21.4 C
Indonesia
Wednesday, 4 August 2021

BKKBN Menjadi Lokomotif Stunting Nasional……!

Bandung, BEREDUKASI.Com — SEMENTARA itu, dalam sambutannya yang disampaikan melalui telekonferensi, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengapresiasi kinerja BKKBN Jawa Barat dan seluruh pemangku kepentingan lainnya yang telah mencatatkan capaian keren dalam beberapa tahun terakhir. Capaian luar biasa ini ditandai dengan menurunnya laju pertumbuhan penduduk (LPP) secara signifikan dari 1,89 persen pada Sensus Penduduk (SP) 2010 menjadi 1,11 persen pada SP 2020.

Capaian tersebut jauh lebih progressif dari nasional yang berhasil menurunkan LPP dari 1,49 menjadi 1,25 persen.

“Ini merupakan kabar baik karena menjadi keberhasilan bagi kita. Komposisi penduduk usia produktif juga sangat tinggi. Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa kita akan memasuki periode bonus demografi lebih awal. Saat ini sudah mulai berjalan. Karena itu, sekarang saatnya kita fokus pada peningkatan kualitas penduduk,” ungkap Hasto.

Menyinggung tugas baru sebagai lokomotif penanggulangan stunting di Indonesia, Hasto mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi yang lebih menekankan pada pendekatan hulu. Bila sebelumnya upaya penanggulangan bersifat parsial dan reaktif, ke depan didesain sebagai pelayanan terpadu dan berkelanjutan. Hasto menegaskan, penanggulangan stunting tidak bisa dilakukan hanya di hilir. Butuh sentuhan Holistik untuk menghindari Stunting, dari hulu hingga hilir sekaligus.

Selama ini, sambung Hasto, penanganan stunting berlangsung sektoral dan berbasis kegiatan di berbagai kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian. Fokus jangkauan pelayanan terbatas (Narrow Yargeting) pada anak stunting. Dalam paradigma ini, penanggulangan stunting lebih terkesan reaktif atau merespons masalah aktual.

Ke depan, paradigma yang dibangun adalah mendorong terjadinya percepatan atau akselerasi melalui lima kerangka. Pertama, pelayanan terpadu dan berkelanjutan (One Stop Services). Kedua, menjangkau seluruh keluarga yang berpotensi maupun mengalami masalah anak Stunting(Universal Approach) dan inklusif, meliputi sosial, ekonomi, maupun geografis. Ketiga, sistem dan program yang melembaga dan profesional. Keempat, mengedepankan peran dan tanggung jawab keluarga dan masyarakat. Kelima, berdasarkan peraturan presiden (Perpres) atau instruksi presiden (Inpres). Lima poin tersebut menunjukkan adanya perubahan paradigma fundamental berupa platform percepatan dan pendekatan hulu, yaitu keluarga.

“Harus kita akui tren prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan pergerakan lambat, dengan rata-rata penurunan tahunan hanya 0,3 persen. Sampai 2019 lalu, prevalensi stunting di Indonesia masih 27,7 persen. Pada periode RPJMN 2020-2024 ini pemerintah menargetkan penurunan stunting menjadi 14 persen atau terjadi penurunan 2,5 persen per tahun. Untuk mencapai target tersebut memerlukan platform percepatan. Ini yang kemudian menjadi tugas BKKBN,” ungkap Hasto.

Pada sesi terpisah, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Jawa Barat Idam Rahmat mengaku siap menindaklanjuti keputusan pemerintah dalam penanggulangan stunting. Saat ini pihaknya masih menunggu regulasi teknis yang akan mengatur tata kerja dan koordinasi antara permintah provinsi dengan BKKBN sebagai ketua pelaksana penanggulangan stunting nasional.

“Tentu kami akan menyesuaikan dengan pemerintah pusat. Kami masih menunggu arahan lanjutan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai lembaga induk yang mengatur tata kelola pemerintahan di daerah. Meski begitu, selama ini upaya penanggulangan stunting di Jawa Barat sudah berlangsung melalui kelompok kerja yang dibentuk oleh Gubernur,” ungkap Idam. (Tesaf).

Related Articles

Ojek Desa Di Sukabumi Selatan, Gunakan bjb Digi Untuk Pembayaran……!…..!

Pelabuhan Ratu, BEREDUKASI.Com -- Bank bjb Cabang Pelabuhanratu dan Ojek Desa (Jekdes) menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) atau kontrak terikat integrasi bjb Digicash sebagai Payment...

Drama Wayang Format Film……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- DRAYANG The Movie “Lentera Ksatria” merupakan Karya Seri Ke-Dua setelah sukses ditayangkannya Drayang The Movie “Kijang Kencana” bulan Maret 2012 lalu....

Drayang The Movie “Lentera Ksatria” Dalam Perspektif Hitam-Putih Lakon Wayang……..!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- SANGGAR Swargaloka terus berselancar menghadirkan Karya-karya kreatif selama pandemi covid-19. Teknologi Digital menjadi tumpuan sebagai media penyampai konten dalam mengembangkan potensi...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Ojek Desa Di Sukabumi Selatan, Gunakan bjb Digi Untuk Pembayaran……!…..!

Pelabuhan Ratu, BEREDUKASI.Com -- Bank bjb Cabang Pelabuhanratu dan Ojek Desa (Jekdes) menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) atau kontrak terikat integrasi bjb Digicash sebagai Payment...

Drama Wayang Format Film……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- DRAYANG The Movie “Lentera Ksatria” merupakan Karya Seri Ke-Dua setelah sukses ditayangkannya Drayang The Movie “Kijang Kencana” bulan Maret 2012 lalu....

Drayang The Movie “Lentera Ksatria” Dalam Perspektif Hitam-Putih Lakon Wayang……..!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- SANGGAR Swargaloka terus berselancar menghadirkan Karya-karya kreatif selama pandemi covid-19. Teknologi Digital menjadi tumpuan sebagai media penyampai konten dalam mengembangkan potensi...

Yana Mulyana Mengajak Seluruh Elemen Masyarakat, Terutama Pelaku Ekonomi Untuk Terus Berinovasi Dan Berkreasi…….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- DD masa pandemi Covid-19, ekonomi dan kesehatan layaknya dua sisi mata uang. Namun itu sulit berjalan beriringan. Tetapi bukan berarti masyarakat hanya...

SMSI Bekasi Raya Dukung Gerakan “BERANI” Covid-19…….!

Bekasi, BEREDUKASI.Com -- KABUPATEN Bekasi sebagai salasatu daerah penyumbang tertinggi kasus harian Covid-19 di Provinsi Jawa Barat. Harus berani mengambil langkah dalam menangani wabah...