27.4 C
Indonesia
Wednesday, 28 September 2022
spot_img

Kuatkan Keluarga Anak Disabilitas…!

Bandung, BEREDUKASI.Com — DITEMUI di Kecamatan Antapani dalam Acara Musyawarah cabang FKAADK Kota Bandung.  Nurhasanah berbagi cerita mengenai dedikasinya terhadap  Disabilitas atau ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).

Nurhasanah sendiri saat ini, menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Keluarga Anak Dengan Kecacatan atau yang disingkat dengan “FKKADK” sejak tahun 2015.

Nurhasanah berkisah bahwa ia tergerak untuk berkontribusi aktif dalam kegiatan anak-anak Disabilitas. Karena di samping memiliki ABK (Anak Berkebutuhan Khusus), ia juga mengaku bahwa sejak awal ia merasa terpanggil untuk aktif dalam kegiatan sosial.

“FKKADK. Dan ini merupakan inisiasi dari Kemensos yang dilaunching di kota Bandung. Dan memang sebagai sarana untuk menguatkan keluarga yang memiliki anak disabilitas.

“Kami melakukan banyak sosialisasi, kemudian  mengadvokasi dimana keluarga juga harus lebih terbuka di lingkungan masyarakat. Terlebih kota Bandung yang tengah berupaya menjadi kota yang Inklusif,” tutur perempuan kelahiran 22 September 1967.

Nurhasanah juga sering mengunjungi beberapa kota untuk memberikan konseling. Diantaranya ke 6 Kabupaten dan Kota meliputi Cimahi, Purwakarta, Cianjur,  Sumedang, Garut, Kabupaten Bandung Barat dan lain-lain.

“Penguatan terhadap keluarga anak Disabilitas sangat penting untuk dilakukan. Banyak upaya yang sudah kami kerjakan seperti saling berbagai informasi dan pengetahuan sesuai dengan kebutuhan anak. Bagaimana cara merawat anak, memberikan terapi sederhana, melayani dan mengasuh dengan pola yang tepat. Adapula “Family Gathering” dimana potensi dan minat anak bisa terus digali,” tandas Nurhasnah.

Menurutnya, anak Disabilitas disamping membutuhkan perawatan juga harus diberdayakan sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

“Kita harus mengenali anak Disabilitas. Agar siap dalam menerima. Terutama keluarga yang menjadi “home base” bagi anak,” tandasnya.

Dulu anak Disabilitas sering dianggap kutukan atau juga hal negatif yang pada akhirnya, menjadi beban mental. Sebab itu FKKADK, menyentuh keluarga sebagai hal utama yang harus diberikan pengarahan.

“Anak adalah anugerah juga amanah yang tidak bisa ditolak kondisinya.  Terpenting bagaimana kita dapat menyelesaikan masalah, bukan fokus pada masalah anaknya. Apalagi saling menyalahkan hingga terjadi kegoncangan di dalam rumah tangga, gara-gara anak Disabilitas,” jelasnya.

Karena anak Disabilitas sama seperti anak-anak yang lainnya. Hanya saja terganggu dalam tumbuh kembangnya.

“Saya berharap bahwa orangtua dapat lebih terbuka, terutama terhadap anak bukan hanya pemerintah yang bersosilisasi. Tetapi juga dari keluarga itu sendiri,” tutup Nurhasanah seusai acara pada siang hari itu. (Tiwi Kasavela)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU