23.4 C
Indonesia
Sunday, 29 January 2023
spot_img

Konsumsi “Kefir” Agar Terhindar Dari Ragam Virus………!

Tasikmalaya, BEREDUKASI.Com — TERINSPIRASI dari salaseorang anggota keluarga mengalami sakit yang sulit menemukan obat.

Hingga harus melakukan pengobatan terapi tradisional, seorang warga pendatang dan bermukim di Kampung Uteran Kidul Kecamatan Pager Ageung Kabupaten Tasikmalaya.

Membuka usaha dengan membuat ramuan obat berbahan baku susu sapi yang sudah dipermentasikan.

Ya… inilah sosok Imam Daryono pelopor pembuatan Susu Kefir. Mulanya ia membuat sejumlah obat berbentuk kapsul di tahun 2016 yang lalu.

Dikatakan Daryono, Kefir bukan obat tetapi sejenis makanan yang mengandung beragam vitamin serta protein tinggi bagi tubuh manusia.

Dijelaskannya, bahan baku susu yang sudah dipermentasikan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, obat yang memiliki nilai gizi tinggi.

“Kita bisa olah menjadi Kapsul Kefir Kolostrum, Wajit, Telur, Gula, Kopi. Dan semuanya diberi nama “Kefir” karena dibuat dari Susu Kefir,” kata pria berlogat jawa dan memiliki tiga anak ini.

Dijelaskan, dari tiap jenis dan bentuk “Kefir” memiliki fungsi yang berbeda. Namun inti dari makanan “Kefir” tersebut untuk memberikan kekuatan pada tubuh. Agar terhindar dari ragam virus yang menyerang.

Disamping itu, jelas Daryono, sistem kerja yang dilakukan dalam proses pembuatan makanan berbahan baku Susu Kefir dengan cara kerjasama.

“Jadi disini saya melakukan “Maklun”. Agar semua sama sama bisa makan,” tandasnya.

Ditambahkan, cara yang diterapkan ketika susu mentah datang dilakukan pengolahan, permentasi selama beberapa hari.

“Kemudian setelah melalui proses terlebih dahulu, baru dimaklunkan ke orang di wilayah Bandung,” ungkapnya lagi.

Tekhnik untuk pemasaran yang dilakukannya yaitu dengan cara “online”.

“Ada juga yang langsung datang ke rumah sekaligus melakukan pengobatan terapi,” ujar pria berdarah JawaTimur pemilik sifat familier ini.

Ada kebiasaan yang dilakukan pencetus makanan “Kefir” ini. Disetiap hari Jumat, Daryono melakukan Bakti Sosial dengan cara menggratiskan makanan, obat “Kefir” yang dibuatnya.

“Saya ingin berbagi dengan mereka, khususnya yang tidak mampu untuk bersama sama belajar hidup sehat, dengan mengkonsumsi makanan “Kefir” ini,” tandasnya lagi.

Kini, imbuhnya, Susu Kefir sebagai bahan baku suplemen “Kefir” bersiap untuk melakukan kerjasama dengan pihak luar yang memiliki pemahaman yang sama.

“Kami selalu membuka ruang untuk berdiskusi. Karena dengan melakukan dialog itulah kami bisa maju,” pungkasnya. (Budi S. Ombik)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU