FeaturedPendidikanSD

Para Guru SDN 159 Sekejati Bandung, Isi Kultum Bergiliran dalam Program Tadarus Ramadan

BANDUNG, BEREDUKASI.COM – SDN 159 Sekejati Kota Bandung memiliki program tahunan berupa kegiatan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh para guru. Program ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memperkuat nilai religius sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah.

Kepala SDN 159 Sekejati, Mia Tresnawulan, menjelaskan bahwa pada hari-hari biasa kegiatan tadarus dilaksanakan satu kali setiap bulan, tepatnya pada Jumat terakhir di bulan tersebut.

Namun khusus di bulan Ramadan, kegiatan tersebut dilakukan lebih intensif. Setelah kegiatan belajar siswa selesai, para guru melaksanakan tadarus bersama yang dilanjutkan dengan kultum atau kuliah tujuh menit.

“Setelah anak-anak pulang sekolah, sekitar pukul setengah dua sampai setengah tiga kami melaksanakan tadarus bersama dan dilanjutkan dengan kultum,” ujar Mia Tresnawulan saat diwawancarai, Rabu (10/3/2026).

Menariknya, pengisi kultum tidak hanya berasal dari guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Semua guru diberi kesempatan yang sama untuk menyampaikan tausiah secara bergiliran.

Mia Tresnawulan, Kepala SDN 159 Sekejati Kota Bandung.

Menurut Mia, penentuan pengisi kultum dilakukan secara acak sehingga setiap guru memiliki kesempatan untuk belajar berbicara di depan umum sekaligus berbagi pesan-pesan kebaikan.

“Siapa saja bisa mengisi kultum, tidak hanya guru PAI. Tujuannya agar semua guru berani berbicara di depan umum dan saling belajar menyampaikan pesan-pesan kebaikan,” katanya.

Selain menjadi sarana meningkatkan keimanan, kegiatan tersebut juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antar guru.

Suasana kebersamaan dan kekeluargaan pun terasa semakin kuat karena para guru dapat berdiskusi, berbagi pengalaman, hingga saling memberikan motivasi.

“Selain mendapatkan pahala dari tadarus, kegiatan ini juga membuat hubungan kekeluargaan antar guru semakin erat,” ujarnya.

Kegiatan tadarus dan kultum tersebut telah berjalan sejak awal Ramadan dan terus dilaksanakan secara rutin selama bulan suci.

Mia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi para guru untuk meningkatkan kualitas spiritual dan memperbaiki diri selama Ramadan.

“Mudah-mudahan Ramadan ini bisa menambah keimanan dan ketakwaan para guru serta menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas diri menjadi lebih baik,” pungkasnya. (HKS).

Related Articles

Back to top button