
Bangun Pelayanan Publik Berkualitas, Radea Respati Tekankan Kepemimpinan Humanis
BANDUNG,Beredukasi – Membangun lingkungan kerja yang sehat tidak cukup hanya dengan aturan dan target kinerja. Kepemimpinan yang berintegritas, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran menjaga kesehatan mental menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana kerja yang positif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, dalam kegiatan Sosialisasi Kesehatan Mental (Mental Health) di Hotel Grandia Bandung, Kamis (15/10/2026).
Radea menilai, seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memberikan arahan, tetapi juga harus memahami kondisi, motivasi, dan tantangan yang dihadapi orang-orang yang dipimpinnya. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan kerja yang sehat serta menjaga stabilitas organisasi.
Menurutnya, memahami anggota tim tidak cukup sebatas mengenali nama atau data administratif. Pemimpin perlu memiliki kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi pegawai agar potensi masalah dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat.
“ Kegiatan sosialisasi perlu memberikan manfaat nyata bagi peserta, baik dalam meningkatkan pemahaman maupun mendorong perubahan perilaku di lingkungan kerja dan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, Radea juga menegaskan pentingnya memastikan setiap program yang dijalankan memiliki tujuan, sasaran, dan hasil yang jelas. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kesehatan Diri dan Integritas Harus Berjalan Seiring
Radea mengingatkan bahwa kepedulian terhadap orang lain perlu dimulai dari kemampuan mengenali dan menjaga kondisi diri sendiri. Kesadaran diri, pengendalian perilaku, kesabaran, serta sikap profesional merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat di lingkungan kerja.
Ia menilai, individu yang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat harus mampu menjaga sikap dan mengelola perilakunya dalam berbagai situasi. Jabatan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah yang harus dijalankan secara bertanggung jawab.
Dukungan yang diterima seseorang dalam perjalanan karier, lanjutnya, juga perlu dimaknai sebagai bentuk kepercayaan yang harus dibalas melalui kinerja, dedikasi, dan pengabdian.
Selain itu, Radea menyoroti pentingnya integritas dalam menjalankan tugas. Setiap individu harus menjaga profesionalitas dan menghindari penyalahgunaan kewenangan untuk kepentingan pribadi.
Menurutnya, kepemimpinan yang sehat tercermin dari kemampuan memberikan arahan sekaligus dukungan, menunjukkan kepedulian, dan memperlakukan orang lain secara adil serta manusiawi.
Optimalisasi SDM untuk Pelayanan Publik
Dalam konteks pemerintahan, Radea turut menekankan pentingnya optimalisasi sumber daya manusia (SDM) agar pelayanan publik tetap berjalan efektif di tengah berbagai keterbatasan.
Pemanfaatan potensi pegawai secara tepat, disertai komunikasi yang baik dan kepemimpinan yang suportif, dinilai dapat membantu organisasi memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kualitas lingkungan kerja.
Ia berharap penguatan kesehatan mental, karakter, dan integritas dapat menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih sehat dan produktif.
“Kami berharap sikap tersebut dapat membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menumbuhkan kepercayaan dan hubungan yang baik antara pimpinan, pegawai, dan masyarakat,” tuturnya.
Radea menegaskan, lingkungan kerja yang positif perlu dibangun melalui komitmen bersama. Pemimpin harus memberi teladan, pegawai menjaga profesionalitas, dan seluruh pihak menumbuhkan kepedulian agar tercipta hubungan kerja yang saling mendukung.
Dengan kepemimpinan yang berintegritas dan perhatian terhadap kesehatan mental, kualitas sumber daya manusia diharapkan semakin kuat sehingga berdampak pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.




