27.4 C
Indonesia
Wednesday, 30 November 2022
spot_img

Ucapan “Selamat Hari Guru” dari Seberang Pulau Nun Jauh Disana…….!

Bandung, BEREDUKASI.Com — TULISAN ini sudah tersimpan beberapa hari kebelakang. Karena memang HP (Hand Phone), sempat Matot (Mati Total).

Ketika HP ini kembali aktif ratusan pesan lewat WA (Whatapp) bermunculan. Ketika BEREDUKASI.Com, membaca satu persatu. Ada tulisan yang membuat merinding dan terharu, tentang persahabatan sesama guru. Yang datang dari seberang pulau nun… jauh disana…!

Apalah artinya kami BEREDUKASI.Com tanpa guru yang mengajari dulu. Tidak ada artinya kami tanpa guru yang bekerja tanpa pamrih. Terima kasih para guru yang sangat kami cintai. Tanpa membedakan yang sudah PNS maupun Honorer. Kami peduli dengan pendidikan di negara yang kami cintai ini.

Dan BEREDUKASI.Com menyajikan tulisan dari seorang guru bernama Cucu Unisah dari SDN 035 Soka Kota Bandung.

Dengan beberapa guru Dari Seberang Pulau Nun Jauh Disana…….! Inilah “Potret Arti Persaudaraan Sesama Guru”…! Memang tidak ada kata telat walaupun hanya untuk sekedar mengucapkan “Selamat Hari Guru”.

Dan inilah tulisannya :

Tring! Notifikasi WA menyala.

“Kami sudah sampai di Padang bu, sampaikan permohonan maaf kami pada semua guru Soka”. Pesan dari Bu Nur, guru kelas enam yang memiliki enam orang murid dari Padang.

Alah mak, ingatanku melayang kepada lima rekan guru dari Daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang baru saja pulang ke daerahnya. Setelah dua minggu melaksanakan kegiatan PPG di sekolah kami. Mereka datang dari Medan, Padang dan Kalimantan.

Klik kupandangi profilnya, wajah lugu dan bersahaja. Terbayang sudah di pelupuk mata perjuangan mereka dalam rangka mencerdaskan bangsa.

“Kami harus berjalan berkilo-kilo bu guru, untuk mengajar”. Demikian kata ibu Burning yang datang dari Medan, sesaat setelah kita berkenalan.

Tring…! Notif WA kembali berbunyi.

“Ini saya bu, ldham. Saya sudah sampai di Kalimantan, menuju tempat tugas di pedalaman. Terima kasih dan sampaikan salam buat guru-guru di Bandung. Betah sekali di sana, gurunya ramah-ramah dan super sibuk. Saya akan kembali ke dunia saya yang sebenarnya. Saya kirim WA ini mumpung masih bertemu sinyal”. Begitu yang terbaca diakhiri emoticon tertawa.

Kupandangi lagi potret mereka satu persatu. Rasanya aku belum apa-apa, dibandingkan perjuangan mereka.

Kutelan lidah, tenggorokan ini rasanya tercekat dan rasa haru menggenangkan air mata.

Nun jauh di sana. Di seluruh pelosok negeri, pasti banyak Bu Burning, Uni Nur dan Pak ldham yang lain. Mereka berjuang membaktikan dirinya, bersatu dengan alam, berjuang dengan sarana prasarana seadanya.

Selamat Hari Guru kawan-kawanku sayang, kupersembahkan rasa hormatku sedalam-dalamnya untuk kalian semua.

#Selamat Hari Guru#.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU