21.4 C
Indonesia
Sunday, 7 August 2022
spot_img

Ayah Sosok Montir Motor Yang Masih Bertahan, Di Arena Derasnya Persaingan Sesama Bengkel.

TASIKMALAYA, BEREDUKASI.COM — AYAH panggilan akrab Yayan Kusdian seorang Montir Bengkel Motor yang membuka Bengkel-nya di Jl. Babakan, tepatnya di Depan Kantor Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi usahanya yang kembung kempis ini.

Meski pengguna kendaraan motor kini terus bertambah, namun pengaruhnya terhadap Penjual Jasa Service Motor, kurang dirasakan. Tetep weh konsumen mah kurang teu ngaruh (Tetap saja konsumen kurang, tidak ada pengaruhnya),’ katanya dengan logat Sunda-nyam

Bahkan, tambahnya, dalam sehari konsumen yang memanfaatkan Jasa Service Motor ke bengkelnya sama sekali tidak ada.

‘Aya aturan dina sapoe teu aya hiji hiji acan nu service (Dalam sehari tidak ada satu pun yang service),’ keluhnya beberapa waktu lalu.

Untuk pendapatan yang didapat, kata Ayah, tidak bisa diprediksi. Karena kondisi sangat berbeda.

Cobi we unginga nyalira, satungtung Jl. Babakan aya sabaraha Bengkel Motor. Mun dietang tos langkung 5 Bengkel (Coba lihat sepanjang Jl Babakan sudah ada lima bengkel motor),’ cetusnya lagi.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kata Ayah, dirinya membuka Tambal Ban dan Menawarkan Motor Bekas.

‘Nya mun teu nyambil muka tambal ban atawa jual beli motor tilas, timana teuing kekengingan (Ya kalau tidak nyambi buka tambal ban dan jual motor bekas, tak mungkin dapat penghasilan),’ tambahnya lagi

Dari hasil jasa Tambal Ban ayah mendapatkan keuntungan limaribu rupiah. Satu unit motor yang bannya bocor ditarif dengan harga Rp.10.000. Sedangkan motor bekas yang dijual bervariasi tergantung jenis.

‘Ari Tambal Ban mah ngereyeuh, sapoe teh aya kana opat. Ari jual beli mah teu tiasa ditangtukeun. Mun sakali pajeung lumayan sok kaagehan Rp.200 rebu atanapi Rp.500 rebu. (Untuk jasa tambal ban setiap harinya ada, bisa sampai empat konsumen. Dan untuk jual beli motor bekas keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp.200 ribu hingga Rp.500 ribu rupiah),’ tuturnya.

Diakui ayah, dari hasil jual beli motor dan tambal ban dirinya bisa menghidupi satu orang istri dan tiga orang anak.

‘Alhamdulillah tiasa nyakolakeun murangkalih. Malih nu ageung mah tos rumah tanggi. Nu ka-Dua tos damel, kantun bungsu masih sakola kelas 6 SD. (Alhamdulilah bisa menyekolahkan anak. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua sudah bekerja, tinggal yang bontot masih duduk dibangku kelas 6 SD),’ pungkasnya. (Ombik).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU