20.4 C
Indonesia
Tuesday, 4 October 2022
spot_img

Gema “Selalu Berusaha Keras Mengejar Impian”…!

Pekanbaru, BEREDUKASI.Com — BERUSAHA keras untuk mengejar impian, bagi S. Gema Munaldri Yuzef atau yang biasa disapa Gema, adalah sebuah keharusan.

Sebagaimana motto hidupnya “Gantungkanlah cita-cita setinggi mungkin. Jika kita terjatuh, maka kita akan jatuh pada bintang-bintang”.

“Prinsip ini yang selalu saya pegang, ketika pada akhirnya gagal. Setidaknya usaha yang saya lakukan tetap sebuah pencapaian. Dan peluang untuk mengambil kesempatan lainnya,” jelasnya.

Pemuda yang lahir di Pekanbaru, pada tgl 17 Juli 1994, bertepatan dengan hari bersejarah kota Riau. Dimana saat itu Riau, dipercaya sebagai  tuan rumah dalam acara MTQ tingkat Nasional.

GemaIni bersama timnya juga pernah memenangkan Lomba Lintas Alam (LLA) tingkat Provinsi Riau pada tahun 2012. Dan  beberapa kali dipilih, untuk menjadi utusan sekolah mengikuti Olimpiade Matematika tingkat Kota Pekanbaru.

“Untuk hobi, saya sendiri menggemari olahraga, terutama bermain futsal,” terangnya yang memiliki tinggi 175cm.

Pemfavorit warna biru, karena  melambangkan kesejukan hatinya  ini. Berharap kedepannya dapat membanggakan kedua orangtuanya. Dan menjadi orang yang taat akan agama serta aturan. Sebab bagi Gema hidup di dunia hanya sementara.

“Saat ini saya juga sedang melaksanakan training untuk dapat menerbangkan pesawat Boeing 737-900ER di Lion Air. Yang akan selesai dalam waktu dekat,” terang lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Tangerang, pada jurusan Penerbang ini.

Mengenai tokoh idola, Gema mengaku bahwa ia mengidolakan Presiden Pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Karena menurutnya Ir. Soekarno merupakan sosok yang berkharisma dan sangat berpengaruh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Adapun orang yang menginspirasi saya adalah kedua orangtua saya. Mereka merupakan panutan terhebat dalam hidup saya. Sifat kerja keras yang ada didalam diri merekalah, yang selalu saya tiru hingga kini dan bisa seperti sekarang,” terangnya yang juga sangat menyukai Ayam Goreng Cabe buatan mamanya.

Anak kedua dari empat bersaudara ini pun mengulas, bahwa makna hidup baginya adalah untuk dapat saling menghargai perbedaan diantara sesama manusia.

“Sebab kesuksesan kita akan sia-sia, jika kita tidak bisa menghargai perbedaan yang ada di dalam kehidupan ini,” ulasnya.

Sementara itu, untuk selalu bersemangat dalam menjalani hidup. Gema bercerita bahwa ia selalu membayangkan wajah kedua orangtuanya, ketika ia merasa bahwa ia ingin menyerah atau merasa akan gagal.

“Orangtua adalah salasatu motivasi utama saya, untuk dapat terus melangkah dan menjadi sukses,” tandasnya yakin dan penuh semangat malam itu. (Tiwi Kasavela)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU