27.4 C
Indonesia
Saturday, 23 October 2021

Penghobi Baru Dan Lama Yang Kembali “Booming”…….!

Bandung, BEREDUKASI.Com — MASA pandemi Covid-19 berdampak terhadap segala aspek kehidupan. Namun di sisi lain, ada hobi baru dan hobi lama yang “Booming” kembali. Berawal dari kebosanan orang-orang dari segala pembatasan aktivitas sosial yang terjadi.

Salasatunya memelihara Ikan Hias, seperti Ikan Cupang yang yang kembali digandrungi di dalam negeri. Dari mulai anak-anak sampai orangtua, kembali memelihara ikan yang dinilai memiliki bentuk dan warna yang menarik.

Dengan alasan tersebut, Karang Taruna, Kelurahan Burangrang, membaca peluang untuk memberdayakannya.

Ditemui di Kantor Sekretariatnya, Koordinator Bidang Humas Karang Taruna Burangrang, Dito Mochamad Febrianto mengungkapkan, Organisasinya memiliki Bidang Lingkungan Hidup. Salasatu tugasnya, memberdayakan Tumbuhan dan Hewan di wilayahnya.

Akhirnya anggota Karang Taruna diarahkan untuk memberdayakan Ikan, termasuk Ikan Hias khususnya Cupang yang memiliki nilai Ekonomi lebih tinggi saat ini.

“Untuk Ikan, sebelumnya kita membudidyakan Ikan Lele dan Patin sebagai kebutuhan warga untuk Konsumsi. Tapi untuk sekarang kita merambah ke budidaya ikan hias, salasatunya Cupang, karena nilai jualnya cukup tinggi,” katanya, Senin 1 Februari 2021.

Tidak hanya itu, Karang Taruna Burangrang, juga akan membuat web khusus untuk penjualan hasil produksi seperti makanan dan minuman, serta Ikan Hias yang saat ini sedang dibudidayakan.

“Untuk UEP (Usaha Ekonomi Produktif), disini kita akan membuat web khusus untuk penjualan. Kebetulan Ikan Hias itu juga akan diadakan penjualannya. Lewat Instagram juga,” katanya.

Ia juga berharap setelah program tersebut dapat terealisasi, Anggota Karang Taruna lainnya bisa memanfaatkan sebaik-baiknya. Karena di masa pandemi Covid-19 ini, memang cukup sulit memulai berbagai kegiatan.

“Mudah-mudahan apa yang jadi kerja hari ini dan apa yang dihasilkan nanti. Bisa bermanfaat untuk Anggota dan Warga Kelurahan Burangrang juga,” imbuhnya.

Sedangkan Anggota Tarang Karuna Burangrang, Ferry Andriawan yang juga telah memulai Budidaya Ikan Cupang setahun yang lalu. Mengaku mulai tertarik membudidayakan Cupang tersebut berawal dari hobi.

“Awalnya saya dari hobi karena ada ketertarikan untuk mengembangbiakkan, ditambah saat ini Cupang juga lagi Booming, akhirnya berjalan sekitar satu tahunan ini,” ucap Ferry di kediamannya Jl. Kancra, Bandung.

Ferry juga menjual berbagai ikan Cupang di akun instagram @aulia.betafish ini, mengaku bisa mendapat keuntungan dari hasil ternak sendiri mencapai Rp.500 ribu hingga Rp.1 juta dalam seminggu. Harga jual ikan mulai dari Rp.40 ribu sampai Rp.500 ribu, tergantung jenis dan ukuran.

Namun dengan kondisi cuaca yang ekstrem saat ini, membuat “Burayak” atau “Anakan Ikan Cupang”nya banyak yang mati. Saat ini ia pun sedang menghentikan dahulu proses mengawinkan Cupang.

“Jadi kalau masalah Breeding ini, hanya dari segi Perawatan Air, sama pakannya yang penting. Kalau “Ngebreed” dari proses perkawinannya saat ini jangan dulu dengan kondisi cuaca yang saat ini,” jelasnya.

Soal waktu “Booming” Ikan Cupang ini terjadi, dia menganggap akan bertahan lama. Karena saat ini “Trend”nya para Breeder berlomba-lomba menghasilkan warna Ikan Cupang yang menarik.

“Kemungkinan bertahan lama. Soalnya sekarang para “Breeder” lagi bikin warna yang menarik. Itu dari indukannya seperti kawin silang jenis Multicolor dengan Nemo. Dari situ juga harganya bisa stabil,” katanya.

Sedangkan Anggota Karang Taruna lainnya, Rizal Elhakim mengaku juga tertarik. Karena sebelumnya dikenalkan tentang asyiknya memelihara Ikan Cupang.

“Awalnya saya tertarik karena dikenalkan. Karena sebelumnya saya suka sama Aquascape saja,” katanya.

Rizal yang baru mencoba Budidaya Ikan sejak sebulan lalu ini mengatakan, tertarik karena nilai Ekonomi dari penjualan Ikan Hias tersebut yang cukup tinggi saat ini.

“Memang ada nilai Ekonomi-nya juga yang lumayan, Seni-nya juga ada. Tapi ada cara atau teknik yang harus kita tahu juga sebelum mulai “Ngebreed”. Ilmunya banyak,” ucapnya.

“Berhubung saya juga masih Pemula, mulai sebulanan yang lalu. Ya…dengan hal ini bagus sambil cari ilmu, belajar tapi menghasilkan juga,” ujarnya. (agg).

Related Articles

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Warga SDN 039 Tegallega Kota Bandung, Semua Semangat Menjalankan PTMT.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- PELAKSANAAN Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sekarang ini. Memang masih terus berlangsung, seperti hal nya di SDN 039 Tegallega Kota Bandung.'Alhamdulilah...

Prokes Menuju Endemi : Tetap Pakai Masker Walau Sudah Vaksinasi.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- MESKI secara umum penyebaran dan penanganan terkendali,Pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus COVID-19 di seluruh pelosok.Ancaman virus yang dirasa masih akan...

SDN 031 Pelesiran Kota Bandung, Patut Diberi Acungan Jempol.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- DALAM situasi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Dalam pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), bisa berjalan dengan lancar. Tentunya harus dengan...

Penipuan Di Ranah Digital.

BANDUNG, BEREDUKASI.Com -- SEIRING dengan berkembangnya teknologi, penipuan di ranah digital semakin marak terjadi. Karenanya, seseorang perlu senantiasa menjaga keamanan identitas digitalnya kapanpun.Tak terkecuali...

Permohonan Pengujian Judicial Review UU PERS No. 40 Tahun 1999 Di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Harus Ditolak.

JAKARTA, BEREDUKASI.Com -- HARI Senin, 11 Oktober 2021, telah dilangsungkan Persidangan Pleno Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) dalam perkara dengan Nomor 38/PUU-XIX/2021,...