21.4 C
Indonesia
Sunday, 7 August 2022
spot_img

Pemilik Tambak Udang Vaname, Rugi Besar Akibat Gelombang Pasang Air Laut

KABUPATEN TASIKMALAYA, BEREDUKASI.Com — TAMBAK Udang Vaname di Kampung Bubujung, Desa Ciheras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Hancur tergerus dengan naiknya air muara, akibat gelombang pasang laut.

Akibatnya para Pemilik Tambak Udang tersebut mengalami kerugian material ratusan juta rupiah. Serta perlengkapan tambak rusak, sebagian hanyut terbawa gerusan naiknya air muara ke tengah laut.

Sehari sebelumnya dalam Media Online ini, diberitakan para Pemilik Tambak mulai ciut menghadapi gelombang pasang air laut. Selain jarak pasang ke darat sebelumnya 50 meter kini sudah mendekati daratan menjadi 10 meter.

Menurut Suryana (59) pemilik tambak udang di tepi pantai Bubujung, Ciheras menuturkan, gelombang pasang laut merupakan ancaman mematikan disamping serangan hama pada Udang Vaname.

Pemilik Tambak Udang Vaname yang menjadi korban gerusan air muara, akibat gelombang pasang laut mengatakan, pihaknya memiliki kewajiban untuk melunasi biaya oprasional pengelolaan tambak.

‘Meski tambak sudah hancur dan Udang Vaname terbawa gerusan air muara, akibat gelombang pasang laut. Kewajiban ke bank tetap harus diselesaikan,’ kata Deden, di Ciheras Kamis, 7 Oktober 2021.

Disebutkan, dari insiden kejadian tersebut dirinya bersama Pemilik Tambak yang menjadi korban penggerusan air muara akibat gelombang pasang, hanya bisa menatap puing-puing yang tersisa.

‘Kita pasrah hanya bisa melihat tambak yang jebol. Saung tempat berteduh yang tinggal separuh, serta bahan lain yang berserakan,’ cetusnya.

Hal senada diungkapkan oleh Pemilik Tambak Udang lainnya, Nanang. Ia hanya bisa menghela napas dalam-dalam menyaksikan ladangnya mencari nafkah berserakan dan jebol.

“Modalnya bukan uang sedikit. Mencapai ratusan juta rupiah. Belum lagi kewajiban lain untuk menyelesaikannya. Darimana itu semua untuk menyelesaikan sementara ladang usaha kami luluh lantak,’ ucapnya penuh kekecewaan.

Gelombang pasang air laut, akhir-akhir ini mengalami peningkatan signifikan. Dikatakan Nanang, jika Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas terkait, tidak melakukan upaya pencegahan, dipastikan akan dialami hal serupa oleh sesama Petambak. (Ombik).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU