20.4 C
Indonesia
Saturday, 25 June 2022

Jika Melihat Koruptor Senyum-senyum di TV, Dapat Dipastikan Karena Jiwanya Terganggu….?

Jakarta, BEREDUKASi.Com — Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung kunjungi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada beberapa waktu lalu di Jl. Kuningan Persada Kec. Setiabudi, Kota Jakarta.

Dalam rangka mengedukasi pencegahan korupsi, acuan tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) lebih kongkrit dalam konteks pencegahan korupsi di Indonesia. Sonny dari pihak KPK menjelaskan, “OTT terkait yang dilakukan oleh KPK, salasatunya adalah penindakan. Ada lima tugas KPK di antaranya koordinasi pada Pasal 5, monitoring pasal 14, supervisi pada Pasal 8 dan pencegahan Pasal 13”.

“Ada tiga hal dalam Undang-Undang Direktorat yaitu kewenangan penyadapan 2006 perkara BLBI. Mahkamah Konstitusi tidak pernah membatalkan hal tersebut, kewenangan KPK UU 32 tetap berlaku. Kalaulah Undang-Undang tidak mengatur penyadapan, maka tidak boleh dilakukan, meskipun terkait masalah Hak Asasi Manusia (HAM). Namun tetap HAM itu dibatasi oleh per-Undang-undangan lainnya, seperti penyadapan karena sifatnya konstitusional,” ungkap Sonny.

Karenanya KPK tidak tiba-tiba melakukan penyadapan, jika tidak ada alat bukti yang cukup. Penyadapan bersifat sebagai alat bukti yang kuat. Minimal ada dua macam alat bukti baru KPK melakukan penyadapan,” jelas Sonny.

“Kami memiliki dokter khusus yang menangani kesehatan para koruptor. Dan dokter itu bilang dengan tertangkapnya si koruptor dapat di pastikan kejiwaannya terganggu. Maka jika ada yang melihat koruptor senyum-senyum di TV, dapat dipastikan karena jiwanya terganggu,” pungkas Sonny. (MIF)

Related Articles

Dugaan Korupsi Dana Hibah Taman Pramuka, Statusnya Sudah Naik Dari Penyelidikan ke Penyidikan

BANDUNG, BEREDUKASI.COM – AKTIVIS Ormas Manggala Garuda Putih (MGP) Agus Satria, menggeruduk Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Jl. LL. RE. Martadinata, Jumat, 24 Juni...

ATM Beras, Entaskan Kemiskinan

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- SEMASA Pandemi Covid-19, angka stunting di Kota Bandung pada 2021 mencapai 8,93 persen. Padahal, sebelumnya pernah menyentuh 6 persen lebih. Untuk menekan...

Jembatan Gantung Simpay Asih, Yang Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Dua Desa

PANGANDARAN, BEREDUKASI.COM -- JEMBATAN Gantung Simpay Asih yang merupakan akses utama Desa Batukaras dengan Desa Cijulang di Kabupaten Pangandaran, telah diresmikan penggunaannya oleh Wakasad...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Dugaan Korupsi Dana Hibah Taman Pramuka, Statusnya Sudah Naik Dari Penyelidikan ke Penyidikan

BANDUNG, BEREDUKASI.COM – AKTIVIS Ormas Manggala Garuda Putih (MGP) Agus Satria, menggeruduk Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Jl. LL. RE. Martadinata, Jumat, 24 Juni...

ATM Beras, Entaskan Kemiskinan

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- SEMASA Pandemi Covid-19, angka stunting di Kota Bandung pada 2021 mencapai 8,93 persen. Padahal, sebelumnya pernah menyentuh 6 persen lebih. Untuk menekan...

Jembatan Gantung Simpay Asih, Yang Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Dua Desa

PANGANDARAN, BEREDUKASI.COM -- JEMBATAN Gantung Simpay Asih yang merupakan akses utama Desa Batukaras dengan Desa Cijulang di Kabupaten Pangandaran, telah diresmikan penggunaannya oleh Wakasad...

Akhirnya Rahasia Sukses Diungkap Sekda Kota Bandung 

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan bahwa sebuah komitmen dibarengi disiplin akan menghasilkan kesuksekan. Apalagi dalam mengemban Jabatan, hal tersebut...

Unik Memang ! Pameran Hewan di Tengah Area Terbuka Mal

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- MASA liburan sekolah telah tiba. Sejumlah Orangtua, tentu ingin membawa anak-anaknya untuk berlibur. Salasatu pilihan yang bisa dicoba yaitu Wisata Edukasi di...