FeaturedPemerintahan

Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Berupaya untuk Menjalankan Mandat Strategis Kemendukbangga

BANDUNG, BEREDUKASI.COM –TANTANGAN Produktivitas Bonus Demografi di Provinsi Jawa Barat terdapat pada aspek pengendalian kuantitas dan kualitas penduduk.

Dari sisi kuantitas, salah satu indikator penting dalam menjaga penduduk tumbuh seimbang adalah terkendalinya angka fertilitas total (TFR). Serta peningkatan modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR). TFR berperan dalam menjaga stabilitas pertumbuhan penduduk sedangkan mCPR mencerminkan kebutuhan masyarakat dalam memanfaatkan akses dan layanan Keluarga Berencana yang efektif.

Sedangkan pada aspek kualitas, Jawa Barat masih menghadapi beberapa persoalan yang perlu mendapatkan perhatian bersama.

Tingginya angka Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di Jawa Barat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pembangunan kualitas keluarga.

Angka Prevalensi Stunting Jawa Barat saat ini menunjukan angka 15,9% berdasarkan hasil SSGI 2024, dengan angka tertinggi di Kabupaten Bandung Barat 30,8, dan terendah di Kabupaten Cianjur 7,2. Hal ini menjadi tantangan tersendiri yang menuntut pendekatan pembangunan yang terintegrasi, holistik, dan berkelanjutan.

Dalam rangka menjawab tantangan-tantangan tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat. Berupaya untuk menjalankan mandat strategis Kemendukbangga melalui fokus pembangunan keluarga yang dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap tahapan siklus kehidupan keluarga. Melalui pelaksanaan program-program strategis seperti Tamasya, Genting, GATI, dan SIDAYA di seluruh wilayah di Jawa Barat. Sejalan dengan hal tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat pun berupaya untuk turut berkontribusi dalam percepatan penurunan Stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui dukungan pendistribusian MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non paud sebagai bagian dari strategi intervensi berbasis keluarga. Dalam pencegahan terjadinya angka Stunting Baru.

Berbagai program kegiatan tersebut tentu saja tidak dapat dilaksanakan secara sepihak oleh Kemendukbangga/BKKBN, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai mitra kerja strategis. Agar pembangunan keluarga dapat berjalan, dan pada akhirnya kuantitas dan kualitas keluarga di Jawa Barat dapat terjaga atau on the track.

Karena itu, menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) sebagai forum strategis untuk menyeleraskan kebijakan dan program antara pusat-daerah, memperkuat komitmen pemangku kepentingan, dan mengevaluasi capaian dan tantangan program bangga kencana dan program prioritas kemendukbbangga/BKKBN.

Rakorda ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi daerah dalam rangka mempercepat transformasi pembangunan kelaurga, kependudukan dan keluarga berencana sebagai fondasi terwujudnya generasi sehat berkualitas menuju Jawa Barat Istimewa dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

1. Tujuan Kegiatan

A. Mengevaluasi Kinerja program Bangga Kencana di Tk Provinsi Jawa Barat;
B. Menyelaraskan arah kebijakan prioritas nasional dengan kebijakan strategi dan transformasi pembangunan keluarga melalui implementasi program prioritas kemendukbangga/BKKBN di tk provinsi;
C. Memperkuat sinergi dan komitmen antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam pemenuhan gizi ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita;
D. Merumuskan rencana tindak lanjut percepatan penurunan stunting berbasis keluarga melalui MBG 3B di Provinsi Jawa Barat; serta
E. Mengindentifikasi dan memetakan praktik baik dan inovasi daerah untuk diimplementasikan di tk kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional.

2. Tema

Tema Rakorda program Bangga Kencana Provinsi Jawa Barat tahun 2026 adalah: “Penguatan Kelembagaan dan Transformasi Kemendukbangga mendukung Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045 dan Jawa Barat Istimewa”.

3. Nara Sumber

Adapun nara sumber kegiatan ini terdiri dari:

A. Bapak Sekretaris Menteri/Sestama BKKBN yang akan memberikan arahan dan penguatan kelembagaan dalam program Bangga Kencana;
B. Bapak Wakil Gubernur Jawa Barat selaku Ketua TPPS Jawa Barat yang akan memberikan sambutan pada kegiatan pembukaan.
C. Ibu Pingkan Awaliya
Biro Perencanaan dan Keuangan Kemendukbangga/BKKBN yang akan menyampaikan materi terkait strategi pelaksanaan program Bangga Kencana dengan DAK BOKB;
D. Yuna Lusiana, S.Pd., Gr., M.Han
Kordinator Wilayah Kabupaten Bandung/Perwakilan KPPG BGN dengan materi mengenal MBG 3B.
E. Kepala DPPKB Kota Bogor yang akan menyampaikan Best Practice PJPK dalam rangka konvergensi urusan Kependudukan Lintas Sektor di Pemerintah Daerah.
Selain materi di atas, turut hadir Wakil Ketua Baznas untuk memberikan tausiyah ramadhan 1447 H, melaksanakan buka puasa bersama nanti magrib.

4. Peserta Kegiatan
Peserta kegiatan dibagi menjadi dua,
Pra Rakorda diikuti oleh :
– Sekdis OPD KB;
– Kepala Bidang Pengampu DAK BOKB;
– Ketua DPD IPeKB para ketua DPC IPeKB.

Sedangkan peserta kegiatan Rakorda terdiri dari:
– Pimpinan Instansi Vertikal Provinsi Jawa Barat;
– Kepala SKPD di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat;
– Mitra Kerja Program Bangga Kencana tk Provinsi Jawa Barat, serta
– Kepala OPD KB dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

5. Hasil yang Diharapkan
Melalui pelaksanaan kegiatan Rakorda Program Bangga Kencana Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 ini diharapkan :
A. Terumuskannya rekomendasi strategis transformasi pembangunan kependudukan dan pembangunan keluarga dalam berbagai sektor Provinsi Jawa Barat;
B. Tersusunnya rencana tindak lanjut (RTL) program Bangga Kencana yang terintegrasi antara pusat, daerah, dan pemangku kepentingan/mitra kerja terkait di Provinsi Jawa Barat;
C. Terbangunnya komitmen bersama para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga, Kesehatan ibu dan anak di Provinsi Jawa Barat;
D. Terpetakannya inovasi dan praktik baik pelaksanaan PJPK di daerah. (***).

Related Articles

Back to top button