26.4 C
Indonesia
Sunday, 25 September 2022
spot_img

Teknologi Kereta Driverless Pertama Indonesia, Mendapat Penghargaan Menteri Perindustrian.

BANDUNG, BEREDUKASI.COM – TEKNOLOGI Persinyalan Kereta Buatan dalam negeri Meraih Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (Rintek) 2021. Karena telah berhasil mengimplementasikan Autonomous Train Control (Kontrol Kereta Otomatis atau Driverless) untuk mendukung Sustainable Railway di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyerahkan penghargaan tersebut kepada Direktur Bisnis dan Kerjasama PT Len Industri (Persero), Wahyu Sofiadi, pada Acara Penganugerahan Penghargaan Rintek 2021 di Jakarta, Rabu, 1 Desember 2021.

Karya tersebut bernama SiLMove 4000, sebuah Produk Sistem Persinyalan buatan para Insinyur Len. Yang telah disematkan pada APMS Kalayang/Skytrain Bandara Soekarno Hatta (Basoeta).

Penghargaan Rintek diselenggarakan Kementerian Perindustrian RI. Untuk memacu Sektor Industri tanah air, agar konsisten berinovasi untuk meningkatkan daya saing baik di dalam maupun di luar negeri.

Menperin dalam sambutannya mengatakan, ‘Perusahaan industri perlu melakukan riset untuk pengembangan teknologi. Agar mengurangi ketergantungan kepada barang impor barang modal dan produk hilir. Perusahaan juga harus memastikan terbentuknya Ekosistem Riset dan Inovasi, dalam konteks industri, yang akan menghasilkan aplikasi teknologi baru. Yang akan membuat Proses Produksi, semakin efisien dan meningkatkan daya saing,’. (Dilansir dari Youtube Kemenperin)

Wahyu menyatakan, ‘Alhamdulillah, kita mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah di Bidang Teknologi. Semoga bisa menjadi tambahan semangat bagi kami dalam melakukan inovasi. Len selalu konsisten dalam mengembangkan Teknologi Persinyalan untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing bisnisnya. Terimakasih juga kepada PT Angkasa Pura II yang sudah percaya kepada Len dalam menginplementasikan SiLMove ini di Skytrain,’.

Kalayang Basoeta menjadi moda Kereta Full Driverless Pertama di Indonesia pada tahun 2020. Skytrain pertama kali beroperasi pada September 2017 secara Manual.

Skytrain digunakan untuk melayani mobilisasi penumpang kurang lebih 15.000-20.000 orang per hari di empat (4) terminal Bandara Internasional Soekarno Hatta dioperasikan oleh PT Len Rekaprima Semesta (Anak Usaha Len).

‘SiLMove 4000 berbasis standar teknologi CBTC Moving Block dan disusun atas komponen dengan Safety Integrity Level 4 (SIL 4) yang merupakan level keselamatan sistem tertinggi,’ imbuhnya.

Rintek 2021 diikuti oleh 42 perusahaan dengan mengusung total 52 judul rintisan Teknologi Industri. Proses penjurian dimulai bulan Juni 2021, yaitu tahap Administrasi, Seleksi Substansi, Seleksi Workshop, Pengecekan Lapangan, hingga Penjurian Final.

Tim Penilai terdiri atas para tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya. Dengan berdasarkan aspek landasan ilmiah dan Kebaruan Teknologi, Kompleksitas Teknologi dan Produksi, serta Dampak Ekonomi.

Selain itu juga untuk memberikan penghargaan kepada Pelaku Industri Nasional yang berdedikasi dan berkomitmen menghasilkan inovasi dan riset pengembangan secara mandiri. Karya hasil invensi dan atau inovasi teknologi tersebut harus terlebih dahulu berhasil dibuktikan (Proven) diterapkan pada proses Bisnis Perusahaan.

Hingga saat ini, Penghargaan Rintek sudah diberikan kepada 51 perusahaan industri atas 72 Inovasi yang dihasilkan.

Daftar pemenang Rintek 2021 adalah sebagai berikut:
1. PT Len Industri (Persero)
2. PT Dirgantara Indonesia (Persero)
3. PT Lautan Natural Krimerindo
4. PT Pupuk Kalimantan Timur
5. PT Pupuk Kujang
6. PT Packaging Integra Centre
7. PT Tatalogam Lestari
8. PT SOHO Industri Pharmasi
9. PT Swayasa Prakarsa
10. PT Konimex
11. PT Organik Inti Indonesia
12. PT Zeus Kimiatama Indonesia
13. PT Dexa Medica
14. CV Batik Teknologi Indonesia
15. PT Chroma Internasional
16. PT Gabag Indonesia. (***)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU