
Pesantren Kilat SDN 178 Gegerkalong KPAD Bandung, Tekankan Pembentukan Karakter dan Literasi Al-Qur’an
BANDUNG, BEREDUKASI.COM – SDN 178 Gegerkalong KPAD Bandung menggelar kegiatan Pesantren Kilat bagi para siswa selama bulan Ramadan.
Program ini tidak hanya berfokus pada penguatan nilai keagamaan, tetapi juga menanamkan pembentukan karakter serta meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Bandung, Hj. Lina Susiani, menjelaskan bahwa kegiatan pesantren kilat ini menjadi momentum untuk memberikan wawasan keagamaan kepada para siswa sekaligus membangun karakter yang lebih baik sejak usia dini.
ㅤ
“Melalui pesantren kilat ini kami berharap anak-anak mendapatkan pemahaman keagamaan yang lebih baik. Tema yang kami ambil adalah pembentukan karakter bagi siswa,” ujar Lina Susiani saat ditemui di sekolahnya, Selasa (10/3/2026).
ㅤ

Dalam pelaksanaannya, sekolah juga menggandeng komunitas International Learning Quran (ILQ) sebagai mitra pembelajaran. Kerja sama ini bertujuan membantu siswa memahami huruf dan ayat-ayat Al-Qur’an serta mengurangi angka buta huruf Al-Qur’an di kalangan anak-anak.
ㅤ
Menurut Hj. Lina Susiani, program tersebut diharapkan dapat mendorong siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya sehingga dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
ㅤ

“Kami ingin anak-anak tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga memahami isi Al-Qur’an. Harapannya nilai-nilai yang ada di dalamnya dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
ㅤ
Selain membaca dan memahami Al-Qur’an, kegiatan pesantren kilat juga melatih siswa untuk menulis ayat-ayat Al-Qur’an secara bertahap. Setiap hari siswa dibiasakan menulis satu kalimat atau ayat pendek sebagai bentuk refleksi dari materi yang dipelajari.
ㅤ
“Dengan menulis, anak-anak diharapkan lebih memahami apa yang mereka baca. Jadi tidak hanya membaca, tetapi juga menulis dan memahami maknanya,” jelas Hj. Lina.
ㅤ
Pesantren kilat ini diikuti oleh seluruh siswa SDN 178 Gegerkalong KPAD Bandung dengan durasi kegiatan selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Maret 2026.
ㅤ
Pada hari penutupan, sekolah juga mengadakan kegiatan berbagi sebagai bentuk pembelajaran empati bagi siswa. Setiap kelas mengumpulkan infak harian yang kemudian disalurkan kepada anak yatim di lingkungan sekolah.
ㅤ
“Melalui kegiatan berbagi ini kami ingin menanamkan rasa empati kepada anak-anak. Mereka belajar bahwa dalam kehidupan tidak semua orang memiliki kondisi yang sama, sehingga penting untuk saling membantu,” tutur Hj. Lina.
ㅤ
Ia berharap kegiatan pesantren kilat ini dapat memberikan dampak positif bagi para siswa, baik dalam pemahaman keagamaan maupun dalam pembentukan karakter.
ㅤ
“Walaupun hanya lima hari, mudah-mudahan kegiatan ini memberi dampak bagi anak-anak agar semakin mencintai Al-Qur’an dan terbiasa mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (HKS).




