FigurPerguruan Tinggi

Rudi Menyemai Harapan dan Dedikasi untuk ABK…!

0

Bandung, BEREDUKASI.Com — HUJAN masih deras mengguyur kota. Ketika BEREDUKASI.Com menemui pemuda asal Pontianak, Kalimantan Barat ini.  Namanya, Rudi Fransicus Tanjaya atau yang akrab disapa “Rudi”.

Dengan hangat dan senyuman yang memgembang dari bibirnya. Kemudian ia mulai bercerita mengenai berbagai macam fragmen yang terjadi di dalam hidupnya. Tentang apa yang tengah ia jalani juga tentang mimpi yang sedang dirajut.

Kuliah di jurusan Pendidikan Khusus (PKh) sejak tahun 2013 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), membuatnya memiliki ketertarikan terhadap dunia pendidikan. Terutama kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Dimana dalam aktifitas mengajar dia mendapatkan banyak inspirasi, pembelajaran dan pengalaman yang membuatnya lebih bijak dalam menyikapi keadaan dan banyak bersyukur kepada Tuhan.

“Saya orang yang senang belajar, apalagi jika pembelajaran yang  dapatkan juga bisa bermanfaat bagi orang lain. Sebab itu, saya hobi mengikuti berbagai macam seminar, workshop ataupun menjadi volunteer dalam berbagai program,” papar pria kelahiran Sei-Raya, 10 November 1992.

Kini selain menyelesaikan tugas akhir perkulihan, sejak tahun 2017 Rudi juga bekerja di “Our Dreams Indonesia” yang merupakan klinik tumbuh kembang anak dan remaja berkebutuhan khusus. Di tahun yang sama, aktif juga sebagai pendamping dalam “Hiking for Fun” yang merupakan sebuah komunitas hiking untuk anak-anak yang acaranya diadakan setiap Sabtu dan Minggu.

“Perkuliahan, pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Sering berkaitan dan berinteraksi dengan anak-anak. Saya mengasihi mereka,” ungkapnya.

Lalu bagaimana awalnya Rudi memiliki perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap ABK…..?

Rudi membeberkan ceritanya. Seusai lulus dari SMKN 1 Singkawang jurusan Teknik Mesin, dirinya sempat bekerja pada beberapa bidang sambil mengikuti beberapa kesempatan untuk mendapatkan beasiswa perkuliahan. Tahun ke tiga, akhirnya lolos di Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan Pendidikan Khusus (PKh). Awalnya tidak pernah terbesit, akan berproses menjadi seorang guru. Namun seiring bergulirnya waktu, muncul rasa kasih dan motivasi yang tinggi dalam melayani anak anak.

“Ada semangat atau passion di sini. Saya merasakan sesuatu yang berbeda. Ketika melihat permasalahan anak-anak yang berkebutuhan khusus. Dan saya percaya bahwa merekapun memiliki potensi tersendiri unik serta luar biasa jika digali dan dikembangkan,” jelas Rudi.

Rudi berpendapat, jangan sampai ada diskriminasi terhadap Anak Berkebutuhan Khusus. Dan pendidikan yang baik tentunya yang inklusif dalam segala bidang.

“Belajar itu sepanjang hayat. Mengajar adalah bagian dari proses pembelajaran. Semoga saya dapat membantu banyak keluarga dalam mengembangkan potensi dari tiap-tiap anak, meski lewat hal-hal yang kecil. Saya ingat perkataan Napolleon Hill, “Jika Anda Tidak Dapat Melakukan Hal Besar, Lakukanlah Hal-hal Kecil Dengan Cara Yang Hebat”. Saya selalu berusaha semampu saya untuk mewujudkan yang terbaik,” papar anak sulung dari 4 bersaudara ini.

Kedepannya selain menjadi guru ABK yang profesional, Rudi juga berharap dapat lebih sering menjadi volunteer. Tujuannya tentu, ingin membagikan hal yang ia miliki, salasatunya lewat ilmu yang ia pelajarinya.

“Saya ingin memulai membangun sebuah komunitas kecil yang harapannya menjadi sebuah sekolah. Dimana didalamnya menganut paham inklusif,” ujarnya.

Rudi juga berkata bahwa permasalahan pendidikan di daerah saat ini masih cukup tinggi. Mulai dari tenaga pendidik maupun sarana dan prasarananya. Jika di kota besar, anak berkebutuhan khusus bisa dengan mudah menemukan akses untuk melakukan terapi. Namun berbeda jika di daerah yang masih sangat terbatas sehingga pendidikan dan penanganannya terabaikan.

“Saya ingin Anak Berkebutuhan Khusus benar-benar digali kemampuannya. Agar orang-orang dapat melihat bahwa merekapun masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Tentunya orang tua juga perlu diedukasi dan terlibat langsung didalamnya,” ujar pria yang selalu tersenyum ini.

Rudi yang memiliki motto hidup “Lakukan Yang Terbaik dan Berikan Yang Terbaik” ini. Berkata bahwa dia selalu belajar dari setiap orang yang ditemuinya. Karena setiap orang memiliki sisi positif yang bisa ambil.

“Jika Tuhan ijinkan, banyak hal yang ingin saya berikan kepada sesama. Semoga saya bisa….!,” tandas pemuda tampan ini menutup perbincangan. (Tiwi Kasavela)

admin

Ensure you get your Research proposition Approved Right Away insurance firms Specialists at Your Service

Previous article

Disdik Kota Bandung Ingin Pendidikan Inklusif Bisa Merata..!

Next article

You may also like

More in Figur