29.4 C
Indonesia
Sunday, 14 August 2022
spot_img

Para Petani Tambak Udang Vaname Di Pesisir Pantai Selatan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Kini Tengah Berduka…….!

Kabupaten Tasikmalaya, BEREDUKASI.Com — PARA Petani Tambak Udang Vaname di pesisir Pantai Selatan, mulai dari Pantai Cipatujah hingga pesisir Pantai Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat tengah berduka.

Pasalnya benur/bibit Udang Vaname yang di tebar dalam tambak di serang penyakit ‘Ngapas/Mio’. Dan berpengaruh terhadap hasil panen karena berujung kematian atau panen belum pada waktunya.

Hal itu dikatakan oleh Petani Tambak Udang Vaname asal pesisir Pantai Cikalong, Ajat. Tambak udang yang dimilikinya nyaris diserang penyakit serupa hingga harus mengosongkan sebagian tambaknya.

Yang dimaksud dengan penyakit ‘Ngapas atau Mio’ pada udang, kata Ajat, adalah di sekujur tubuh udang dipenuhi mirip kapas.

‘Ini akan berujung pada kematian. Atau dilakukan panen sebelum waktunya,’ ungkap pria yang dikenal dengan kebaikannya oleh sesama Petani Tambak.

Penyebab munculnya penyakit ‘Kapas atau Mio’, tambah pria pemilik tubuh kekar ini, satu diantaranya karena kondisi perairan tambak yang kurang menguntungkan.

‘Meski kita melakukan perawatan secara rutin. Namun kondisi cuaca akan sangat berpengaruh terhadap perairan di tambak,’ tambahnya lagi.

Disebutkan, sebagai antisifasi mengalami kerugian yang besar akibat serangan penyakit tersebut. Pihaknya melakukan penanaman Bibit Ikan Mujair di sebagian tambaknya.

‘Bahkan masa panen ikan Mujair ini, lebih cepat di banding udang,’ jelasnya.

Ditambahkan, pasar Ikan Mujair sudah memiliki pasar sendiri. Sehingga saat melalukan panen dalam hitungan sudah habis terjual.

‘Untuk pasar lokal saja kebutuhan Ikan Mujair sudah terpenuhi dalam sekali panen,” katanya.

Masa Panen.

Sementara itu, usia Benur/Bibit Udang dari masa tanam hingga panen diperlukan waktu hingga tiga bulan lebih atau 120 hari.

‘Tidak selamanya panen berjalan mulus, seperti saat ini ada penyakit,’ kata pemilik kumis tipis yang satu ini.

Satu tambak yang berukuran 1000 meter persegi ditebar Benur 150 ekor/meter.

‘Jika diserang penyakit dan tergolong gawat, bisa langsung di panen meski hasilnya tidak optimal,” kata pemilik 6 Yambak Udang Vaname.

Disebutkan, kendati serangan hama ‘Kapas/Mio’ terjadi dan tergolong masih lemah. Hal itu masih bisa dipertahankan hingga masa panen tiba.

‘Ini artinya tindakan yang dilakukan dan masih bisa ditangani terus berlanjut walau ada yang mati tapi jumlahnya sekala kecil,’ jelasnya lagi.

Dalam perawatan dan pemberian pakan, tambah Ajat, dilakukan secara rutin. Untuk sehari pemberian pakan minimal 3 kali, yakni waktu Pagi, Siang dan Malam hari.

‘Jadwalnya sudah diatur kalau pagi hari pukul 7.00 WIB, siang hari pukul 13.00 WIB, malam hari pukul 18.00 WIB,’ pungkasnya.

Pihaknya berharap Pemerintah setempat serta Instansi terkait segera melakukan penanganan dan bantuan. Agar hama ‘Kapas/Mio’ yang menyerang benur dapat ditangani. (Ombik).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU