28.4 C
Indonesia
Friday, 30 July 2021

Kurun Waktu Tiga Bulan Limbah Medis Di Kota Bandung Mencapai 2 Ton…….!

Bandung, BEREDUKASI.Com — SETAHUN terakhir Bumi sedang dihinggapi wabah Covid-19. Akibatnya tidak hanya memberi kesakitan bagi warganya, tetapi juga bagi Bumi yaitu bertambahnya Sampah Medis. Di Kota Bandung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mencatat, selama tiga bulan saja Limbah Medis di Kota Bandung sudah mencapai 2 Ton. Meski jumlahnya lebih sedikit dari sampah biasa, namun akibatnya lebih betbahaya. ”Sebab limbah medis bukan saja mengotori lingkungan tapi juga bisa membawa Virus atau Bakteri,” tutur Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat mengisi seminar online “Peningkatan Literasi Sampah Rumah Tangga, Menuju Zero Waste Society” bersama Pengabdian Masyarakat ITB, Jumat, (23/4/2021). Di tingkat Puskesmas, terang Oded, penanganan Limbah Medis telah sesuai Protokol Yetap (Protap) Kementerian Kesehatan. Tapi di tingkat rumah tangga, Oded mengakui Literasi masyarakat dalam menangani Sampah Medis perlu ditingkatkan. Karena itulah Oded mengajak warga Kota Bandung khususnya, untuk sama-sama saling bahu membahu menangani permasalahan sampah. Yaitu dengan mengelola sampah dari rumah dengan menggunakan metode Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan). Untuk Sampah Medis seperti masker dan faceshield, metodenya pun tidak asal buang saja. Tapi perlu penanganan khusus yakni Masker dianjurkan untuk Dirobek atau dirusak terlebih dulu. Kemudian disemprot disinfektan, baru dimasukkan ke dalam kantong plastik khusus. “Karena berbahaya jadi masker harus dipisahkan di tempat yang lain. Ini semua bisa kita lakukan dengan kolaborasi bersama seluruh stakeholder masyarakat Kota Bandung,” terangnya. “Agar sampah bisa dikelola oleh kita dari rumah masing-masing,” imbuhnya. Berkaitan dengan Hari Bumi, Oded mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak melakukan aksi nyata untuk melindungi bumi dari kerusakan. “Dan saya berharap sampah organik di kota Bandung sudah selesai dikelola oleh warga dirumahnya masing-masing,” tutur Oded. (tan).]]>

Related Articles

Oded Ingin Tadarus Al Quran, Dapat Terus Berlangsung Secara Berkesinambungan……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEBANYAK 1,072 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengikuti tadarus Al Quran secara virtual via Zoom pada Jumat, 16...

Konstituen Perlu Punya Keterwakilan di Dewan Pers……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- KONSTITUEN Dewan Pers perlu mempunyai keterwakilan di Dewan Pers (DP) agar setiap asosiasi konstituen memiliki akses informasi dan kebijakan dalam mengantisipasi...

Mang Oded, “Jazakumullahu khair, hatur nuhun, terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Kota Bandung”…..….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- WALI Kota Bandung, Oded M Danial sudah sehat dan siap bertugas kembali. Sebelumnya, Oded sempat menjalani perawatan akibat gangguan lambungnya. Melalui laman...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Oded Ingin Tadarus Al Quran, Dapat Terus Berlangsung Secara Berkesinambungan……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- SEBANYAK 1,072 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengikuti tadarus Al Quran secara virtual via Zoom pada Jumat, 16...

Konstituen Perlu Punya Keterwakilan di Dewan Pers……!

Jakarta, BEREDUKASI.Com -- KONSTITUEN Dewan Pers perlu mempunyai keterwakilan di Dewan Pers (DP) agar setiap asosiasi konstituen memiliki akses informasi dan kebijakan dalam mengantisipasi...

Mang Oded, “Jazakumullahu khair, hatur nuhun, terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Kota Bandung”…..….!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- WALI Kota Bandung, Oded M Danial sudah sehat dan siap bertugas kembali. Sebelumnya, Oded sempat menjalani perawatan akibat gangguan lambungnya. Melalui laman...

Xtraordinary Vaksin Persembahan SCTV Di Usia Yang Ke-31……..!

Jembatan Asa Dan Kejutan Bayi SCTV Kembali Jadi Bagian Perayaan HUT Ke-31 Jakarta, BEREDUKASI.Com -- SELAMA 31 tahun SCTV telah hadir mewarnai dunia pertelevisian tanah...

27 Juta Warga Jawa Barat Belum Di Vaksinasi, Gubernur Menunjuk Kadisdik Jabar Menjadi Ketua Percepatan Vaksinasi Di Jabar……!

Bandung, BEREDUKASI.Com -- PROVINSI Jawa Barat termasuk Provinsj yang lambat melaksanakan Vaksinasi kepada warganya, dari sekitar 50 juta penduduk Jawa Barat baru 45 %...