produk kemasan pada anak-anak,” kata Gwyneth Cotes, Country Director Helen Keller International di acara Webinar Forum Bandung Sehat (FBS) bersama Helen Keller International, TP-PKK Kota Bandung, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jawa Barat dan Meds-On dengan tema “Cermat Pangan Olahan Balita” Selasa, (30/3/2021).

Sementara Ketua umum AIMI Indonesia Nia Umar menjelaskan, makanan ultra-proses merupakan makanan yang diolah dengan berbagai cara. Seperti Pemadatan, Karbonasi, Pengocokan, Penambahan Massa, Pemipihan, dan lain-lain.

“Ciri lainnya makanan tersebut mengandung zat yang tidak dijumpai pada bumbu dapur seperti Penstabil, Pengawet, Laktosa dan lain-lain. Risiko dari tingginya konsumsi makanan Ultra Proses ternyata dapat meningkatkan Obesitas, Penyakit Jantung, Diabetes, Kanker dan Depresi,” ucapnya.

Bahaya ini, tidak hanya mengintai orang dewasa, Balita pun terpapar oleh berbagai jenis makanan tersebut, termasuk dari Produk Susu Pertumbuhan.

dr. Dian dari Helen Keller International mengatakan, hampir 80% susu pertumbuhan mengandung tambahan gula (Sukrosa dan/atau Fruktosa) yang tidak sesuai rekomendasi yaitu kurang dari 2,5 gram/100 kkal.

Bila dikelompokkan, sebanyak 3/4 Produk yang memberikan informasi kandungan gula diklasifikasikan memiliki kandungan gula yang masuk kategori MERAH (FSA UK) yaitu mengandung gula tinggi (>11g/100 ml).

Ternyata, hanya 3% Bayi yang memulai MPASI sesuai rekomendasi keragaman makanan yaitu setidaknya 4 jenis dalam sehari. Hal ini diikuti dengan kurangnya asupan Vitamin dan Mineral yang diperlukan oleh Bayi. Konsekuensinya, nemia pada Bayi mencapai 40%.

“Pemberian MPASI Fortifikasi juga berisiko menurunkan keragaman Makan Bayi, ditambah dengan penyajian yang tidak sesuai takaran saji,” pungkas dr. Sofa dari Forum Bandung Sehat dan Nutrition Working Group. (Ris).

Related Articles

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

Penipuan Di Ranah Digital.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- SEIRING dengan berkembangnya teknologi, penipuan di ranah digital semakin marak terjadi. Karenanya, seseorang perlu senantiasa menjaga keamanan identitas digitalnya kapanpun.Tak terkecuali...

Permohonan Pengujian Judicial Review UU PERS No. 40 Tahun 1999 Di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Harus Ditolak.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- HARI Senin, 11 Oktober 2021, telah dilangsungkan Persidangan Pleno Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) dalam perkara dengan Nomor 38/PUU-XIX/2021,...