22.4 C
Indonesia
Friday, 27 January 2023
spot_img

Guguh Giat Promosikan Budaya Cinta Batik…!

BANDUNG, BEREDUKASI.Com — Mencintai budaya bangsa bisa melewati berbagai hal, mulai dari seni, musik, sastra dan lain sebagainya. Tentunya sebagai wujud apresiasi diri terhadap nilai-nilai leluhur dan kearifan lokal. Meskipun seiring bergulirnya waktu, kebudayaan masa lalu hanya tinggal sejarah, atau sekadar pengetahuan tanpa makna. Hal tersebut tentunya harus menjadi perhatian generasi kini, bahwa budaya tidak hanya sekedar diketahui tapi juga dikenali secara lebih dalam.

Guguh Gumelar Wijaya, atau yang hangat disapa “Guguh” pemuda yang satu ini memiliki kepedulian  terhadap budaya,  khususnya batik, terlebih peranannya sebagai Pemenang Persahabatan Putra Batik Nusantara 2017, ia merasa memiliki andil dan tanggung jawab untuk mempromosikan budaya “Cinta Bantik” di Indonesia.

“Saat ini  kebanyakan anak muda menganggap bahwa batik hanya dipakai untuk undangan atau dipakai pada saat hari Jum’at saja, padahal  batik juga bisa digunakan dalam berbagai acara, kegiatan atau yang lainnya,” tutur pria kelahiran Sukabumi, 5 Juli 1992 ini.

Guguh sendiri mengaku bahwa dia sangat menyukai batik karena batik merupakan identitas Indonesia. Selain itu batik memiliki makna-makna tertentu, misalnya motif “Mega Mendung” yang berasal Cirebon,  di dalam motif tersebut terdapat simbol dari “Cinta dan Rezeki”.

“Saya juga ingin mengajak para pemuda saat ini untuk membeli batik yang asli. Dimana batik yang asli terdapat tiga jenis yakni batik cap, batik tulis, dan batik cap tulis. Memang batik yang asli harganya agak mahal. Tapi dengan membelinya merupakan suatu wujud dari penghargaan kita terhadap budaya,” tutur lulusan Ilmu Komunikasi Hubungan Masyarakat UNISBA ini.

Guguh juga bercerita tentang perjalanannya menjadi Pemenang Persahabatan Batik 2017. Awalnya ia memang tertarik dengan ajang “Mojang Jajaka”. Di tahun 2014 ia juga sempat menjadi finalis sehingga  ikut berkontribusi dalam berbagai kegiatan, misalnya  dalam perayaan Konferensi Asia- Afrika, kemudian mengenalkan Kota Bandung kepada duta wisata dari kota dan kabupaten lain. Kemudian pada tahun 2015 ia mengikuti acara “Putra Putri Dirgantara” dan masuk 7 besar. Ia pun bergabung  bersama TNI AU untuk memperkenalkan TNI AU kepada generasi muda. Di tahun 2016 sebenarnya Guguh juga sempat mencoba mengikuti ajang  Putra Putri Batik, namun gagal. Hingga ia mencoba lagi di tahun 2017, dan akhirnya dapat menjadi  pemenang persahabatan.

“Saya saat ini aktif dalam memperkenalkan “filosofi batik” kepada generasi muda, baik dalam acara gebyar batik nusantara maupun mengumpulkan pengrajin batik dan pelaku UKM untuk bisa memasarkan batik kepada pemuda. Ada pula agenda memperkenalkan cara membatik ke sekolah-sekolah,” tutur pemuda yang hobi dengan penyiaran dan jalan-jalan ini.

Guguh juga menerangkan bahwa saat ini dia sedang memiliki program selama setahun untuk membuat video berkenaan dengan “kisah batikku”. Dan isinya tentu segala hal yang berkenaan dengan batik dan gerakan untuk lebih mencintai batik.

Selain aktif mempromosikan batik,  Guguh juga saat ini menjadi penyiar TVRI Jawa Barat. Ia bercerita bahwa menjadi pembawa berita merupakan salah satu impiannya selama ini. Awalnya dia mengikuti banyak audisi penyiar dan pembawa berita, sempat ditolak. Namun akhirnya TVRI mempercayakannya membawakan acara “Jabar Dalam Berita” hampir setengah tahun terakhir.

“Cukup menyenangkan bisa menjadi pembawa berita, saya  mendapatkan banyak pengalaman baru. Kemudian juga bertemu dengan orang-orang  penting di intansi pemerintah,” ujar Guguh yang memang memiliki hobi di dunia penyiaran.

Di masa depan Guguh berharap bahwa dia akan menjadi seorang pengusaha, agar dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi banyak orang. Ia juga menuturkan bahwa ia mengidolakan “Nabi Muhammad SAW” dan banyak terinspirasi dari “Steve Jobs”.

“Saya kagum dengan Steve Jobs karena dia orang yang bekerja keras. Dari awal merintis harus jatuh bangun, tapi pada akhirnya dia bisa bertahan dan memiliki perusahaan yang sangat besar. Begitu pelajaran yang saya ambil, saya pun selalu berusaha bertahan untuk mengejar impian saya,” tuturnya sambil tesenyum ramah.

Guguh berharap bahwa kedepannya dia bisa bertemu dengan banyak orang, memberikan manfaat untuk mereka, kemudian bisa membahagiakan orang-orang disekitarnya.

“Terakhir pesan saya, ayo kita  lestarikan batik bersama-sama, jangan sampai punah. Mari kita beri dukungan kepada para pengrajin agar tetap membatik. Dan jangan lupa untuk mengapresiasi dengan menggunakannya. karena  kalau bukan kita siapa lagi?,” tutup Jajaka tampan ini penuh semangat. (Tiwi Kasavela)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU