FeaturedPendidikan

SDN 088 Embong Kota Bandung, Usai Laksanakan Pesantren Kilat ‘Pesona Ramadan’

BANDUNG, BEREDUKASI.COM — BULAN Suci Ramadan disambut dengan penuh semangat oleh para peserta didik di SDN 088 Embong Kota Bandung.

Sejak memasuki minggu Pertama Ramadan, sekolah sudah menggelar kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) bertajuk “Pesona Ramadan” (Pesantren Sekolah Pembentuk Insan Beriman dan Berakhlak Mulia).

Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengisi hari-hari puasa para peserta didik. Dengan aktivitas positif yang memperkuat iman dan karakter.

Neni Neni Siti Zakiyah, selaku Kepala Sekolah SDN 088 Embong Kota Bandung.

Neni Siti Zakiyah, selaku Kepala Sekolah SDN 088 Embong Kota Bandunh ini. Menjelaskan bahwa program Sanlat di minggu pertama ini, berlangsung meriah dan melibatkan seluruh elemen sekolah.

“Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan Sholat Dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6. Suasananya sangat khidmat,” ujar Neni Siti Zakiyah, beberapa waktu lalu.

Usai Sholat Dhuha, para peserta didik tidak langsung bubar. Mereka mengikuti Kuliah Tujuh Menit (kultum) yang disampaikan oleh para Guru secara bergilir.

“Kultum perdana kemarin, saya sampaikan sendiri sebagai pembuka. Ini adalah momen baik untuk menanamkan nilai-nilai keIslaman sejak dini,” Kepala Sekolah yang sempat meraih Juara 1 Kategori ASN Inspiratif Kota Bandung Tahun 2025.

Rangkaian kegiatan pagi ditutup dengan pengumpulan Infak Sukarela dari para peserta didik. Semangat berbagi terpancar dari antusiasme mereka memasukkan infak ke dalam kotak yang telah disediakan.

Peserta didik mengumpulkan Infak lewat kencleng.

“Infak yang terkumpul insya Allah, akan dibagikan kepada peserta didik Yatim Piatu dan Dhuafa. Pada saat acara Penutupan Pesantren Kilat nanti,” jelas Neni Siti Zakiyah.

Setelah itu, pembelajaran dilanjutkan secara klasikal di kelas masing-masing bersama Guru kelas. Dan Materi Pesantren Kilat sendiri, telah disusun secara khusus dalam modul Sanlat oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Serta memastikan materi sesuai dan mudah dicerna oleh siswa dari berbagai tingkatan kelas.

Yang menarik, kesuksesan “Pesona Ramadan” ini adalah, hasil kerja sama Tim yang solid.

“Kepanitiaan kegiatan ini tidak hanya diisi oleh Guru PAI, tetapi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan turun tangan menjadi Panitia. Semua bergotong royong demi kelancaran acara,” ungkap Neni.

Kegiatan di minggu pertama ini, mencapai Puncaknya pada hari Jumat, 27 Februari 2026. Ditutup dengan berbagai kegiatan.

“Ada pembagian Santunan untuk anak Yatim Piatu dan Dhuafa, dilanjutkan dengan Lomba-lomba keagamaan yang seru. Ada Pildacil (Pemilihan Da’i Cilik), Lomba Kaligrafi, Menggambar, dan Lomba Sholawat atau Lagu-lagu Religi. Setiap kelas akan mengirimkan perwakilan terbaiknya,” papar Neni.

Tidak hanya Lomba, acara penutupan juga akan dimeriahkan dengan sesi mendongeng.

Berdakwah lewat media Boneka

“Kami menghadirkan pendongeng dari komunitas dengan boneka lucu sebagai media dakwahnya. Acara ini bertajuk ‘Layanan Sapari Berkisah’,” ujarnya Neni penuh semangat.

Setelah rangkaian Sanlat yang padat di minggu pertama, para siswa akan kembali mengikuti pembelajaran seperti biasa di minggu kedua Ramadan. Namun, Guru-guru tetap memiliki kegiatan untuk meningkatkan keimanan yaitu Mengaji bersama (Tadarus) dan kajian Ramadan setelah anak-anak pulang sekolah.

Kepala Sekolah berharap, kegiatan Pesantren Kilat ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi para peserta didik.

“Harapan saya, pertama, terbentuknya karakter disiplin. Kedua, karakter jujur, karena dengan berpuasa mereka belajar jujur tidak hanya kepada Guru, tetapi kepada diri sendiri dan Allah SWT. Dengan menahan lapar dan haus. Ketiga, terbentuknya generasi yang soleh dan soleha dengan membiasakan Sholat Lima Waktu tepat waktu,” ulas Neni Siti Zakiyah.

Kebiasaan baik ini, lanjutnya, tidak hanya berhenti di sekolah. Anak-anak sudah dibiasakan membawa Alat Sholat setiap hari dan melaksanakan Sholat Dhuha serta Sholat Wajib Berjamaah di sekolah. Untuk memastikan ibadah mereka berlanjut di rumah, sekolah juga memberikan Jurnal kegiatan Ramadan.

“Jurnal ini adalah pengembangan dari program ‘Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’ yang sudah berjalan. Selama Ramadan, anak-anak tidak hanya mencatat kebiasaan hebat mereka, tetapi juga menuliskan ringkasan Kultum atau Ceramah yang mereka dengarkan di Masjid atau lingkungan rumah,” terangnya.

Di sela kesibukan Ramadan, persiapan untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) juga tetap berjalan.

“Untuk kelas 4 dan 5 yang akan mengikuti OSN, kami berikan pendalaman materi tambahan. Jadi, kegiatan positif tetap berjalan tanpa mengurangi esensi ibadah di bulan suci ini. Untuk kelas 6, kami juga tetap memberikan perhatian khusus,” pungkas Kepala Sekolah.

Dengan rangkaian kegiatan yang padat dan bermakna ini, SDN 088 Embong Kota Bandung. Berhasil menciptakan suasana Ramadan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang lebih baik, jujur, disiplin dan berakhlak mulia. (HKS).

Related Articles

Back to top button