FeaturedHiburan

Boxing GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 Dinilai Mampu Perkuat Pembinaan Atlet Muda

BANDUNG,Beredukasi – Sekretaris Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia Jawa Barat (Pertina) Jawa Barat, Rega Haruman, menegaskan bahwa kejuaraan tinju memiliki peran strategis dalam proses pembinaan atlet. Selain menjadi ajang kompetisi, pertandingan resmi juga menjadi sarana untuk mengukur perkembangan hasil latihan yang selama ini dijalani para petinju di sasana.

Hal tersebut disampaikan Rega saat menanggapi rencana pelaksanaan Boxing GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 yang akan digelar pada 8–12 Juli 2026 di kawasan GOR Pajajaran Bandung.

Menurut Rega, latihan rutin dan sparring memang menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet. Namun, pengalaman bertanding di arena kompetisi memiliki nilai yang jauh lebih besar karena mampu membentuk mental, meningkatkan kesiapan bertanding, serta mengasah kemampuan atlet saat menghadapi lawan dengan karakter yang berbeda.

“Kalau hanya sparring dengan teman mungkin biasa saja. Tapi suasana pertandingan itu yang membentuk atlet menjadi lebih baik,” ujarnya, Rabu (23/6/2026).

Ia menilai perkembangan dunia tinju di Jawa Barat saat ini cukup menggembirakan. Banyak atlet muda yang aktif berlatih dan menunjukkan potensi untuk berkembang hingga level yang lebih tinggi. Meski demikian, kesempatan bertanding secara berkelanjutan masih menjadi kebutuhan utama dalam proses pembinaan.

Karena itu, kejuaraan seperti Boxing GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026 dinilai sangat positif karena memberikan ruang bagi para atlet untuk menambah jam terbang sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dalam menyusun program latihan berikutnya.

“Kejuaraan seperti ini sangat baik dan kami menyambutnya dengan antusias. Harapannya kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan supaya pembinaan lebih baik dan ada tolok ukur bagi atlet yang akan bertanding,” katanya.

Rega menegaskan bahwa sebuah kejuaraan bukan hanya soal meraih kemenangan. Melalui pertandingan resmi, atlet dapat mengukur kemampuan diri, belajar menghadapi tekanan kompetisi, serta memperoleh pengalaman berharga menghadapi berbagai tipe lawan.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan pertandingan tinju harus mengikuti mekanisme dan standar yang berlaku. Mulai dari pemeriksaan kesehatan atlet, timbang badan, pembagian kategori usia dan berat badan, hingga kesiapan perangkat pertandingan harus dipersiapkan secara matang demi menjamin keselamatan atlet.

“Tinju memiliki aturan tersendiri yang harus dijalankan. Karena itu mekanisme pertandingan harus dipersiapkan dengan baik agar pelaksanaan berjalan lancar dan keselamatan atlet tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Menurutnya, kualitas sebuah kejuaraan juga sangat ditentukan oleh profesionalisme wasit dan hakim yang bertugas memimpin pertandingan. Oleh karena itu, seluruh unsur pendukung harus bekerja sesuai standar agar kompetisi berjalan sportif dan menghasilkan atlet-atlet berkualitas.

Pertina Jawa Barat berharap semakin banyak kejuaraan yang digelar secara berkesinambungan. Dengan demikian, atlet memiliki ruang bertanding yang memadai, sementara pelatih mempunyai target serta bahan evaluasi yang jelas dalam menjalankan program pembinaan.

Selain itu, Rega juga mendorong para pelatih yang belum memiliki sertifikasi resmi untuk segera mengikuti penataran dan pendidikan kepelatihan guna meningkatkan kualitas pembinaan atlet di tingkat sasana.

“Pelatih-pelatih yang belum bersertifikat sebaiknya segera mengikuti penataran. Supaya atlet yang mereka bina kualitasnya meningkat,” pungkasnya

Related Articles

Back to top button