23.4 C
Indonesia
Tuesday, 31 January 2023
spot_img

7.711 Anak Kota Bandung Meraih Penghargaan Original Rekor Indonesia….!

Bandung, BEREDUKASI.Com — SEBANYAK¬†7.711 anak yang terdiri dari siswa Taman Kanak Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandung mencatatkan Rekor “Bermain Permainan Tradisional” pada “Festival Bandung Ulin”, di Stadion Sidolig, Jl. Ahmad Yani, Rabu (28/8/2019). Rekor ini memperoleh penghargaan dari Original Rekor Indonesia (ORI).

Penghargaan diberikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung atas Prestasi Penyelenggara Utama “Permainan Tradisional Cingciripit, Surser dan Perepet Jengkol”. Dengan peserta terbanyak di Indonesia.

Pada acara tersebut juga diberikan penghargaan kepada Wali Kota Bandung, Oded M. Danial atas Prestasi sebagai “Pendukung Utama Permainan Tradisional Cingciripit, Surser dan Perepet Jengkol”. Dengan peserta terbanyak di Indonesia pada acara “Festival Bandung Ulin”.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengungkapkan, acara ini dapat mengenalkan kembali anak-anak era kini. Kepada permainan zaman dahulu yang memiliki nilai filosofis kebersamaan, tenggang rasa dan solidaritas.

“Permainan ini juga memiliki nilai olahraga. Sehingga bisa mereduksi kedekatan berlebih anak dengan ponselnya,” ujarnya.

Yana berharap, Permainan Tradisonal ini tidak hilang ditelan zaman, karena dengan permainan tradisional. Anak-anak akan merasa bahagia tanpa meninggalkan sisi sosialisasinya.

“Kalau anak-anak sekarang dengan permainan di gawainya. Mereka bahagia iya, senang iya, tapi nilai sosialisasinya hilang. Nah, ini yang harus kita hindari,” paparnya.

Mengenai arus teknologi informasi yang menerpa anak-anak era kini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menyebutkan, sudah menjadi peran masyarakat dewasa (orangtua, guru serta Disdik Kota Bandung dari pihak Pemerintah). Untuk memberikan rambu-rambu agar hadirnya teknologi informasi di dunia anak dapat menghasilkan lebih banyak manfaat.

“Misalnya dengan mengedukasi siswa akan Permainan Tradisional. Kalau kita lihat, permainan tradisional dalam acara ini mengandung banyak filosofis yang mengajarkan peserta didik cara bersosialisasi,” ujar Hikmat.

Selain itu, ia juga menyebutkan saat ini Pemkot Bandung melalui Disdik memiliki Kurikulum Masagi. Di dalamnya memberikan stimulan mengenai Pendidikan Karakter, Peduli Lingkungan, Religius dan Budaya Lokal. (SIP)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERBARU