20.4 C
Indonesia
Wednesday, 17 August 2022
spot_img

Lestarikan Sumber Mata Air, Pemkab Purwakarta Gelar “Muru Indung Cai”…..!

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — UPAYA pelestarian serta menjaga keberlangsungan sumber mata air, Pemkab Purwakarta gelar kegiatan “Muru Indung Cai”, yang merupakan salasatu rangkaian dalam kegiatan HUT Purwakarta ke 188 dan 51 tahun.

Ada 9 Mata Air disekitar wilayah Kecamatan Wanayasa yang jadi sasaran pelestarian. Dalam acara berburu sumber mata air tersebut, diantaranya : Mata Air Cipancur di Desa Cibuntu, Mata Air Ladu Desa Sumurugul, Mata Air Legok Macan dan Ciburial di Desa Wanayasa, Mata Air Cijauh Desa Taringgul Tengah, Mata Air Cipondoh Desa Sakambang, Mata Air Cigandasoli dan Cibulakan di Desa Babakan, dan Mata Air Cipicung di Desa Ciawi Tali.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, kegiatan ini untuk kembali mengingatkan masyarakat dan unsur pemerintahan daerah Kabupaten Purwakarta. Agar tetap melestarikan sumber air. Agar pada saat kemarau datang tidak terjadi kekeringan, terlebih banyaknya alih fungsi yang merubah ekosistem lingkungan.

“Bentuk refleksi agar sumber air terjaga, upaya pemerintah daerah dengan OPD-OPD terkait akan mengatur air melalui regulasi yang baik dan ketat. Agar semua kebutuhan masyarakat terhadap air dengan segala kegunaannya dapat terpenuhi,” kata Ambu Anne. Dalam sambutan acara “Muru Indung Cai” di Bale Nagri Purwakarta. Rabu (17/7/19).

Terlebih ada beberapa mata air yang dikuasi pihak lain menjadikan ajang bisnis. Sehingga Pemkab Purwakarta, berupaya untuk membeli lahan milik warga yang terdapat sumber mata airnya.

“Dari pada nanti sumber air dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami dari pemerintah daerah, siap membeli lahan milik warga yang terdapat sumber air. Ini tentunya bagian upaya melindungi keberlangsungan keseimbangan alam. Serta membantu pemenuhan masyarakat, terutama memasuki musim kemarau,” ungkap Bupati yang biasa disapa dengan Ambu Anne ini dengan tegas.

Sedangkan dalam kegiatan “Muru Indung Cai”, air yang berasal dari 9 Mata Air itu, dibawa oleh para “Ulu-Ulu Cai” ke Taman Air Mancur Sri Baduga yang tak pelak menjadi perhatian masyarakat.

Iring – iringan yang dimulai dari Kecamatan Wanayasa tersebut, menuju Situ Buleud diterima oleh Sekda Purwakarta, Iyus Permana. Kemudian secara simbolis diserahkan kepada Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika di Pemda Purwakarta.

Sedangkan menurut Sekda Purwakarta, Iyus Permana, air dianggap sebagai lambang keberkahan, kesuburun dan kemakmuran. Sehingga air harus diperlakukan dengan arif serta dijaga sumber mata airnya.

“Dengan kegiatan ini, semoga dapat dipahami bersama bahwa secara garis besar. Air merupakan senyawa yang memiliki peran penting dalam mendukung segala sisi kehidupan. Bagi makhluk hidup yang ada di permukaan bumi ini,” kata Iyus Permana. (Wief)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU