20.4 C
Indonesia
Friday, 7 October 2022
spot_img

Ketua Mahkamah Agung Berdialog Dengan Calon Hakim Priangan…..!

Bandung, BEREDUKASI.Com — DISELA masa pendidikan Calon Hakim (Cakim), Fahadil Amin Al Hasan., M.Si salasatu Cakim yang menjalankan pendidikan di Pengadilan Agama Bandung. Bersama beberapa Cakim lainnya, mengadakan kegiatan Silaturahmi dan Dialog bersama Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) periode 2001-2008, Prof. Dr. Bagir Manan., S.H., MCL.

Dialog ini bertajuk “Menuju Terbentuknya Hakim Yang Profesional, Berintegritas, Bermartabat”. Dan berlangsung di Hotel Tebu Jl. R.E Martadinata, Kota Bandung beberapa waktu lalu.

Kesempatan bertemu Prof. Bagir Manan itu, dimanfaatkan pula oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Bandung. Cakim yang melaksanakan pendidikan di Pengadilan Negeri Bandung dan Pengadilan Agama Garut. Didampingi para mentor dari masing-masing satuan kerja Cakim itu dalam melaksanakan pendidikannya.

Prof Bagir Manan menyampaikan sebuah ide dan karyanya yang sampai saat ini masih dipakai oleh MA, “Majalah Varia Peradilan yang berisi tulisan Hakim, muatannya tidak hanya putusan Hakim saja. Namun ada disiplin ilmu agama. Ini adalah upaya untuk menambah wawasan persoalan hukum,” ujarnya.

Saat dirinya menjadi Ketua di Mahkamah Agung, berhasil melakukan peningkatan yang diantaranya adalah membangun Peradilan menjadi lebih baik, meningkatkan anggaran Peradilan, mengadakan kendaraan Dinas untuk pekerjanya. Medorong Menteri Keuangan RI dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memiliki sikap untuk memperbaharui Peradilan.

“Muncul kerjasama yang mudah, kerjasama Internasional, selain untuk pembangunan manajemen juga untuk manajemen pembangunan Sumber Daya Manusia. Sehingga banyak pelatihan-pelatihan Hakim keluar negeri,” jelas Prof Bagir Manan.

Bagir Manan dikenal memiliki “Blue Print” yang pertama, sebuah program perencanaan pembangunan peradilan, bekerjasama dengan pemerintah, DPR dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM). Sehingga Prof. Bagir Manan, dikenal unik karena dalam sejarah peradilan. Hanya pada masan dirinya, dalam hal ini MA bekerjasama dengan LSM.

Dirinya menyimpulkan menjadi Hakim yang Profesional, Berintegritas dan Bermartabat. Adalah dengan memiliki sikap “Leadership”, membangun harga diri, menanamkan pentingnya integritas dalam diri. Dan senantiasa menjunjung tinggi etika profesi.

“Saya memberikan Definisi Integritas sangat sederhana yaitu bekerja dengan usaha-usaha yang maksimal untuk menghasilkan yang Terbaik” pungkas Prof. Bagir Manan. (MIF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU