23.4 C
Indonesia
Saturday, 28 May 2022

Buku Komunikasi Lintas Agama Hadir Untuk Bangsa Indonesia Agar Tetap Rukun Dan Jaga Toleransi…..!

Bandung, BEREDUKASI.Com — BERANGKAT dari keprihatinan dan kepedulian Prof. Dr. H. Asep Saeful Muhtadi M.A. Pada daftar panjang kasus kekerasan atas nama agama yang semakin hari kian bertambah, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia. Maka terciptalah buku “Komunikasi Lintas Agama”.

Dalam Bedah Buku “Komunikasi Lintas Agama” yang diadakan oleh Prodi Ilmu Komunikasi FDK UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Yang bekerjasama dengan Penerbit Simbiosa, Rabu (18/9/19) di Lantai 4 Aula FDK kampus UIN SGD, Jl. A.H. Nasution No.105, Kota Bandung.

Prof. Samuh mengungkapkan, bahwa buku ini ia persembahkan untuk bangsa Indonesia. Agar tercipta kerukunan antar umat beragama, lewat toleransi dan saling memahami satu sama lain.

“Banyaknya kejadian Intoleransi agama, seolah tidak pernah berhenti dengan jatuhnya korban jiwa umat beragama. Fasilitas kehidupan beragama, seperti rumah ibadah, tidak luput dari sasaran kemarahan atas nama agama,” terang Prof. Samuh.

Hal yang membuat ironi, lanjut Prof. Samuh adalah peristiwa tersebut justru terjadi pada masyarakat yang sebelumnya dikenal rukun, santun, toleran dan nyaris tidak ada masalah. Diduga kuat, peristiwa-peristiwa kekerasan, berakar pada semakin meningkatnya sikap intoleransi umat beragama. Karena kehidupan beragama bersentuhan dengan variabel lain di luar agama. Seperti masalah Politik, Ekonomi dan Masalah Sosial lainnya.

“Kebekuan komunikasi menjadi titik awal persoalan-persoalan pecahnya ketegangan komunikasi. Sehingga berimplikasi pada semakin menegangnya relasi antarkomunitas,” tandasnya.

Usaha mendekatkan jarak antarumat beragama pun nyaris tidak pernah menemukan hasil. Dari hasil penelaahan sederhana, umumnya konflik bersumber dari kesenjangan komunikasi antarindividu ataupun komunitas. Miskin pertemuan sosial yang lebih egaliter dan kalaupun ada. Cenderung formalistis dengan hanya mengedepankan kepentingan politik pragmatis.

“Buku ini dirancang sebagai upaya rekayasa sosial, mempertemukan kesenjangan yang kerap terjadi. Dengan mengedepankan pendekatan yang lebih komunikatif. Dengan mengacu pada pendekatan komunikasi multikultural, untuk mencari solusi pencairan ketegangan yang kerap terjadi secara tiba-tiba,” paparnya.

Hadirnya buku ini juga untuk mengulas bagaimana usaha menemukan solusi. Menciptakan kehidupan harmoni di tengah masyarakat multikultur, seperti halnya di Indonesia. Juga formula penguatan kompetensi Komunikasi Lintas Agama. Sebagai salasatu alternatif menemukan solusi harmonisasi hubungan antar pemeluk agama yang berbeda. (Tiwi Kasavela)

Related Articles

Sang Ketua KPK Ini, Meminta Dirinya Tidak Diganggu Dengan ‘Isu’ Pilpres 2024

JAKARTA, BEREDUKASI.COM -- MENGALIRNYA dukungan terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Untuk maju dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang, ditangapi dingin...

Optimalkan Profesi Guru di Kota Bandung

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- SETELAH melantik 1.424 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I pada bulan April lalu, kali ini Pemerintah Kota (Pemkot)...

Mau Bikin Konser di Bandung ? Ini Aturannya

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- KONSER atau acara seni/musik/dan budaya yang digelar di ruang terbuka atau outdoor diperbolehkan kembali digelar di Kota Bandung. Hal itu menyusul terbitnya...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Sang Ketua KPK Ini, Meminta Dirinya Tidak Diganggu Dengan ‘Isu’ Pilpres 2024

JAKARTA, BEREDUKASI.COM -- MENGALIRNYA dukungan terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Untuk maju dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang, ditangapi dingin...

Optimalkan Profesi Guru di Kota Bandung

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- SETELAH melantik 1.424 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I pada bulan April lalu, kali ini Pemerintah Kota (Pemkot)...

Mau Bikin Konser di Bandung ? Ini Aturannya

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- KONSER atau acara seni/musik/dan budaya yang digelar di ruang terbuka atau outdoor diperbolehkan kembali digelar di Kota Bandung. Hal itu menyusul terbitnya...

Pemkot Bandung Canangkan Sadar Tertib Arsip 

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- PEMERINTAH Kota Bandung terus melakukan peningkatan tata kelola kearsipan di Kota Bandung melalui pencanangan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA). Pencanangan GNSTA...

13 Juni 2022 Mendatang, PPDB Kota Bandung Mulai Dibuka

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- DINAS Pendidikan Kota Bandung mulai melakukan pendataan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022 pada Rabu, 25 Mei 2022. Rencananya...