28.4 C
Indonesia
Friday, 30 July 2021

Di Tengah Pandemi Covid-19 Seminar Terserang Virus TORCH Tetap Jalan…….!

Bogor, BEREDUKASI.Com — WABAH Virus Corona atau Covid-19 mengakibatkan aktivitas sosial mengalami kelumpuhan. Termasuk pelayanan kesehatan. Semua Sektor beradaptasi dengan pola kebiasaan baru.

“Event Online atau Virtual menjadi solusi. Mengubah kegiatan Offline ke Ranah Digital,” ujar Pakar Pengobatan Herbal, Ir.H.A. Juanda dari Pusat Konsultasi Spesialis TORCH Aquatreat Therapy Indonesia, dua hari lalu.

Dalam situasi belum menentu, lanjut Juanda, masyarakat tetap waspada, serta senantiasa menjaga kesehatan dan stamina tubuh.

“Di tengah merebaknya wabah Covid-19, kita tak boleh lengah akan ancaman cuaca ekstream yang saat ini berada di periode Pancaroba. Yaitu peralihan musim hujan menuju kemarau,” ujarnya mengingatkan.

Terkait Seminar Virtual, terang Juanda, diharapkan bisa menjawab penasaran masyarakat yang ingin melakukan konsultasi dengan Aquatreat Therapy Indonesia.

“Untuk menjawab keinginan pasien yang tengah melakukan pengobatan, kami tetap menggelar Seminar, hanya saja tidak bisa bertatap muka, tapi melalui Live Streaming,” terangnya.

Dalam situasi normal, seminar mengenai TORCH sebenarnya rutin dilaksanakan, di Pusat Konsultasi Spesialis TORCH Aquatreat Therapy Indonesia, Perumahan Indraprasta I Jl. Sutiragen 9 No.6 Warung Jambu – Bogor Utara.

Namun karena pandemik Covid-19, intensitas Seminar Virtual lebih ditingkatkan yang diselenggarakan setiap Sabtu, mulai pukul 10.00 hingga selesai. Acara ini dapat disimak melalui Instagram : @aquatreattherapy.id, https://www.facebook.com/spesialis.torch.5 serta Youtube spesialis TORCH.

Bagi masyarakat yang sedang terserang virus TORCH dan sedang mencari pengobatan alternatif secara alami, Juanda merekomendasikan untuk datang ke Pusat Konsultasi Spesialis TORCH Aquatreat Therapy Indonesia, atau konsultasi melalui nomor telpon (0251) 8431084.

Dalam seminar sehari tersebut, Juanda memaparkan apa itu TORCH. Setelah paham pasien diminta melakukan uji laboratorium, Uji Toxoplasmosis IGG dan IGM, Rubella IGG dan IGM, CMV IGG dan IGM juga Herpes IGG dan IGM. Dari hasil uji laboraturium akan terlihat virus apa yg positif di tubuh pasien.

Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya Toksoplasmosis, infeksi lain/Other infection, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex Virus (disingkat TORCH), pada ibu hamil atau yang berencana hamil, untuk mencegah komplikasi pada janin.

Gejala umum penderita TORCH mudah pingsan, pusing, vertigo, migran, penglihatan kabur, pendengaran terganggu, radang tenggorokan, radang sendi, nyeri lambung, lemah lesu, kesemutan, sulit tidur, epilepsi dan keluhan lainnya.

Untuk menyembuhkan penyakit Toxoplasmosis ini, kata Juanda, belum ada obatnya yang benar-benar efektif.

“Virus dan Parasit Darah yang sering disebut penyakit Toxoplasmosis, Rubella, CMV u0026amp; Herpes ini, belum ada obat yang efektif,” terangnya.

Sebagai upaya pengembangan dan pelayanan bagi masyarakat, pada kesempatan tersebut Juanda menjelaskan, putrinya dr. Amalia Andani, MMRS, kelak yang akan melanjutkan pengobatan spesialis Torch Aquatreat Therapy Indonesia ini.

“Saya bersyukur memiliki ayah yang telah banyak membantu masyarakat Indonesia dan mancanegara, yang terganggu antara lain penyakit penyakit Toxoplasmosis. Mudah-mudahan saya dapat mengemban amanah untuk melanjutkan usaha kemanusiaan ini,” ujar dr. Amalia Andani, MMRS, saat dikonfirmasi.

Setiap Pasutri (Pasangan Suami Istri), kata Amalia, senantiasa mendambakan kehadiran anak dalam rumah tangga mereka. Namun harapan kadang tak sesuai kenyataan. Proses kehamilan yang berlangsung selama sembilan bulan tak jarang membuahkan hasil yang menyedihkan.

“Insya Allah pengobatan alternatif dan herbal Aquatreat Therapy Indonesia, atas izin Allah SWT dapat membantu,” ujar dokter muda yang baru saja melangsungkan pernikahan, dipersunting Letda POM TNI AU, Yuda Bosniawan Herman STr (Han) ini. (Eddie Karsito).

Related Articles

Oded Ingin Tadarus Al Quran, Dapat Terus Berlangsung Secara Berkesinambungan……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEBANYAK 1,072 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengikuti tadarus Al Quran secara virtual via Zoom pada Jumat, 16...

Konstituen Perlu Punya Keterwakilan di Dewan Pers……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- KONSTITUEN Dewan Pers perlu mempunyai keterwakilan di Dewan Pers (DP) agar setiap asosiasi konstituen memiliki akses informasi dan kebijakan dalam mengantisipasi...

Mang Oded, “Jazakumullahu khair, hatur nuhun, terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Kota Bandung”…..….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- WALI Kota Bandung, Oded M Danial sudah sehat dan siap bertugas kembali. Sebelumnya, Oded sempat menjalani perawatan akibat gangguan lambungnya. Melalui laman...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Oded Ingin Tadarus Al Quran, Dapat Terus Berlangsung Secara Berkesinambungan……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEBANYAK 1,072 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengikuti tadarus Al Quran secara virtual via Zoom pada Jumat, 16...

Konstituen Perlu Punya Keterwakilan di Dewan Pers……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- KONSTITUEN Dewan Pers perlu mempunyai keterwakilan di Dewan Pers (DP) agar setiap asosiasi konstituen memiliki akses informasi dan kebijakan dalam mengantisipasi...

Mang Oded, “Jazakumullahu khair, hatur nuhun, terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Kota Bandung”…..….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- WALI Kota Bandung, Oded M Danial sudah sehat dan siap bertugas kembali. Sebelumnya, Oded sempat menjalani perawatan akibat gangguan lambungnya. Melalui laman...

Xtraordinary Vaksin Persembahan SCTV Di Usia Yang Ke-31……..!

Jembatan Asa Dan Kejutan Bayi SCTV Kembali Jadi Bagian Perayaan HUT Ke-31 Jakarta, BEREDUKASI.Com -- SELAMA 31 tahun SCTV telah hadir mewarnai dunia pertelevisian tanah...

27 Juta Warga Jawa Barat Belum Di Vaksinasi, Gubernur Menunjuk Kadisdik Jabar Menjadi Ketua Percepatan Vaksinasi Di Jabar……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PROVINSI Jawa Barat termasuk Provinsj yang lambat melaksanakan Vaksinasi kepada warganya, dari sekitar 50 juta penduduk Jawa Barat baru 45 %...