22.4 C
Indonesia
Sunday, 27 November 2022
spot_img

Tangis Bahagia Orangtua Yang Anaknya Stunting, Kini Anak Tersebut Dibantu Serta Diasuh Dandim 0622 Sukabumi

SUKABUMI, BEREDUKASI.COM — DALAM rangka mendukung Program Nasional untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul dan Berkualitas. Serta terus menggenjot percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat yang mengacu pada Peraturan Presiden No.72/2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia. Juga sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang telah dikukuhkan sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting Indonesia.

Pelaksanaan upaya Percepatan Penurunan Stunting di wilayah Kodam III/Siliwangi kembali dilaksanakan di Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, dengan menyasar dan mendatangi rumah warga yang mempunyai anak mengalami stunting.

Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Slw Letkol Inf Adhe Hansen seusai mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Makodam III/Slw Jl. Aceh 69 Kota Bandung Jawa Barat, Sabtu (01/10/2022)

Kapendam mengatakan bahwa Stunting adalah masalah kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih pendek (kerdil) dari standar usianya. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. Terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih

Lanjut dikatakannya, dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting, Dandim 0622 Sukabumi Letkol Inf Anjar Ari Wibowo, mendatangi rumah salah satu warga yang memiliki anak mengalami stunting. Rafasya putri dari pasangan suami istri bernama Ade (41) dan Lina Nuriana (35) yang tinggal di kampung Cimanggu RT 007 RW 004, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada hari Jum’at (30/09/2022).

Kedatangan Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi, membuat Ayah dan ibu Rafasya menangis. Kedua orang tua Rafasya mengaku sangat bahagia karena putrinya diangkat anak asuh dan mendapat bantuan Dandim. Ade hanya bekerja sebagai buruh bangunan lepas, dan Lina mengasuh anak-anaknya. Penghasilannya tidak cukup untuk biaya sehari-hari juga memenuhi kebutuhan gizi anaknya.

Pada kesempatan tersebut, Letkol Inf Anjar Ari Wibowo mengatakan bahwa, Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi beserta Jajarannya, secara serentak mengangkat anak asuh Stunting yang berada di wilayahnya.

“Dalam upaya membantu Percepatan Penurunan Stunting khususnya di Kabupaten Sukabumi, maka hari ini, Kodim 0622 Kabupaten beserta 15 Koramil, telah mengangkat anak asuh Stunting.” tuturnya.

Lebih lanjut Dandim mengatakan bahwa untuk selanjutnya, upaya meningkatkan kesehatan dan mengurangi penderita anak dengan Gizi Buruk, dapat terus dilakukan.

“Ke depan kita akan berupaya untuk memantau pertumbuhan dari anak atau saudara-saudara kita yang mengalami Stunting, karena hal tersebut juga sejalan dengan Program Pemerintah dalam rangka Percepatan Penurunan dan menekan angka Stunting,” jelasnya

Pada kesempatan yang sama Lina Nuriana (35) yang juga merupakan warga di kampung Cimanggu RT.007/RW. 004, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhan Ratu. Menceritakan kondisi anaknya, selain mengidap Stunting berdasarkan pemeriksaan dokter. Anaknya mengalami flek di paru-paru. Kondisi seperti ini sejak usia 6 bulan dan sudah pernah waktu itu. dibawa ke Puskesmas.

‘Sekarang dengan Dandim, semoga anak saya segera sembuh dengan bantuannya. Kami, dapat membeli susu, vitamin dan sayuran,’ ucap sang ibu dengan suara lirih sambil menyeka air matanya.

Kapendam menambahkan bahwa sesuai arahan dari Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting. Telah di laksanakan di hampir seluruh wilayah Kodam III/Siliwangi sampai ke tingkat Koramil, tutur Letkol Inf Adhe Hansen. (Mir).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU