22.4 C
Indonesia
Wednesday, 28 September 2022
spot_img

Generasi Mileneal Tetap Menjadi Bidikannya…!

Bandung, BEREDUKASI.Com — DALAM mengkonsolidasikan Internal dan Strategi politiknya, Partai Golkar tetap untuk berupaya meraih suara Pemilih Milenial yang diperkirakan, mencapai sekitar 60 persen dalam Pemilu 2019 mendatang. Hal ini terungkap dalam Diskusi Publik di Cafe Halaman Jl. Siliwangi Bandung, (27/4/18).

Memang sesuai dengan arahan dari Ketua Umum Airlangga Hartarto. Target tersebut bisa dicapai dengan membidik suara generasi milenial, merangkul tokoh masyarakat, membangun basis suara di setiap daerah baik itu berupa Media Center, Youth Center, Suara Rakyat dan menjaga solidaritas kader.

“Semua ini sudah sejalan dengan yang diharapkan ketika berlangsungnya Munaslub Partai Golkar, kami sudah berupaya  melangkah ke arah yang lebih baik. Diawali dengan “regenerasi” Kepengurusan di tingkat DPD Kota/Kabupaten. Bahkan Sekarang pengurus di DPD Partai Golkar Kota Bandung, 40 persen diisi generasi muda,” papar Deden Hidayat, Ketua DPD Partai Golkar Kota Bandung.

Deden menyadari benar, dalam meraih suara atau merangkul generasi Milenial bukan hal mudah. Tetapi yang diperlukan oleh kaum Milenial adalah pembuktian dan langkah kongkrit.

“Investasi social tentu akan ada hasilnya, tetapi tidak bisa diperoleh secara instan. Tetapi hasilnya akan diperoleh saat Pemilu yang berikutnya,” jelas Yogi Suprayogi Sugandi, Ph.D (Dosen dan Peneliti Pusat Studi Reformasi Birokrasi dan Lokal Governance, FISIP UNPAD).

Menurut Fajar, langkah Golkar meraih Pemilih Milenial, merupakan langkah yang tepat. Tetapi perlu strategi yang jitu, dalam memberikan pemahaman politik terhadap Pemilih Milenial atau yang juga dikenal dengan masyarakat kekinian ini.

“Golkar ini partai besar dan kuat. Perlu diketahui hanya satu yaitu Sistem Ideologi jangan sampai dihilangkan. Begitupun dengan Kaderisasinya,” pesan dari Fajar Arif Budiman, S.IP, M.AP. (Direktur Eksekutif Poldata Indonesia).

“Generasi milenial sudah cenderung apatis terhadap politik. Sehingga kalau tidak diberikan pemahaman dan mampu mengakomodir kepentinga politiknya akan sulit. Tapi saya percaya, Partai Golkar sudah membuktikan sebagai partai yang tangguh. Buktinya walaupun sudah digonjang-ganjing, hingga saat ini masih tetap bertahan dan cenderung menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Fajar.

Yogi juga menilai Partai Golkar adalah partai besar. Dimana perolehan suaranya sebagian besar, diperoleh dari generasi tua. Hingga saat ini, masih konsisten mempertahankan suaranya untuk Parta Golkar.

Hal serupa diungkapkan oleh salaseorang peserta Diskusi.

“Keluarga kami sampai saat ini, masih mempertahankan “ideologi” bahwa Golkar yang telah memberikan penghidupan buat keluarga,” katanya.

“Nah… hal seperti inilah yang harus dipertahankan oleh para Pengurus maupun para Kader Golkar,”  kata Yogi dan Fajar sambil tertawa. (HKS)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU