20.4 C
Indonesia
Saturday, 25 June 2022

Yessi “Tangguh dan Tegar Dalam Menjalani Hidup”…!

Pekanbaru, BEREDUKASI.Com — BELAJAR menjadi lebih baik dan melakukan hal yang terbaik. Bagi Yessi Damayanti, atau yang akrab disapa “Yessi” adalah pegangan sekaligus motto hidupnya.

Purna PASKIBRAKA Indonesia Provinsi Riau tahun 2013 dan Finalis Dara Kota Pekanbaru tahun 2018 ini. Juga berharap kedepannya dapat membahagiakan kedua orangtuanya dan bisa membantu biaya sekolah adik-adiknya.

“Saya ingin memberikan manfaat, jika saya bisa dititik ini. Juga berharap bahwa adik-adik saya, bisa lebih baik dari saya,” terang gadis kelahiran Painan, 24 Maret 1996.

Ditanya soal hobi, Yessi mengaku bahwa ia memikiki hobi lari. Karena pada saat lari, ia merasa seperti sedang mengejar impiannya yang ada di depan.

“Dan l seolah-olah saya harus terus-menerus mengejarnya. Saya bahagia saat lari, karena pada saat itu saya merasa termotivasi,” ulasnya.

Mengenai cita-cita, pemilik tinggi 170 cm ini. Mengungkapkan bahwa ia sempat ingin menjadi seorang Pramugari. Terbang kesana kemari melihat indahnya ciptaan Tuhan. Tapi untuk saat ini ia merasa bahwa jalan hidupnya tidak di situ.

“Saat ini yang saya pikirkan hanyalah bagaimana, bisa menjadi seseorang yang bisa membahagiakan orang-orang yang berada disekitar saya. Juga berharap, hidup berguna bagi orang lain,” pungkas mahasiswi Universitas Islam Riau semester VIII.

Tentang kesibukan, ia juga mengaku kerap melakukan beragam aktifitas dan pekerjaan freelance baik menjadi Event Orgabizer, Usher Gathering, Usher Wedding dan lain-lain.

“Saya bersyukur bisa hidup lebih mandiri. Saat keluarga saya memiliki masalah ekonomi dan pindah ke kota lain, sementara saya tinggal sendiri di Pekanbaru dan mengurus segala kebutuhan sendiri. Mulai dari uang kuliah, hingga pengeluaran sehari-hari, meski terkadang masih di bantu oleh orangtua” jelasnya.

Yessi pun berkisah, permasalahan yang ia alami tidak membuatnya  jatuh ataupun berhenti kuliah. Melainkah sebuah gairah untuk berusaha keras, mempertahankan studinya. Disamping itu ia pun berterimakasih kepada teman-temannya.

“Semangat dari teman-teman atau mungkin saya biasa menyebut para sahabat dengan “kantong kresek” ini sangat berarti. Ditengah hancurnya saya, saya memiliki teman yang merangkul. Meski kini  jarang bergabung dengan mereka. Saya akan selalu ingat tentang masa sulit yang sudah dilewati bersama mereka,” ceritanya.

Ia berharap bahwa kilasan ceritanya itu. Kika dibaca oleh mereka yang merasa jatuh, agar tetap bangkit, berdiri dan menghadapi segalanya dengan tangguh.

“Untuk teman-teman diluar sana, jangan sampai kehancuran orang tua dijadikan alasan. Untuk bermalas malasan, terjerembab ke dalam jalan yang salah seperti narkoba dan lain-lain,” ungkapnya.

Yessi juga mengatakan bahwa ia tidak memiliki sosok spesial yang diidolakan. Tetapi ia sangat kagum dengan anak-anak yang kurang mampu, anak-anak yang broken home. Tapi pada akhirnya, bisa berdiri dibawah kakinya sendiri.

“Dan yang selalu menginspirasi saya adalah para wanita tangguh, diluar sana yang selalu tersenyum dalam keadaan apapun,” ungkapnya.

Bagi sulung dari empat bersudara ini, hidup adalah tentang apa yang kita lakulan saat ini. Karena hal tersebut dapat berpengaruh di masa mendatang. Hidup juga adalah untuk merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Tanpa mempertanyakan kepunyaan orang lain. Tanpa membandingkan apa yang kita miliki dengan orang lain.

“Hidup adalah cara kita bersyukur, atas nikmat yang selalu Allah SWT berikan kepada kita. Ada seorang teman yg berkata kepada saya ” Jangan pernah merasa sempit, jangan pernah merasa miskin,  karena kita punya Allah SWT yang maha luas dan maha kaya. Jangan pernah mencemaskan apapun dalam hidup”. Saya selalu mengingat perkataan teman sepermainan saya ini,” jelasnya.

Berbicara tentang orang yang membuatnya bersemangat, adalah kedua orangtuanya. Karena saat ia ada di titik kehancuran, kepedihan dan di usia yang cukup labil. Yessi juga menegaskan kepada dirinya sendiri, bahwa ia tidak boleh lemah dan menyerah kemudian hancur seperti keluarganya.

“Kalau saya hancur, siapa yang akan membantu mereka berdiri, siapa yang akan menyemangati mereka….? Saya bersemangat karena Mama saya, tetap bersemangat demi menimbulkan semangat dan dorongan untuk dirinya. Satu hal yang saya pikirkan “Ketika hidup terasa amat menyakitkan bukankah berarti Allah SWT tau, bahwa aku mampu melewati ini”. Banyak orang yang lebih hancur dari pada kita, tapi dia tetap menjadi orang yang berhasil,” paparnya.

Sebenarnya, lanjut Yessi kekuatan setiap manusia muncul dari hati mereka sendiri. Muncul akibat dorongan dari hati untuk bangkit. Karena dibawah langit masih ada langit. Jadi kita tidak perlu khawatir untuk jatuh.

“Saya juga berharap semoga setiap orang, selalu bersemangat dalam menjalani hari-harinya. Selalu bahagia dan tersenyum,” tutupnya dengan seulas senyum, sebelum senja memudar tergantikan malam saat itu. (Tiwi Kasavela)

Related Articles

Dugaan Korupsi Dana Hibah Taman Pramuka, Statusnya Sudah Naik Dari Penyelidikan ke Penyidikan

BANDUNG, BEREDUKASI.COM – AKTIVIS Ormas Manggala Garuda Putih (MGP) Agus Satria, menggeruduk Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Jl. LL. RE. Martadinata, Jumat, 24 Juni...

ATM Beras, Entaskan Kemiskinan

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- SEMASA Pandemi Covid-19, angka stunting di Kota Bandung pada 2021 mencapai 8,93 persen. Padahal, sebelumnya pernah menyentuh 6 persen lebih. Untuk menekan...

Jembatan Gantung Simpay Asih, Yang Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Dua Desa

PANGANDARAN, BEREDUKASI.COM -- JEMBATAN Gantung Simpay Asih yang merupakan akses utama Desa Batukaras dengan Desa Cijulang di Kabupaten Pangandaran, telah diresmikan penggunaannya oleh Wakasad...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERBARU

Dugaan Korupsi Dana Hibah Taman Pramuka, Statusnya Sudah Naik Dari Penyelidikan ke Penyidikan

BANDUNG, BEREDUKASI.COM – AKTIVIS Ormas Manggala Garuda Putih (MGP) Agus Satria, menggeruduk Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Jl. LL. RE. Martadinata, Jumat, 24 Juni...

ATM Beras, Entaskan Kemiskinan

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- SEMASA Pandemi Covid-19, angka stunting di Kota Bandung pada 2021 mencapai 8,93 persen. Padahal, sebelumnya pernah menyentuh 6 persen lebih. Untuk menekan...

Jembatan Gantung Simpay Asih, Yang Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Dua Desa

PANGANDARAN, BEREDUKASI.COM -- JEMBATAN Gantung Simpay Asih yang merupakan akses utama Desa Batukaras dengan Desa Cijulang di Kabupaten Pangandaran, telah diresmikan penggunaannya oleh Wakasad...

Akhirnya Rahasia Sukses Diungkap Sekda Kota Bandung 

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menegaskan bahwa sebuah komitmen dibarengi disiplin akan menghasilkan kesuksekan. Apalagi dalam mengemban Jabatan, hal tersebut...

Unik Memang ! Pameran Hewan di Tengah Area Terbuka Mal

BANDUNG, BEREDUKASI.COM -- MASA liburan sekolah telah tiba. Sejumlah Orangtua, tentu ingin membawa anak-anaknya untuk berlibur. Salasatu pilihan yang bisa dicoba yaitu Wisata Edukasi di...