27.4 C
Indonesia
Wednesday, 28 September 2022
spot_img

Pelurusan Sejarah Purwakarta Periode Karawang Pada 1830-1832 M…..! (Episode I)

Oleh : Naurid Ilyasa.

Purwakarta, BEREDUKASI.Com — PADA masa abad ke-19 M di daerah Priangan, sering sekali sebuah pusat pemerintahan di pindah – pindahkan. Semua itu dilakukan untuk kemudahan pemerintah kolonial Hindia Belanda (Naderlandsche Indie) dalam mengatur wilayah administratif.

Kewilayahan tersebut selalu dipimpin oleh Raja-Raja Lokal Pribumi, yang diberi pangkat Regent (Bupati) oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sebenarnya jabatan bupati tersebut pertama kali dikenalkan oleh Gubernur Jendera Hindia Belanda Sir Thomas Stamford Raffles, pada masa jabatanya 1811–1816.

Wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat saat itu juga sering kali mengalami pemindahan pusat pemerintahan. Pada masa pemerintahan Gubernur Gendral Johannes Graaf Van Den Bosch 1830–1833, Kabupaten Karawang yang berpusat di Wanayasa kembali mengalami pemindahan.

Pemindahan tersebut berasal dari keinginan Bupati Karawang ke-X asal Bogor yaitu Rd.Tumenggung Soeria Winatta yang menjabat pada 1829-1849M.

Menurut kepercayaan tokoh setempat dan beberapa sejarawan, pemindahan Ibukota Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih jatuh pada 23, Agustus 1830M. Adalah berdasarkan filosofi yang bersumber dari Rukun Iman dan Islam. Itu yang dilontarkan Djamah Soedarna Trena Manggala sejarawan yang pernah meneliti sejak era 80-an.

Meski hanya bersumber dari perkiraan, tetapi pendapat ini berhasil menjadi sebuah penetapan hari jadi Purwakarta dari tahun 1982-2004.

Namun ahirnya pendapat ini dipatahkan oleh sejarawan R.M.A. Ahmad Said Widodo dengan Besluit  Titimangsa Sindangkasih, 20 Juli1830 No.2 yang ia temukan pada tahun 2004 lalu di Arsip Nasional RI.

Selain dari pada itu, banyak tokoh dan sejarawan yang meyakini bahwa dipindahkannya Ibukota Karawang dari Wanayasa ke Sindangkasih adalah berlandaskan “wangsit” yang diperoleh Bupati Rd. Soeria Winatta setelah bertirakat. Tirakat yang dilakukannya seperti istikhrah, berpuasa dan bershalawat.

Maka dari itu Bupati Rd. Soeria Winatta juga terkenal dengan julukan “Dalem Shalawat”.

Wangsit yang ia peroleh setelah bertirakat yaitu berupa “bisikan gaib” yang memerintahkan. Agar Pusat Pemerintahan Karawang, dipindahkan ke daerah yang memiliki kolam. (Bersambung ke Pelurusan Sejarah Purwakarta Periode Karawang Pada 1830-1832 M…..!

(Bersambung ke Episode 2)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU