21.4 C
Indonesia
Wednesday, 19 January 2022

Walaupun Sudah Di Vaksin Covid-19, Tetap Harus Melakukan Prokes, Sebab Vaksin Bukan Obat……!

Bandung, BEREDUKASI.Com — VAKSINASI Covid-19 sudah dimulai telah memberikan harapan bagi upaya melawan pandemi. Namun demikian harapan besar pada vaksinasi Covid-19 jangan membuat lengah dan mulai mengabaikan Protokol Kesehatan (Prokes). Sebab Vaksin bukanlah Obat.

Demikian pula bagi para Penyintas, meski sudah memiliki Antibodi, namun dari beberapa kasus, masih ada Penyintas yang kembali Positif Covid-19. Artinya, meski sudah memiliki Antibodi atau sudah divaksin, selama kekebalan kelompok atau Herd Immunity belum tercipta, Prokes wajib dilaksanakan.

Lalu apa bedanya Vaksin, Antibodi, dan Obat……..?

Antibodi adalah suatu protein yang dibentuk oleh sistem imun, ketika menghadapi paparan antigen/patogen, bisa berupa virus, bakteri, jamur dan lainnya. Termasuk terhadap virus Covid-19.

Antibodi adalah senyawa yang dihasilkan oleh sel-sel imun yaitu oleh sel limfosit B yang bekerja melawan antigen. Dalam hal Covid-19, yang bisa disebut sebagai produk antibodi adalah plasma convalescent yang berasal dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Kini para dokter telah berusaha memanfaatkan antibodi penyintas, untuk mengobati pasien Covid-19 dengan gejala berat.

Sementara obat bisa berasal dari senyawa kimia atau diisolasi dari herbal, atau sumber lain. Obat memiliki target tertentu pada tubuh manusia. Namun sebelum dicobakan ke manusia, calon obat harus menjalani dulu serangkaian uji pre-klinik pada hewan atau pada sel, selain itu juga harus diuji keamanannya.

Sedangkan Vaksin adalah suatu senyawa berupa antigen yang lemah yang bekerja memicu produksi antibodi pada tubuh orang yang divaksin. Untuk Vaksin Covid-19, maka bisa dibuat antigen berupa keseluruhan virus yang dilemahkan atau bagian dari virus yang kemudian ditempelkan pada virus pembawa lain, atau berupa mRNA virus SARS-CoV-2.

Orang yang menerima Vaksin ini akan menghasilkan antibodi terhadap virus Covid-19, sehingga menjadi lebih kebal dan tidak mudah terinfeksi.

Koordinator Sub Divisi Imunisasi Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar dr. Panji Fortuna Hadisoemarto mengatakan, kekebalan tubuh baru dapat terjadi jika seseorang mendapatkan Vaksin Dua Kali dengan jarak dua minggu.

“Setelah Vaksin kedua diberikan pun, wajib menjaga kondisi badan dan prokes minimal dua minggu, bukan bebas bepergian. Memerlukan waktu untuk menciptakan antibodi,” ujarnya belum lama ini.

Di sisi lain, belum semua masyarakat akan mendapatkan vaksinasi dalam waktu cepat. Menurutnya kekebalan kelompok baru dapat terjadi jika 70 persen populasi mendapat Vaksin.

Ia berharap masyarakat terus mencari informasi terkait rencana vaksinasi pada kanal informasi resmi pemerintah agar tidak terpapar hoaks. Diakuinya, Mis Informasi terkait Bvaksinasi saat ini begitu marak sehingga membuat masyarakat menjadi resah.

“Tugas kita semua memberikan pemahaman kepada masyarakat secara masiv agar tidak salah persepsi,” tuturnya. (Ris).

 

Related Articles

Kebersamaan Indonesia Menjadi Hal Unik

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo menilai gotong royong masyarakat Indonesia sangat terasa. Bahkan di masa pandemi Covid-19, gotong royong semakin terasa. 'Gotong...

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Sekolah Untuk ‘Memanaskan Mesin’ Politik di Kota Bandung

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- WALAUPUN Pemilu 2024 masih jauh, tapi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung. Sudah menyiapkan strategi menyambutnya. Hal itu terungkap saat Bawaslu,...

Sekemala Integerated Farming, Laboratorium dan Wahana Edukasi Pertanian

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- PEMERINTAH Kota Bandung bekerjasama dengan Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) untuk meningkatkan Ketahanan Pangan di Kota Bandung. Sebagai informasi, 97 persen ketersediaan Pangan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Kebersamaan Indonesia Menjadi Hal Unik

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo menilai gotong royong masyarakat Indonesia sangat terasa. Bahkan di masa pandemi Covid-19, gotong royong semakin terasa. 'Gotong...

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP), Sekolah Untuk ‘Memanaskan Mesin’ Politik di Kota Bandung

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- WALAUPUN Pemilu 2024 masih jauh, tapi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bandung. Sudah menyiapkan strategi menyambutnya. Hal itu terungkap saat Bawaslu,...

Sekemala Integerated Farming, Laboratorium dan Wahana Edukasi Pertanian

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- PEMERINTAH Kota Bandung bekerjasama dengan Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) untuk meningkatkan Ketahanan Pangan di Kota Bandung. Sebagai informasi, 97 persen ketersediaan Pangan...

Jangan Ragu Menekan Tombolnya, Kami Layani 24 Jam

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- Pemerintah Kota Bandung memberi ruang aktif bagi masyarakat untuk sama-sama membangun Kota Bandung. Salasatunya lewat aplikasi LAPOR!. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika...

Langkah Nyata TK Nirwana Cendikia, Tentukan Kualitas Anak di Masa Depan

CIANJUR, BEREDUKASI.COM – WUJUD nyata membangun karakter Anak-anak sejak usia dini. TK Nirwana Cendikia Gekbrong Cianjur. Selain belajar di dalam kelas juga melakukan belajar...